Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Hadirkan Infrastruktur Jalan Berkualitas, Pemkab Lamongan Kembali Laksanakan Program Jamula

      14 Mei 2026

      Tidak Hanya Ibu, Cakupan SOTH di Lamongan Bakal Diperluas Untuk Siapapun yang Mengasuh Balita

      13 Mei 2026

      Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

      13 Mei 2026

      Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

      13 Mei 2026

      Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

      13 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Solusi Mengatasi Permasalahan Sampah, Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining
    Kesehatan

    Solusi Mengatasi Permasalahan Sampah, Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining

    RedaksiBy Redaksi24 Februari 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Komitmen dalam mengatasi permasalahan sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik coba menerapkan metode Landfill Mining sebagai salah satu solusi.

    Penerapan metode untuk pengurai sampah tersebut diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan di dampingi Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Selasa (24/2/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gresik, serta Pimpinan PT Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban, dan Pimpinan PT Semen Indonesia Tbk pabrik Rembang.

    Persoalan sampah, dikatakan Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, adalah tantangan besar bagi seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Gresik. Sebab seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan industri serta pemukiman, volume timbulan sampah juga terus meningkat.

    “Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi,” ujar Gus Yani.

    Gus Yani menjelaskan, teknologi Landfill Mining memungkinkan untuk mengolah kembali timbunan sampah lama, dengan memisahkan fraksi yang masih bernilai guna. Sehingga mengurangi volume sampah yang tertimbun di TPA.

    “Dengan kapasitas pengolahan sekitar 25 ton per jam, fasilitas ini diharapkan mampu secara bertahap mengurangi beban timbunan di TPA Ngipik,” ucapnya.

    Pemkab Gresik, lanjut Gus Yani, terus berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah. Sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sistem lama (kumpul-angkut-buang), tetapi bergerak menuju sistem pengolahan berbasis pengurangan, pemanfaatan kembali dan peningkatan nilai tambah.

    “Hasil pengolahan tidak berhenti sebagai limbah, tetapi menjadi sumber daya baru. Fraksi organik dapat dimanfaatkan sebagai tanah uruk, layening landfill, maupun media tanam,” kata Gus Yani.

    “Fraksi non organik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara. Ini adalah langkah konkret, mendukung transisi energi dan pengurangan emisi,” terangnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Gus Yani juga turut menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya mitra industri yang telah mendukung pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

    “Pengadaan fasilitas ini melalui APBD Kabupaten Gresik tahun anggaran 2025 sebesar Rp6 milliar, bukan hanya sekedar belanja peralatan. Melainkan investasi jangka panjang, untuk kualitas lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

    Selain mengandalkan Landfill Mining mengatasi tumpukan sampah di TPA Ngipik, Gus Yani juga menekankan, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta kecamatan, mengajak pemerintah desa di Gresik untuk membangun TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) guna menangani persoalan mengenai sampah.

    “Jika tidak memungkinkan membangun TPS3R dalam satu desa, bisa dibuat satu TPS3R untuk tiga desa. Tujuannya, sampah dapat dikelola terlebih dahulu di tingkat desa, sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA,” ungkap Gus Yani.

    “Mudah-mudahan melalui metode Landfill Mining ini, timbunan sampah lama di TPA digali kembali untuk dilakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang seperti bahan bakar alternatif RDF atau material lain,” tuturnya.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik sampah
    Previous ArticleSetahun Beroperasi, RSUD Gresik Sehati Tunjukkan Tren Positif
    Next Article Pendaftaran Sudah Dibuka, Pemkab Gresik Kembali Gelar Mudik Gratis Dengan Kuota 750 Peserta

    Berita Terkait

    Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

    13 Mei 2026

    Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

    13 Mei 2026

    Buka Muswil IDI Jatim Tahun 2026, Bupati Jelaskan Komitmen Pemkab Gresik Pada Layanan Kesehatan

    8 Mei 2026

    Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati Bangga Gresik Jadi Magnet Investasi Strategis

    8 Mei 2026

    Dinas KBPPPA Gresik Lakukan Penjangkauan dan Pendampingan Psikososial Anak Ponpes Al Amin

    8 Mei 2026

    Bupati Gresik Hadiri Pelantikan Rektor Unigres Periode 2026-2030

    6 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Hadirkan Infrastruktur Jalan Berkualitas, Pemkab Lamongan Kembali Laksanakan Program Jamula

    Tidak Hanya Ibu, Cakupan SOTH di Lamongan Bakal Diperluas Untuk Siapapun yang Mengasuh Balita

    Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

    Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

    Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    PTFI Buka Puasa Bersama 100 Anak Yatim di Gresik

    29 Maret 2024

    GRESIK – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengadakan acara buka bersama dengan 100 anak yatim, yang…

    Cari Bibit Potensial, Pemdes Sumput Kembali Gelar Turnamen Sepakbola

    Semarak Tradisi Sanggring atau Kolak Ayam ke-501, Wabup Gresik Beri Apresiasi Warga Desa Gumeno

    Wabup Gresik Lepas 260 Calon Jamaah Tunaikan Ibadah Haji

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.