MINATBACA.com – Bertempat di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik, Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam diresmikan.
Peresmian dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, di dampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dengan turut dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah, perwakilan perguruan tinggi, dunia industri, serta para pelaku IKM, Selasa (21/7/2026).
Sentra tersebut menjadi fasilitas produksi bersama, yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku IKM untuk mengakses peralatan dan teknologi permesinan, sekaligus disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Gresik.
“Alhamdulillah, pada 21 Juli 2026 ini Sentra IKM Logam di Kabupaten Gresik, Kecamatan Menganti, Desa Hulaan, resmi kita buka,” ujar Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat peresmian.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian, atas dukungan pembangunan Sentra IKM Logam tersebut. Sebab menurutnya, Kabupaten Gresik tidak hanya memiliki kawasan industri besar, namun juga terdapat kekuatan manufaktur skala mikro yang berkembang dari rumah-rumah warga, seperti yang ada di Desa Pelemwatu dan Laban, di Kecamatan Menganti.
“Di dua desa ini, masyarakatnya bergerak di home industry manufacturing. Masing-masing di rumah membuat karya yang berkaitan dengan manufaktur, khususnya logam,” terang Gus Yani.
Berbagai produk dihasilkan oleh pelaku IKM di dua desa tersebut. Mulai alat-alat pertanian, konstruksi, hingga peralatan penunjang kebutuhan peternakan. Sementara salah satu kendala yang dihadapi pelaku IKM adalah, keterbatasan mesin dan peralatan produksi. Sejumlah proses produksi membutuhkan mesin dengan spesifikasi tertentu, yang belum mampu dimiliki secara mandiri oleh pelaku usaha.
“Banyak mesin besar, yang mungkin tidak terjangkau oleh para pelaku usaha IKM di dua desa tersebut. Sekarang, fasilitas itu bisa dimanfaatkan melalui Sentra IKM ini,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Gus Yani juga turut mendorong penguatan kolaborasi antara pelaku IKM dengan industri besar yang ada di Kabupaten Gresik. Dengan menyebut, kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG) memiliki potensi untuk ikut memperkuat ekosistem IKM lokal.
“Kami berupaya berkoordinasi dengan kawasan industri yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya JIIPE dan KIG, untuk ikut berperan serta dalam menyukseskan usaha mikro dan IKM di Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani.
Kolaborasi tersebut, lanjut Gus Yani, dapat dibangun melalui berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan bahan baku, pemanfaatan material yang masih dapat digunakan, hingga pemasaran produk.
“Bisa jadi ada bahan baku yang dibutuhkan oleh teman-teman IKM, atau ada produk yang bisa dipasarkan. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan,” tutur Gus Yani.
Produk yang dihasilkan pelaku IKM juga cukup beragam. Selain berbagai peralatan berbasis logam, terdapat produk untuk kebutuhan pertanian dan konstruksi, termasuk mesin molen manual. Selain mendukung pelaku usaha, Sentra IKM Logam juga disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa SMK.
“Sentra IKM ini juga akan menjadi tempat magang bagi anak-anak SMK kita,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan magang tersebut dapat mempertemukan antara dunia pendidikan dengan industri secara lebih nyata. Siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga dapat mengenal proses produksi, penggunaan peralatan, standar kerja, hingga proses menghasilkan produk manufaktur secara langsung.
Washil menambahkan, pembangunan Sentra IKM Logam tersebut dilatarbelakangi potensi yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, terutama Kecamatan Menganti dan sekitarnya. Namun potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana produksi, akses teknologi, mutu produk, hingga keterhubungan dengan industri besar.
“Sentra IKM Logam ini diharapkan menjadi pusat layanan bersama, pusat produksi, sekaligus pusat pembinaan yang mampu meningkatkan daya saing IKM logam secara signifikan,” ungkap Washil.
Fasilitas yang dibangun mencakup ruang workshop atau permesinan, ruang maintenance, kamar mandi, instalasi listrik, CCTV, penerangan, drainase, sanitasi, akses jalan lingkungan, serta area parkir. Proses pembangunan berlangsung selama 150 hari sesuai kontrak dan jadwal DAK tahun anggaran 2025, dengan seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen sesuai spesifikasi teknis.
Selain pembangunan fisik, dukungan DAK Perindustrian tahun anggaran 2025 juga digunakan untuk pengadaan peralatan, sesuai alokasi anggaran yang ditetapkan Kementerian Perindustrian. Di mana peralatan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh pelaku IKM, untuk meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produk. Kehadiran fasilitas bersama juga diharapkan dapat menekan biaya produksi, serta membuka akses teknologi bagi pelaku usaha yang sebelumnya terkendala dan belum memiliki peralatan modern.

