MINATBACA.com – Petro Agrifood Expo 2026 yang bertajuk ‘Heritage of Agriculture,’ yang dilaksanakan di Kebun Percobaan PT Petrokimia Gresik, resmi dibuka, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) tersebut, menghadirkan sebanyak 59 tenan. Terdiri atas pelaku UMKM, hasil pertanian, produk pasca panen, serta berbagai perlengkapan dan sarana pendukung pertanian.
Dalam acara pembukaan tersebut, dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengatakan, Petro Agrifood Expo menjadi ruang untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini didukung ekosistem yang semakin baik, dari akses pupuk yang semakin mudah dan terjangkau, hingga kepastian pasar melalui offtaker.
“Sekarang negara lebih terlihat keberpihakannya terhadap para petani kita, khususnya pengusaha tani. Pupuk semakin mudah didapatkan, harganya semakin terjangkau, kemudian offtaker-nya semakin jelas,” kata Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Masih menurut Gus Yani, kondisi tersebut harusnya dilihat sebagai peluang, terutama generasi muda. Terlebih sektor pertanian kini terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi, sehingga tidak lagi harus dikelola dengan cara konvensional.
“Anak muda kita harus melihat sektor pertanian menjadi sektor yang untung. Ketika SDM-nya (sumber daya manusia) bertransformasi dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujar Gus Yani.
Gus Yani juga menyoroti potensi pengembangan komoditas jeruk di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Di mana terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk, yang mulai dilihat oleh masyarakat sebagai peluang pengembangan ekonomi, termasuk bagi par pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, masyarakat di sana (Kebonagung) sudah mulai melihat ini menjadi sebuah peluang UMKM,” ucapnya.
Perkembangan tersebut, terang Gus Yani, menunjukkan bahwa pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi di lahan. Namun juga membuka peluang usaha di berbagai rantai, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Karena itu, dia mengajak kepada generasi muda untuk melihat sektor pertanian dengan perspektif yang lebih luas, serta tidak ragu menjadikan sebagai pilihan usaha.
“Petani muda, terjun ke sektor pertanian. Anda pasti untung,” tegasnya.
Sementara Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian. Sebab menurutnya, generasi muda bisa akan tertarik masuk ke sektor pertanian, apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.
“Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” ungkap Syamsuddin.
Dia menambahkan, modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting dalam menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit, telah membuat proses pertanian kini menjadi semakin efisien. Transformasi tersebut penting dilakukan, karena sebagian besar petani di Indonesia saat ini berada pada kelompok usia yang relatif tua. Dengan sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas.
“Ini warning. Kalau pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” tuturnya.
Atas dasar tersebut, tambah Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Sebab dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

