Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

      23 Oktober 2026

      Ada Puskesmas Baru di Kabupaten Lamongan, Manfaatkan Bangunan Bekas Rumah Sakit Covid-19

      23 Oktober 2026

      Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

      22 Oktober 2026

      Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

      22 Oktober 2026

      Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

      22 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen
    Ekonomi

    Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen

    RedaksiBy Redaksi8 September 20265 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Sekali lagi, inovasi program yang digagas oleh PT Petrokimia Gresik (Persero) perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mampu memberi dampak nyata bagi para petani.

    Terbaru adalah program ‘Pestani Bawang Merah Nyawiji’ dengan melibatkan 120 petani dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk, Senin (7/9/2026). Di mana melalui demonstration plot (demplot), produktivitas bawang merah yang menjadi unggulan di Nganjuk, meningkat dari 18 ton menjadi 20 ton per hektare atau hingga 12 persen.

    Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, namun juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

    “Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir,” ujar Adityo.

    “Semangat tersebut, salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” ucapnya.

    Provinsi Jawa Timur, memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Dengan berdasar data pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare. Sementara produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton, dengan luas panen 188.561 hektare. Data ini menunjukkan, posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

    Baca Juga :  Inilah Cara Karyawati Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan

    Adapun dalam ekosistem tersebut, Nganjuk menjadi salah satu sentra utama penghasil bawang merah. Potensi semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tanaman Asli Nganjuk (Tajuk), yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik. Adityo menyampaikan, Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

    “Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk, dengan mengangkat varietas lokal unggulan yakni Tajuk,” kata Adityo.

    Adapun Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk diikuti sebanyak 120 petani dari enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Dengan rangkaian agenda tersebut berlangsung sejak Maret hingga September 2026, melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

    Melalui kompetisi yang dilaksanakan, para petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya secara lebih optimal, sekaligus menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang semakin baik. Penilaian kompetisi mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya. Parameter yang menjadi bagian dari upaya mendorong para petani, untuk memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, tidak hanya mengejar kuantitas produksi.

    Baca Juga :  Hattrick, Tim Voli Putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Sukses Pertahankan Gelar Livoli 2025

    Hasil penerapan budidaya tersebut, salah satu di antaranya ditunjukkan melalui demplot Pestani Bawang Merah Nyawiji. Dengan produktivitas bawang merah pada demplot mencapai 20 ton per hektare, meningkat 11-12 persen bila dibandingkan dengan panen sebelumnya yang hanya mencapai sebesar 18 ton per hektare.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten, memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah, yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ungkap Adityo.

    Dalam pelaksanaan budidaya, para peserta Pestani mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik seperti Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

    Filosofi Nama
    Arti nama ‘Nyawiji,’ memiliki makna menyatukan langkah. Bagi Petrokimia Gresik, semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Pestani yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, serta pembelajaran langsung di lahan. Praktik-praktik budidaya terbaik yang dihasilkan dari program ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran, sekaligus dikembangkan lebih luas oleh para petani lain.

    “Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutur Adityo.

    “Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tambahnya.

    Baca Juga :  GPPI Target Menangi Semua Laga Gelaran Proliga 2026 yang Dipentaskan di Gresik

    Respons Petani
    Salah seorang petani yang menjadi peserta asal Kecamatan Gondang Suheri, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Petrokimia Gresik kepada para petani bawang merah di Nganjuk. Dia berharap, peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari program, dapat memberi dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani.

    “Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi, yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah, tanaman hasilnya berkualitas,” kata Suheri.

    Rangkaian Pestani Bawang Merah Nyawiji juga diisi dengan sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kolaborasi, sekaligus memberikan apresiasi terhadap kerja keras, semangat, dan dedikasi para petani selama mengikuti program.

    Pestani tidak hanya dikembangkan pada komoditas bawang merah, dengan program serupa juga telah diterapkan pada sejumlah komoditas unggulan di berbagai wilayah di Jawa Timur. Selain Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk, terdapat Pestani Rawit yang mencakup Malang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, dan Blitar. Ada pula Pestani Melon Pantura di Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan. Serta Pestani Semangka Tapal Kuda di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

    “Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani. Kami percaya, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Dan ketika pertanian semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh,” terangnya.

    Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo Kesejahteraan petani Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia
    Previous ArticleSIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat
    Next Article Sebanyak 31.648 Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Lamongan Berhasil Diberantas

    Berita Terkait

    Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

    21 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Bersubsidi Hadapi Musim Tanam Oktober-Maret

    13 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

    Ada Puskesmas Baru di Kabupaten Lamongan, Manfaatkan Bangunan Bekas Rumah Sakit Covid-19

    Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

    Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

    Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Peringati Harganas ke-32, Bupati Lamongan Hadiri Wisuda SOTH

    31 Juli 2025

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, dengan menggelar wisuda…

    Potensi Kekeringan Lahan Pertanian, Pemkab Lamongan Siapkan Penguatan Irigasi Perpipaan

    Komitmen Percepatan Eliminasi TBC, Pemkab Gresik Menggelar Rapat Koordinasi

    Hadiri Agenda HKG PKK, Bupati Gresik Berharap PKK Fokus Tangani Stunting

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.