Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Harapan Pak Yes Akan Institut Sabilillah yang Baru Hadir Mewarnai Dunia Pendidikan di Lamongan

      9 September 2026

      Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

      9 September 2026

      Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

      8 September 2026

      Sebanyak 31.648 Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Lamongan Berhasil Diberantas

      8 September 2026

      Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen

      8 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Pandangan Bupati Gresik Soal Pertanian Sekarang, Pada Saat Pembukaan Petro Agrifood Expo 2026
    Ekonomi

    Pandangan Bupati Gresik Soal Pertanian Sekarang, Pada Saat Pembukaan Petro Agrifood Expo 2026

    RedaksiBy Redaksi24 Juli 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petro Agrifood Expo 2026 yang bertajuk ‘Heritage of Agriculture,’ yang dilaksanakan di Kebun Percobaan PT Petrokimia Gresik, resmi dibuka, Jumat (24/7/2026).

    Kegiatan yang diprakarsai oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) tersebut, menghadirkan sebanyak 59 tenan. Terdiri atas pelaku UMKM, hasil pertanian, produk pasca panen, serta berbagai perlengkapan dan sarana pendukung pertanian.

    Dalam acara pembukaan tersebut, dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengatakan, Petro Agrifood Expo menjadi ruang untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini didukung ekosistem yang semakin baik, dari akses pupuk yang semakin mudah dan terjangkau, hingga kepastian pasar melalui offtaker.

    “Sekarang negara lebih terlihat keberpihakannya terhadap para petani kita, khususnya pengusaha tani. Pupuk semakin mudah didapatkan, harganya semakin terjangkau, kemudian offtaker-nya semakin jelas,” kata Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Melalui Dinas KBPPPA Luncurkan Gerakan Remaja Sebagai Agen Perubahan

    Masih menurut Gus Yani, kondisi tersebut harusnya dilihat sebagai peluang, terutama generasi muda. Terlebih sektor pertanian kini terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi, sehingga tidak lagi harus dikelola dengan cara konvensional.

    “Anak muda kita harus melihat sektor pertanian menjadi sektor yang untung. Ketika SDM-nya (sumber daya manusia) bertransformasi dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujar Gus Yani.

    Gus Yani juga menyoroti potensi pengembangan komoditas jeruk di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Di mana terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk, yang mulai dilihat oleh masyarakat sebagai peluang pengembangan ekonomi, termasuk bagi par pelaku UMKM.

    “Alhamdulillah, masyarakat di sana (Kebonagung) sudah mulai melihat ini menjadi sebuah peluang UMKM,” ucapnya.

    Perkembangan tersebut, terang Gus Yani, menunjukkan bahwa pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi di lahan. Namun juga membuka peluang usaha di berbagai rantai, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Karena itu, dia mengajak kepada generasi muda untuk melihat sektor pertanian dengan perspektif yang lebih luas, serta tidak ragu menjadikan sebagai pilihan usaha.

    Baca Juga :  Bantuan Pupuk dan Benih Bagi Para Petani Terdampak Puso di Gresik

    “Petani muda, terjun ke sektor pertanian. Anda pasti untung,” tegasnya.

    Sementara Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian. Sebab menurutnya, generasi muda bisa akan tertarik masuk ke sektor pertanian, apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.

    “Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” ungkap Syamsuddin.

    Dia menambahkan, modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting dalam menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit, telah membuat proses pertanian kini menjadi semakin efisien. Transformasi tersebut penting dilakukan, karena sebagian besar petani di Indonesia saat ini berada pada kelompok usia yang relatif tua. Dengan sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Menobatkan Desa Petung, Sebagai Desa Bonsai

    “Ini warning. Kalau pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” tuturnya.

    Atas dasar tersebut, tambah Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Sebab dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pertanian Petrokimia Gresik
    Previous ArticleBarang Bukti 38 Gram Sabu Siap Edar, Polres Gresik Tangkap Dua Kurir
    Next Article Fun Walk di Lamongan Memperingati Hari Koperasi ke-79, Diikuti Mahasiswa dari Luar Negeri

    Berita Terkait

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    8 September 2026

    Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen

    8 September 2026

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    4 September 2026

    Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

    4 September 2026

    Wabup Gresik Minta OPD Segera Menanggapi dan Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat

    1 September 2026

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Harapan Pak Yes Akan Institut Sabilillah yang Baru Hadir Mewarnai Dunia Pendidikan di Lamongan

    Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    Sebanyak 31.648 Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Lamongan Berhasil Diberantas

    Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen

    Load More
    Berita Lainnya
    Pendidikan

    Peringati HUT Polwan ke-76, Polwan Polres Gresik Berikan Edukasi Generasi Muda

    23 Agustus 2024

    MINATBACA.com – Polwan Polres Gresik menunjukkan kepedulian nyata terhadap generasi muda, dalam rangka semangat Hari…

    Festival Nasi Krawu KWGe 2026, Bersiap Pecahkan Rekor MURI Dengan 3.000 Bungkus Nasi Krawu

    Gerak Jalan Wadeng-Sidayu Dilepas Sekda Kabupaten Gresik

    Warga Rela Antri Saat Puncak Festival Tumpeng Nasi Krawu Raksasa KWG

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.