Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Lamongan Diakui Baik Ombudsman RI

      24 Oktober 2026

      Pendiri Sanggar Mbah Guru di Lamongan, Masuk Tiga Besar Finalis DPD RI Awards 2026

      24 Oktober 2026

      Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

      23 Oktober 2026

      Ada Puskesmas Baru di Kabupaten Lamongan, Manfaatkan Bangunan Bekas Rumah Sakit Covid-19

      23 Oktober 2026

      Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

      22 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Pandangan Bupati Gresik Soal Pertanian Sekarang, Pada Saat Pembukaan Petro Agrifood Expo 2026
    Ekonomi

    Pandangan Bupati Gresik Soal Pertanian Sekarang, Pada Saat Pembukaan Petro Agrifood Expo 2026

    RedaksiBy Redaksi24 Juli 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petro Agrifood Expo 2026 yang bertajuk ‘Heritage of Agriculture,’ yang dilaksanakan di Kebun Percobaan PT Petrokimia Gresik, resmi dibuka, Jumat (24/7/2026).

    Kegiatan yang diprakarsai oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) tersebut, menghadirkan sebanyak 59 tenan. Terdiri atas pelaku UMKM, hasil pertanian, produk pasca panen, serta berbagai perlengkapan dan sarana pendukung pertanian.

    Dalam acara pembukaan tersebut, dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengatakan, Petro Agrifood Expo menjadi ruang untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini didukung ekosistem yang semakin baik, dari akses pupuk yang semakin mudah dan terjangkau, hingga kepastian pasar melalui offtaker.

    “Sekarang negara lebih terlihat keberpihakannya terhadap para petani kita, khususnya pengusaha tani. Pupuk semakin mudah didapatkan, harganya semakin terjangkau, kemudian offtaker-nya semakin jelas,” kata Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    Masih menurut Gus Yani, kondisi tersebut harusnya dilihat sebagai peluang, terutama generasi muda. Terlebih sektor pertanian kini terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi, sehingga tidak lagi harus dikelola dengan cara konvensional.

    “Anak muda kita harus melihat sektor pertanian menjadi sektor yang untung. Ketika SDM-nya (sumber daya manusia) bertransformasi dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujar Gus Yani.

    Gus Yani juga menyoroti potensi pengembangan komoditas jeruk di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Di mana terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk, yang mulai dilihat oleh masyarakat sebagai peluang pengembangan ekonomi, termasuk bagi par pelaku UMKM.

    “Alhamdulillah, masyarakat di sana (Kebonagung) sudah mulai melihat ini menjadi sebuah peluang UMKM,” ucapnya.

    Perkembangan tersebut, terang Gus Yani, menunjukkan bahwa pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi di lahan. Namun juga membuka peluang usaha di berbagai rantai, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Karena itu, dia mengajak kepada generasi muda untuk melihat sektor pertanian dengan perspektif yang lebih luas, serta tidak ragu menjadikan sebagai pilihan usaha.

    Baca Juga :  Peringatan May Day 2026, Pemkab Gresik Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi dengan Buruh

    “Petani muda, terjun ke sektor pertanian. Anda pasti untung,” tegasnya.

    Sementara Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian. Sebab menurutnya, generasi muda bisa akan tertarik masuk ke sektor pertanian, apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.

    “Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” ungkap Syamsuddin.

    Dia menambahkan, modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting dalam menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit, telah membuat proses pertanian kini menjadi semakin efisien. Transformasi tersebut penting dilakukan, karena sebagian besar petani di Indonesia saat ini berada pada kelompok usia yang relatif tua. Dengan sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas.

    Baca Juga :  Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Gresik Capai 52,91 Persen Hingga Pertengahan Tahun 2026

    “Ini warning. Kalau pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” tuturnya.

    Atas dasar tersebut, tambah Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Sebab dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pertanian Petrokimia Gresik
    Previous ArticleBarang Bukti 38 Gram Sabu Siap Edar, Polres Gresik Tangkap Dua Kurir
    Next Article Fun Walk di Lamongan Memperingati Hari Koperasi ke-79, Diikuti Mahasiswa dari Luar Negeri

    Berita Terkait

    Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

    23 Oktober 2026

    Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

    22 Oktober 2026

    Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

    22 Oktober 2026

    Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

    21 Oktober 2026

    Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    21 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Lamongan Diakui Baik Ombudsman RI

    Pendiri Sanggar Mbah Guru di Lamongan, Masuk Tiga Besar Finalis DPD RI Awards 2026

    Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

    Ada Puskesmas Baru di Kabupaten Lamongan, Manfaatkan Bangunan Bekas Rumah Sakit Covid-19

    Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Jiddan Ketua, 36 Pengurus Baru DPD Partai Nasdem Gresik Dikukuhkan

    14 Juli 2024

    MINATBACA.com – Sebanyak 36 sosok pengurus baru Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem)…

    Dengan Program Prima Desa, Perangkat Desa di Lamongan Diharap Maksimal Melayani Masyarakat

    Dapat Baju Polisi Dari Istri Kapolri Buat Siswa Berkebutuhan Khusus Menangis

    Ungkapan Wabup Saat Kabupaten Gresik Jadi Tuan Rumah Silaturahim Aswakada se-Jawa Timur

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.