MINATBACA.com – Penurunan angka stunting secara drastis dari 27,5 persen di tahun 2022 menjadi 6,9 persen pada 2024, membuat Kabupaten Lamongan menjadi tempat tujuan pelaksanaan kaji tiru oleh Kabupaten/Kota lain.
Di mana Wakil Bupati (Wabup) Lamongan Dirham Akbar Aksara, yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan, menerima kunjungan Wabup Banjar Said Idrus Al-Habsy dan Wakil Walikota Salatiga Nina Agustin. Agenda yang bertujuan kaji tiru terkait percepatan penurunan stunting ini berlangsung di ruang kerja Wabup Lamongan, Kamis (9/4/2026).
Mas Dirham-sapaan Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara, dalam kesempatan tersebut sempat memaparkan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Lamongan untuk mempercepat penurunan angka stunting. Di antaranya melalui pendampingan kader, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), gerakan 1-10-100, gerakan orang tua asuh cegah stunting, dapur sehat atasi stunting (Dashat), gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), juga Sadel Cepak (Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak).
“Tentu untuk keberhasilan program-program ini juga butuh kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Dengan pemerintah desa, dengan pengusaha juga yang bisa diajak sebagai salah satu orang tua asuh. Perlu terus dipantau dan dilakukan evaluasi, di mapping juga karena kadang bisa salah sasaran,” ungkap Mas Dirham.
Mas Dirham juga menceritakan, dirinya sebagai salah satu orang tua asuh masih terus mendapat laporan hasil perkembangan anak asuh stuntingnya.
“Jadi ada laporannya. Saya juga masih memperoleh laporan terkait penambahan atau pengurangan berat badan, hingga tinggi badan anak asuh stunting saya,” kata Mas Dirham.
“Perlu komitmen bersama. Semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices, yang bisa pula dilaksanakan di wilayah Bapak/Ibu, dan dapat berdampak pada penurunan angka stunting,” imbuhnya.

