MINATBACA.com – Sebanyak lima desa yang berada di Kecamatan Bungah, Gresik, menunjukkan komitmen bersama dalam menekan angka stunting.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan rembuk stunting yang digelar di Balai Desa Sidorejo, Senin (19/5/2026). Dengan kegiatan diikuti oleh Desa Sidorejo, Mojopurowetan, Sidokumpul, Sidomukti, dan Mojopurogede. Hal ini menjadi bentuk sinergi lintas desa, dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Adapun kegiatan rembuk stunting tersebut dihadiri perwakilan Camat Bungah Zakiyah, pendamping desa Kecamatan Bungah Achmad Hadziqi, Kepala Desa (Kades) Sidorejo Khamid, Kades Sidokumpul Ahmad Asyhar, Kades Mojopurowetan M Syafiuddin, Kades Sidomukti Akhuwan Effendi, dan juga Kades Mojopurogede Kasmuji, para kader Posyandu, serta bidan desa.
Perwakilan Camat Bungah Zakiyah menegaskan, persoalan stunting tak sekadar masalah kesehatan, melainkan juga berkaitan erat dengan kualitas generasi masa depan. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai pemerintah daerah hingga pemerintah desa.
“Permasalahan stunting sudah menjadi perhatian nasional. Karena itu, seluruh tingkatan pemerintahan, mulai kabupaten, kecamatan hingga desa, harus bergerak bersama agar angka stunting dapat ditekan,” ujar Zakiyah.
Dia juga menekankan, pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, sanitasi lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita secara berkala melalui Posyandu.
Sambutan positif terlaksananya rembuk stunting diberikan oleh Kades Sidorejo Khamid, dengan menilai forum seperti ini penting untuk menyamakan langkah dan strategi antar desa dalam menangani persoalan gizi masyarakat.
“Kalau semua pihak, mulai tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga pemerintah desa serius menangani stunting, maka kami optimistis akan lahir generasi penerus yang sehat, cerdas, dan unggul,” kata Khamid.
Sementara Kades Mojopurowetan M Syafiuddin menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan tambahan. Tapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, beserta pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil maupun anak usia dini.
“Melalui rembuk stunting bersama ini, diharapkan lahir langkah konkret dan berkelanjutan antar desa dalam menciptakan lingkungan sehat, memperbaiki kualitas gizi masyarakat, serta menekan angka stunting,” ungkap Syafiuddin.
Pendamping desa Kecamatan Bungah Achmad Hadziqi menjelaskan, program penanganan stunting dapat didukung melalui alokasi Dana Desa (DD) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) nomor 16 tahun 2025.
Di mana menurut Hadziqi, penggunaan DD untuk penanganan stunting dapat mencakup penyediaan makanan tambahan bagi balita dan lansia, perbaikan sanitasi lingkungan, penyediaan akses air bersih, hingga kegiatan edukasi kesehatan masyarakat.
“Kami berharap, pemerintah desa dapat memprioritaskan program penanganan stunting dalam penyusunan anggaran desa, karena persoalan ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” harap Hadziqi.

