Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

      8 Oktober 2026

      Pak Yes Berangkatkan Delapan Tim yang Mewakili Kabupaten Lamongan di Ajang Kejurda Forbasi 2026

      8 Oktober 2026

      Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

      8 Oktober 2026

      Pak Yes Mendorong KNPI Menjadi Mitra Strategis Pemkab Lamongan

      7 Oktober 2026

      Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

      7 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pendidikan»Kepala Dispendik Gresik Apresiasi Lomba Mewarnai dan Story Telling Bahasa Gresikan Hajatan KWGe
    Pendidikan

    Kepala Dispendik Gresik Apresiasi Lomba Mewarnai dan Story Telling Bahasa Gresikan Hajatan KWGe

    RedaksiBy Redaksi27 Juni 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Lomba mewarnai dan juga story telling Bahasa Gresikan dalam rangkaian Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 turut menjadi perhatian, setelah menarik minat banyak peserta.

    Adapun kegiatan yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk anak usia pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) tersebut, dilaksanakan di wisata edukasi Gresik Universal Science (GUS) di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Sabtu (27/6/2026). Dengan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, S Hariyanto.

    Pada saat memberi sambutan, Hariyanto memberi apresiasi atas inisiatif KWGe yang selama ini tidak hanya berkontribusi mendukung pembangunan daerah melalui penyebarluasan informasi kepada masyarakat, tetapi juga aktif berkolaborasi dengan Pemkab Gresik dalam melestarikan budaya daerah melalui kegiatan edukatif.

    “Perkembangan budaya Gresik sangat dinamis. Hal itu tidak lepas dari letaknya yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya, ditambah derasnya arus informasi melalui dunia digital. Kendati demikian, kemajuan teknologi tidak boleh membuat anak-anak kita melupakan budaya lokal,” ujar Hariyanto.

    Baca Juga :  Bupati Gresik Menerima Penghargaan Usai Bawa Model Perlindungan Anak ke Forum Nasional

    Menurut Hariyanto, Kabupaten Gresik memiliki kekayaan warisan budaya, baik benda maupun tak benda yang harus terus dikenalkan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, dia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengambil peran, dalam upaya pelestarian budaya.

    “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenal budaya Gresik, tetapi juga diajak untuk mencintai dan melestarikannya. Ini merupakan investasi budaya yang sangat penting bagi generasi penerus,” imbuhnya.

    Adapun untuk lomba mewarnai, ada sebanyak 80 peserta yang berkesempatan dalam menunjukkan kreativitas mewarnai gambar tumpeng nasi krawu, kuliner khas yang telah menjadi ikon Kabupaten Gresik. Sementara story telling diikuti sebanyak 25 peserta, yang tampil membawakan kisah-kisah daerah menggunakan Bahasa Gresikan. Mulai dari sejarah Sunan Giri, asal-usul Balongpanggang, cerita tentang nasi krawu, hingga berbagai cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

    Baca Juga :  Sebanyak 126 KDKMP di Gresik Siap Beroperasi, Ikut Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak

    Tidak hanya menjadi ajang berkreasi dan mengasah kemampuan berbahasa daerah, namun perlombaan juga memberi nilai tambah bagi para peserta. Sebab para pemenang lomba memperoleh sertifikat yang ditandatangani oleh Kepala Dispendik Kabupaten Gresik, yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dokumen pendukung dalam pendaftaran sekolah melalui jalur prestasi nonakademik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Sementara Ketua KWGe Miftahul Arif menjelaskan, untuk Festival Tumpeng Nasi Krawu pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat. Selain bagian dari upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian tumpeng nasi krawu, festival juga dirancang sebagai ruang edukasi budaya yang melibatkan anak-anak.

    “Nasi krawu merupakan identitas kuliner Gresik yang harus terus kita lestarikan. Karena itu, kami ingin Festival Nasi Krawu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran. Anak-anak kami ajak mengenal budaya Gresik melalui kegiatan yang dekat dengan dunia mereka yakni, mewarnai dan story telling,” kata Miftah.

    Baca Juga :  Warga Antusias Ikuti Tradisi Ngubek Srumbung yang Diadakan Pemdes Bulangan

    Miftah menambahkan, pelestarian budaya tidak dapat dibebankan kepada pemerintah saja, namun juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Sebagai komunitas wartawan, KWGe ingin mengambil peran dengan menghadirkan kegiatan yang mampu menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan generasi muda, melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

    “Kalau sejak kecil mereka sudah mengenal nasi krawu, sejarah Sunan Giri, cerita rakyat, hingga terbiasa menggunakan Bahasa Gresikan, maka rasa memiliki terhadap budaya daerah akan tumbuh dengan sendirinya. Itulah yang ingin kami tanamkan melalui festival ini,” ucapnya.

    Festival Nasi Krawu Vol. 4 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang inovatif, edukatif, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan agenda puncak pembagian nasi krawu sebanyak 3.000 bungkus yang bersiap memecahkan rekor MURI, dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/6/2026) di lokasi yang sama.

    Dinas Pendidikan Gresik gresik Kabupaten Gresik Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) OPD Pemkab Gresik
    Previous ArticleMeneladani Jejak Ulama Pendiri dan Pengasuh di Ponpes Zainal Abidin Bungah, Diselenggarakan Haul
    Next Article Layanan SIM Keliling dan Adminduk di Festival Nasi Krawu Gresik Diserbu Warga Pemohon

    Berita Terkait

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026

    Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Gresik Ingin Kolaborasi Diperkuat Tanpa Diskriminasi

    6 Oktober 2026

    Berkat Pendampingan Petrokimia Gresik, Batik Bangsawan Kini Menjangkau Pasaran Internasional

    3 Oktober 2026

    Perkuat Layanan Kesehatan, Petro Graha Medika Jalin Kerja Sama dengan IHH Healthcare Singapore

    2 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    Pak Yes Berangkatkan Delapan Tim yang Mewakili Kabupaten Lamongan di Ajang Kejurda Forbasi 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    Pak Yes Mendorong KNPI Menjadi Mitra Strategis Pemkab Lamongan

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Pola Baru Transmigrasi, Pemkab Lamongan Lebih Utamakan Potensi Caltrans

    29 Januari 2026

    MINATBACA.com – Babak baru pola transmigrasi, membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),…

    Wabup Gresik Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Adaptif dan Inovatif

    Sebanyak 280 Peserta Meriahkan Pameran Bonsai di Lamongan

    Tradisi Krayahan Kembali Meriahkan Haul Mbah Nyai Ayu di Desa Ngawen

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.