Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Gresik Capai 52,91 Persen Hingga Pertengahan Tahun 2026

      14 Juli 2026

      Bupati Pastikan MPLS di Lamongan Berlangsung Aman dan Bebas Bullying

      13 Juli 2026

      Tahun Ajaran Baru, Gus Yani Membuka MPLS Ramah Anak di UPT SMPN 1 Gresik

      13 Juli 2026

      Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

      13 Juli 2026

      Pesan Bupati Gresik Saat Menerima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair

      13 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Petrokimia Gresik Siapkan Stok 508.000 Ton Pupuk, Guna Dukung Kebijakan Baru Penyaluran Pupuk Bersubsidi
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Siapkan Stok 508.000 Ton Pupuk, Guna Dukung Kebijakan Baru Penyaluran Pupuk Bersubsidi

    RedaksiBy Redaksi30 Juli 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mendukung kebijakan baru tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, melalui ketersediaan stok melebihi ketentuan minimum yang diatur pemerintah.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus, dalam agenda bertajuk ‘Sosialisasi Akbar Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah se-Jawa Timur Bersama Kementerian Pertanian’ yang digelar di Gresik, Jawa Timur, Selasa (29/7/2025). Acara yang juga dihadiri oleh Ketua Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia, Khilmi.

    Di mana per tanggal 29 Juli 2025, Petrokimia Gresik telah menyediakan stok pupuk bersubsidi nasional sebesar 508.216 ton. Dengan rincian, terdiri dari pupuk Urea sebanyak 77.978 ton, NPK sebanyak 405.468 ton dan pupuk Organik sebanyak 24.770 ton.

    Johanes menyampaikan, pihaknya meyakini skema tata kelola pupuk bersubsidi yang baru, akan menjadi tonggak penting yang mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani secara signifikan. Inisiatif tersebut juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan swasembada beras di tahun 2028, yang dicita-citakan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

    Baca Juga :  Agenda Festival Nasi Krawu KWG Vol.3 Meriah, Ribuan Warga Padati Wagos

    “Kebijakan baru ini, telah memangkas 145 aturan dan persetujuan lintas Kementerian hingga kepala daerah,” ujar Johanes, dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu (30/7/2025).

    “Saat ini hanya melibatkan Kementan (Kementerian Pertanian), Pupuk Indonesia dan gapoktan (gabungan kelompok tani) atau kios/pengecer. Tata kelola baru ini, memastikan pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran, serta mudah diakses oleh petani,” lanjutnya.

    Perubahan tata kelola pupuk bersubsidi, diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 6 tahun 2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi, dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 15 tahun 2025 sebagai peraturan pelaksanaannya.

    Sebagai penyesuaian atas kebijakan tersebut, penyaluran dilakukan melalui Pelaku Usaha Distribusi (PUD) sampai ke Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS). Untuk mendukung pelaksanaan, kata Johanes, dilakukan pembaruan fitur penebusan di layanan i-Pubers yang mencakup penguatan monitoring dan tracking.

    Baca Juga :  Pemdes Roomo Minta Warga Patuh Bayar PBB Untuk Biaya Pembangunan

    Johanes menerangkan, kebijakan tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas petani dan kinerja produksi beras nasional sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat pada lonjakan serapan beras Perum Bulog, yang mencapai 1,3 juta ton hanya dalam satu bulan.

    Angka tersebut, melampaui rata-rata serapan tahunan selama tujuh tahun terakhir. Berikutnya, tambah Johanes, penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 24 Juli 2025 telah mencapai sebanyak 4,27 juta ton, mencakup 44,7 persen dari total alokasi pemerintah sebesar 9,55 juta ton.

    “Petrokimia Gresik siap sepenuhnya bersama Pupuk Indonesia menjalankan mekanisme baru penyaluran pupuk bersubsidi, memastikan efisiensi dan ketepatan sasaran hingga ke titik serah,” kata Johanes.

    “Juga menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, dengan menjaga stok yang memadai di seluruh lini. Sehingga pasokan aman, untuk mendukung produktivitas pertanian nasional,” sambungnya.

    Johanes mengungkapkan, pihaknya juga telah bersiap menyongsong rencana masuknya pupuk ZA ke dalam skema subsidi. Saat ini, Petrokimia Gresik menyiapkan fasilitas dan sarana produksi, agar dapat memproduksi pupuk ZA dengan baik sesuai dengan penugasan pemerintah.

    Baca Juga :  Wabup Gresik Tinjau Sekolah Rusak dan Sanitasi Rumah di Hari Pertama Tugas

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, problem pertanian yang selama ini banyak muncul adalah pupuk, meskipun ketersediaan pupuk ada. Namun, masalah tersebut teratasi dengan adanya perbaikan-perbaikan pada tata kelola pupuk bersubsidi.

    “Pada akhir tahun 2024 sudah ada perbaikan-perbaikan, dan pada tahun 2025 Bulan Januari, petani sudah bisa menerima pupuk bersubsidi dengan baik. Sampai bulan Juli ini capaian pupuk kita (Jawa Timur), mulai dari Urea, NPK, pupuk Organik itu sudah 46,05 persen. Paling besar di Indonesia,” beber Heru.

    Sementara agenda sosialisasi tersebut, dihadiri sebanyak 1.451 perwakilan kios, 50 penyuluh pertanian, dan 30 petani percontohan dari seluruh Jawa Timur. Kegiatan yang juga menjadi komitmen bersama, dalam rangka mendukung keberhasilan program penyaluran pupuk bersubsidi dan memajukan sektor pertanian nasional.

    gresik Petrokimia Gresik pupuk
    Previous ArticlePemkab Gresik dan Kejari Sepakat Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN
    Next Article Harapan Wabup Gresik; Ingin Warga Campurejo Miliki Rumah Layak

    Berita Terkait

    Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Gresik Capai 52,91 Persen Hingga Pertengahan Tahun 2026

    14 Juli 2026

    Tahun Ajaran Baru, Gus Yani Membuka MPLS Ramah Anak di UPT SMPN 1 Gresik

    13 Juli 2026

    Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

    13 Juli 2026

    Pesan Bupati Gresik Saat Menerima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair

    13 Juli 2026

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    11 Juli 2026

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    11 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Gresik Capai 52,91 Persen Hingga Pertengahan Tahun 2026

    Bupati Pastikan MPLS di Lamongan Berlangsung Aman dan Bebas Bullying

    Tahun Ajaran Baru, Gus Yani Membuka MPLS Ramah Anak di UPT SMPN 1 Gresik

    Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

    Pesan Bupati Gresik Saat Menerima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    Petrokimia Gresik Kirim Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa di Bawean

    25 Maret 2024

    GRESIK – Turut prihatin dengan apa yang terjadi di Pulau Bawean, Petrokimia Gresik perusahaan Solusi…

    Srikandi Freeport Indonesia Berbagi Tips Sukses Kartini Masa Kini

    Bupati Gresik; Dalam Situasi Keterbatasan Fiskal, Kolaborasi dan Saling Mendukung Menjadi Kunci

    Konsisten dan Optimal Mengelola Komunikasi, Petrokimia Gresik Raih Penghargaan PRIA 2026

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.