Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Dari Kandang ke Wirausaha, Wabup Mendorong Ekosistem Peternakan Terintegrasi di Gresik
    Ekonomi

    Dari Kandang ke Wirausaha, Wabup Mendorong Ekosistem Peternakan Terintegrasi di Gresik

    RedaksiBy Redaksi9 April 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat langkah transformasi sektor pertanian dan peternakan, melalui pelatihan ‘Balai Ternak Gresik Krawu Enak’ (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan).

    Kegiatan tersebut diberikan kepada para peternak kambing di Kabupaten Gresik, bertempat di lentera farm, Desa Sidoraharjo Gresik. Program ini tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir wirausaha bagi petani dan peternak, khususnya generasi muda.

    Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif mengatakan, pendekatan pemerintah ke depan tidak lagi sebatas pemberian bantuan. Melainkan membangun sistem usaha peternakan yang utuh, dari hulu hingga hilir.

    “Kita tidak ingin hanya memberi ‘ikan’. Kita siapkan sistemnya dari pelatihan, produksi, sampai pemasaran. Harus ada blueprint yang jelas, dari A sampai Z,” ujar dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif.

    Menurut dokter Alif, pesatnya industrialisasi di Gresik yang semakin mengandalkan teknologi dan otomatisasi, peluang kerja berbasis tenaga manusia semakin terbatas. Karena itu, sektor pertanian dan peternakan menjadi ruang strategis untuk dapat menciptakan wirausahawan baru, sekaligus membuka lapangan kerja.

    Baca Juga :  PLN UP3 Gresik Dukung Semangat Belajar Lewat Bantuan Pendidikan

    Dia juga menyoroti besarnya peluang pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk kebutuhan pasokan daging untuk berbagai dapur penyedia makanan dalam program nasional. Dengan tantangan utama, terletak pada konsistensi suplai dan kualitas produk.

    “Pasar itu ada. Yang dibutuhkan adalah komitmen menjaga kualitas dan kuantitas. Kalau diminta satu kuintal, harus terpenuhi. Ini yang perlu dilatih,” ucapnya.

    Lebih jauh, dokter Alif juga mendorong, lahirnya model usaha kolektif berbasis komunitas. Dengan semangat gotong royong, peternak kecil dapat membangun kekuatan produksi yang besar tanpa harus memiliki modal besar secara individu.

    “Kalau satu orang punya dua kambing, lalu satu lingkungan melakukan hal yang sama, maka akan terbentuk kekuatan produksi. Kuncinya ada pada jejaring dan pola pikir wirausaha,” tutur dokter Alif.

    Baca Juga :  Berkunjung dan Silaturrahmi ke Balai KWG, Kapolres Gresik Ajak Insan Jurnalis Cerdaskan Masyarakat

    Sementara Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito menyampaikan, sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu solusi strategis, di tengah karakter industri Gresik yang cenderung padat modal.

    “Ketika kondisi normal, sektor pangan sering tidak terlihat. Namun saat terjadi krisis, seperti wabah atau konflik global, sektor ini menjadi sangat penting. Karena itu, kami mendorong masyarakat tidak hanya bertani dan beternak, tetapi juga berwirausaha,” kata Eko.

    Melalui program Krawu Enak, peserta mendapat pembekalan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung, pendampingan, hingga peluang magang. Program juga didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan mitra swasta, dalam penyediaan bantuan ternak sebagai modal awal usaha.

    Baca Juga :  Safari Ramadhan, Dirut Petrokimia Gresik Kunjungi Masjid Sekitar Perusahaan Sembari Beri Bantuan

    Ke depan, skema pembinaan akan diperkuat melalui dukungan pembiayaan dari APBD, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Bantuan ternak yang diberikan kepada peserta diharapkan menjadi stimulan usaha yang berkelanjutan, dengan evaluasi berbasis kinerja.

    Eko menambahkan, pelatihan juga dirancang untuk mencetak peternak muda milenial yang tidak hanya mampu beternak. Namun juga, peternak yang memahami rantai bisnisnya.

    “Kami ingin setelah pelatihan, peserta bisa langsung action. Tidak berhenti di materi, tapi berlanjut ke praktik, magang, hingga benar-benar menjadi wirausaha peternakan,” tegasnya.

    Pelatihan yang dilaksanakan menitikberatkan pada tiga aspek utama yakni, manajemen kesehatan ternak, efisiensi pakan sebagai komponen biaya terbesar, serta pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Pendekatan diharapkan mampu menciptakan sistem peternakan yang produktif, sekaligus berkelanjutan.

    gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik peternakan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif
    Previous ArticleBerhasil Menurunkan Angka Stunting Secara Drastis, Kabupaten Lamongan Jadi Tujuan Kaji Tiru
    Next Article Dari Cerdas Cermat hingga Tahfidz, Bupati Gresik Coba Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar

    Berita Terkait

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Para Pelaku UMKM di Gresik Dapat Ilmu Promosikan Produk Agar Lebih Menarik Lewat Foto

    29 Juli 2026

    MINATBACA.com – Workshop bertajuk ‘Through the Lens: Culinary Storytelling with Photography’ digelar di Gedung Nasional…

    Cegah DBD, Pemdes Kepatihan Menganti Melakukan Fogging Mandiri

    Offline Session Megpreneur 2025, Bekali Motivasi Hingga Strategi Bisnis

    Wabup Gresik Serahkan Traktor dan Sosialisasikan Diskon Pupuk Untuk Petani Kepuhklagen

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.