Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

      12 September 2026

      Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

      11 September 2026

      Petrokimia Gresik Bersama MIND ID dan PTFI Bahas Rencana Peningkatan Pasokan Bahan Baku Pupuk

      11 September 2026

      Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

      11 September 2026

      Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

      10 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Tren Mata Minus pada Anak Indonesia Meningkat, Ini yang Coba Diupayakan Eyelink Group
    Kesehatan

    Tren Mata Minus pada Anak Indonesia Meningkat, Ini yang Coba Diupayakan Eyelink Group

    RedaksiBy Redaksi12 Agustus 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Berdasarkan studi yang dirujuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tren kasus gangguan refraksi atau mata minus (Myopia) pada anak terus mengalami peningkatan.

    Prevalensi gangguan refraksi pada anak telah meningkat dari 26 persen pada tahun 2013, menjadi 40 persen pada 2023. Kondisi yang tentunya tidak dapat disepelekan, lantaran berdampak langsung terhadap proses belajar, kualitas hidup, hingga prestasi anak.

    Menyikapi fenomena dan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Eyelink Group lantas meluncurkan gerakan sadar mata ‘Vision Fest Myopia Care-Natamata,’ yang dipelopori salah satu unit bisnis Eyelink yakni, di mana Optik Natamata mengambil peran Myopia Care (Protecting the vision of Future Generation)

    “Dari peningkatan kasus mata ini, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya jumlah kasusnya, namun bagaimana kita mampu menekan progresivitas atau pertumbuhan minus pada anak,” ujar Presiden Direktur Eyelink Group M. Rusli, Rabu (12/8/2026).

    “Penglihatan yang optimal merupakan fondasi penting bagi anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi,” tambahnya.

    Melalui gerakan tersebut, Eyelink Group bekerja sama dengan sebanyak 15 sekolah terpilih yang ada di Kabupaten Gresik dan Lamongan, yang juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan mata anak, khususnya pencegahan Myopia.

    Baca Juga :  Menyambut HUT Pada Tahun Ini, Petrokimia Gresik Fasilitasi 100 Anak Khitan Gratis

    Perwakilan sekolah yang hadir, serta berkomitmen bersama untuk mendukung gerakan sosial tersebut adalah Rumah Qur’an Al Ummah, SD IT Al Ibrah, SD Almadany, SD NU Nurul Islah, SD Muhammadiyah 1 GKB, UPT SDN 4 Gresik, UPT SDN 49 Gresik, SD Global School Al Ibrah, dan SD SIG, dari Gresik. Sedangkan dari Lamongan, meliputi SDN Made 4, SDN Jetis 3, SD IT Cendekia, MI Unggulan Sabilillah (MIUS), serta SD Muhammadiyah Lamongan.

    Program tersebut didukung oleh ekosistem layanan kesehatan mata milik Eyelink Group yang terdiri dari RS & Klinik Mata KMU, National Eye Center (NEC), serta Optik Natamata sebagai pelopor layanan Myopia Care. Sejak berdiri pada 2010, Eyelink Group telah aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial pemeriksaan mata di sekolah maupun masyarakat.

    Direktur Optik Natamata Muhammad Rijaal Alhaq menyebut, peningkatan kualitas penglihatan anak juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri dan optimalisasi prestasi anak.

    Mengacu pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, 82 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun, belum mencapai kompetensi minimum di bidang matematika. Sebab menurutnya, pencapaian akademik dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk salah satu di antaranya yang berpengaruh adalah kesehatan penglihatan, yang sering kali terabaikan.

    Baca Juga :  Pak Yes Luncurkan Salam-Q Genting pada Puncak Peringatan Harganas dan HAN di Lamongan

    “Kita memiliki cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. Penglihatan yang baik memang bukan satu-satunya faktor penentu prestasi, tetapi merupakan fondasi penting agar anak dapat menerima pembelajaran dengan maksimal. Inilah kontribusi yang ingin kami berikan, melalui Vision Fest Myopia Care-Natamata,” ungkap Rijaal.

