Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

      4 September 2026

      Eksplorasi Cadangan Migas, Pemkab Lamongan Mendukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo

      3 September 2026

      Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

      3 September 2026

      Melalui Digitalisasi, Pemkab Lamongan Optimistis Bisa Meningkatkan PAD Menuju Rp1 Triliun

      3 September 2026

      SIG Hidupkan Kembali Merek Legendaris untuk Jawa Barat, Semen Kujang Resmi Diluncurkan

      3 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pendidikan»Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z
    Pendidikan

    Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

    RedaksiBy Redaksi4 September 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan pertanian modern dapat menjadi magnet bagi Generasi Z.

    Yakni, melalui program ‘School Lab Farming’ yang melibatkan sebanyak 261 siswa dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian di Jawa Timur. Dengan para siswa yang terlibat diajak menerapkan pertanian presisi, sekaligus mengelola lahan sekolah sebagai ruang belajar, produksi, dan pengembangan bisnis pertanian.

    Di mana hasilnya, produktivitas sejumlah komoditas meningkat signifikan. Seperti di SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, sebanyak 800 kilogram bawang merah kering berhasil dipanen dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Meningkat lebih dari lima kali lipat jika dibandingkan musim tanam sebelumnya, yang hanya menghasilkan sekitar 150 kilogram.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan, regenerasi petani menjadi tantangan bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik ingin menghadirkan pengalaman bertani yang lebih dekat dengan karakter generasi muda yaitu, berbasis teknologi, data, produktivitas, dan peluang usaha.

    “Melalui School Lab Farming, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa pertanian saat ini sudah berkembang jauh,” tutur Daconi.

    “Dengan dukungan teknologi smart farming dan pengelolaan lahan sekolah sebagai teaching factory yang produktif, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana pertanian dapat dikelola secara modern dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan,” terangnya.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Borong Penghargaan di Ajang AHI Award 2024

    Selain bawang merah, ratusan melon juga berhasil dibudidayakan di dalam greenhouse SMK Negeri 1 Kademangan, dengan tingkat kemanisan mencapai 15 °Brix. Hasil serupa juga diperoleh di SMK Negeri 8 Jember dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik, yang membudidayakan varietas melon berbeda dengan bobot antara 1,2 hingga 2 kilogram dan tingkat kemanisan minimal 15 °Brix.

    Daconi menambahkan, beberapa capaian tersebut menunjukkan pertanian dapat semakin menarik bagi Generasi Z, ketika dikelola dengan teknologi dan metode budidaya yang tepat. Di mana para siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara penggunaan teknologi, proses produksi, kualitas hasil panen, hingga nilai ekonomi yang diperoleh.

    “Ketika siswa melihat sendiri bahwa lahan yang mereka kelola mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual, mereka mendapatkan perspektif baru tentang pertanian. Bukan hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai bidang usaha yang membutuhkan teknologi, kemampuan analisis, dan pengelolaan bisnis,” ungkap Daconi.

    Adapun dalam penerapan pertanian presisi, siswa dibiasakan untuk bekerja berdasarkan data. Mereka mencatat perkembangan tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan dan dosis pemupukan, hingga hasil produksi melalui matriks yang terstandar. Dari proses tersebut, siswa belajar menganalisis kondisi tanaman, sekaligus mengambil keputusan budidaya berdasarkan data.

    Baca Juga :  Kebahagiaan Abang Becak Saat Menerima Bantuan dari Petrokimia Gresik

    Tidak hanya bawang merah dan melon, ketiga sekolah tersebut juga mengembangkan komoditas pendukung seperti buncis dan kembang kol, sebagai bagian dari rotasi tanam. Diversifikasi komoditas ini, sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam mengelola berbagai jenis usaha pertanian.

    School Lab Farming merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, yang dijalankan dengan kerangka Creating Shared Value (CSV). Program tidak hanya memberi dukungan sarana pertanian, namun juga mendorong optimalisasi aset sekolah. Sehingga memberi nilai tambah yakni, dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik sekaligus unit produksi.

    Dengan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kompetisi HARVESTION 2025, yang sempat mempertemukan sebanyak 33 SMK pertanian dari 15 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Dari kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik kemudian melihat jika minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebenarnya cukup besar, tetapi belum seluruhnya berkembang menjadi ketertarikan untuk menekuni budidaya maupun menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi dan usaha.

    Sedangkan di sisi lain, sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana praktik dan akses terhadap teknologi pertanian modern, serta adanya kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia industri. Padahal banyak sekolah memiliki lahan yang cukup luas dan produktif untuk dikembangkan, sebagai laboratorium praktik sekaligus unit produksi.

    Baca Juga :  ICEA 2025, Petrokimia Gresik Dinobatkan Sebagai 'The Most Commited Corporate in Circular Economy'

    “School Lab Farming membuat proses belajar tidak berhenti pada demonstrasi di lahan. Siswa menjadi pelaku utama dalam seluruh siklus pertanian, mulai dari perencanaan budidaya, pengelolaan tanaman, pencatatan data, panen, hingga memahami nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan,” ujarnya.

    Kepala SMK Negeri 1 Kademangan Hadi Sucipto, mengapresiasi program School Lab Farming yang dinilai telah memberi pengalaman baru bagi para siswa dalam mengenal pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, pendekatan pertanian modern dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda, karena para siswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya, namun juga memahami teknologi dan peluang usaha di sektor pertanian.

    “Kami sangat mengapresiasi program ini (School Lab Farming), karena siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan langsung pertanian modern,” kata Hadi.

    “Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian, sekaligus turut mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob Harvest and Innovation (Harvestion) 2025 Petrokimia Gresik pertanian Petrokimia Gresik Sekolah
    Previous ArticleEksplorasi Cadangan Migas, Pemkab Lamongan Mendukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    21 Agustus 2026

    Dalang Lintas Generasi Buat Pementasan Wayang Kulit oleh Petrokimia Gresik Semakin Meriah

    20 Agustus 2026

    Melalui Pestani Rawit Groo Festival, Petrokimia Gresik Bantu Tingkatkan Produktivitas Cabai Rawit

    15 Agustus 2026

    Ribuan Peserta Antusias Mengikuti Jalan Sehat yang Diadakan Petrokimia Gresik

    12 Agustus 2026

    Bukti Program TJSL Hadirkan Inovasi, Petrokimia Gresik Mendapat Penghargaan

    11 Agustus 2026

    Komitmen Petrokimia Gresik Menjaga Ekosistem Pesisir Melalui PRPM Mengare, Diapresiasi DLH Gresik

    6 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

    Eksplorasi Cadangan Migas, Pemkab Lamongan Mendukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo

    Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

    Melalui Digitalisasi, Pemkab Lamongan Optimistis Bisa Meningkatkan PAD Menuju Rp1 Triliun

    SIG Hidupkan Kembali Merek Legendaris untuk Jawa Barat, Semen Kujang Resmi Diluncurkan

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Smelter Baru PTFI di Gresik Akhirnya Kedatangan Konsentrat Tembaga

    22 Juni 2024

    GRESIK – Usai berlabuh dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kapal Mother Vessel (MV)…

    Bupati Lamongan Berangkatkan Lomba Gerak Jalan Tingkat SD/MI Memperingati HUT Kemerdekaan RI

    SKK Bidang Konstruksi Diharapkan Kurangi Pengangguran dan Kecelakaan Kerja

    Harapan Bocah 6 Tahun Pegang Perisai Mendapat Sambutan Hangat Jajaran Polres Gresik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.