    Dia menegaskan, pengendalian Myopia tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Namun juga dibutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, supaya anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk memiliki penglihatan sehat.

    Rijaal juga menjelaskan, orangtua memiliki peran sebagai pihak terdekat yang dapat mengenali perubahan perilaku maupun keluhan penglihatan anak. Kemudian, sekolah menjadi mitra penting dalam mengamati kenyamanan belajar siswa dan mengomunikasikan temuan kepada orangtua.

    Sementara itu, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) berperan memperkuat kebijakan, edukasi, serta memperluas akses terhadap upaya promotif, preventif, dan deteksi dini.

    Dokter Spesialis Mata Eyelink Group dr Ria Sandy Deneska menambahkan, lonjakan Myopia Global 2050 perlu menjadi perhatian bersama. Sehingga pentingnya peran orangtua, guru, hingga kerabat terdekat anak dalam mengenali gejala Myopia, agar dapat membantu deteksi dini dan penanganan yang tepat dan segera.

    Baca Juga :  Plt Bupati dan Ketua DPRD Gresik Apresiasi Festival Nasi Krawu KWG

    Ada beberapa terapi untuk pengendalian Myopia yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, dalam hal ini Myopia Care. Terlebih teknologi kesehatan mata saat ini, mendukung upaya dalam pengendalian mata minus di antaranya koreksi penglihatan dengan kacamata yang tepat, penggunaan lensa Defocus, obat tetes khusus, Orthokeratology (Ortho-K), serta EDOF softlens.

    “Seluruh penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter mata, dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasien,” tutur dr Ria.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gresik dr Puspitasari Wardani menyebut, peningkatan kasus Myopia pada anak merupakan tantangan kesehatan masyarakat, yang perlu menjadi perhatian bersama.

    “Kami mengapresiasi hadirnya Gerakan Sosial ‘Vision Fest Myopia Care-Natamata’ sebagai upaya memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pencegahan di lingkungan sekolah,” kata dr Puspitasari.

    “Kami berharap, gerakan ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan penyedia layanan kesehatan, dalam menjaga kualitas penglihatan anak Indonesia. Sebab, anak yang dapat melihat dengan baik akan memiliki kesempatan belajar, dan berkembang secara optimal,” imbuhnya.

    Eyelink Group (Klinik Mata KMU) gresik Kabupaten Gresik Kabupaten Lamongan lamongan
    Previous ArticleTerima Kunjungan Wabup Lombok Timur, Pak Yes Paparkan Potensi Wisata di Lamongan
    Next Article SIG Meraih ESG Award 2026 dari KEHATI Berkat Inovasi Rendah Karbon dan Konsisten Kurangi Emisi

    Berita Terkait

    Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

    12 September 2026

    Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

    11 September 2026

    Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

    11 September 2026

    Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

    10 September 2026

    Harapan Pak Yes Akan Institut Sabilillah yang Baru Hadir Mewarnai Dunia Pendidikan di Lamongan

    9 September 2026

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    8 September 2026
    Search
    Terkini

    Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

    Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

    Petrokimia Gresik Bersama MIND ID dan PTFI Bahas Rencana Peningkatan Pasokan Bahan Baku Pupuk

    Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

    Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

    Load More
    Berita Lainnya
    Pendidikan

    Pemkab Gresik Janjikan Beasiswa Kuliah Untuk Lulusan Program JAKETKU

    23 Juli 2025

    MINATBACA.com – Sebanyak 1.664 orang diwisuda sebagai lulusan JAKETKU (kejar paket tuntaskan putus sekolah) tahun…

    Kinerja Apik Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik Sepanjang 2025 Berbuah Capaian Optimal

    Plt Bupati Gresik Ajak ASN dan Masyarakat Teladani Nilai-Nilai Kepahlawanan

    Saat Petrokimia Gresik Ajak Jurnalis Menjadi Pahlawan Pangan Nasional

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.