MINATBACA.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, beserta Forkopimda dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menggelar kirab Adipura yang disambut meriah oleh masyarakat.
Kegiatan kirab tersebut, dilakukan mengendarai becak listrik pemberian Presiden Prabowo Subianto. Dimulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), kemudian melintasi Jalan Veteran, Jalan Panglima Sudirman, dan bermuara di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jumat (27/2/2026).
“Ini hari bertepatan dengan Ulang Tahun Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik dan Hari Jadi Kabupaten Gresik ke-539, tanggal 27 Februari bertepatan dengan Ultah Pemkab ke-52. Dulu ikut Surabaya, tapi kemudian memisahkan sendiri,” ujar Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Gus Yani menjelaskan, Hari Jadi Kabupaten Gresik yang jatuh pada tanggal 9 Maret juga akan dirayakan. Meskipun nantinya acara dilangsungkan secara sederhana, namun cukup bermakna.
“Hari Jadi Gresik 9 Maret, Insya Allah (diperingati) di Masjid Agung, doa bersama dan buka puasa bersama,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yani juga bersyukur atas capaian yang diraih oleh Kabupaten Gresik, dengan mendapat penghargaan kinerja pengelolaan sampah bersertifikat menuju Kabupaten/Kota bersih.
“Ini merupakan suatu prestasi yang tidak hanya bagi pemerintahan saja, tapi semua ini diraih juga berkat kontribusi masyarakat. Ini bukan sekedar tidak membuang sampah, tapi bagaimana mengubah mainset tentang sampah yang dikelola menjadi bahan bakar alternatif,” kata Gus Yani.
Meski sudah berhasil meraih penghargaan, bukan berarti tidak ada celah. Sehingga Gus Yani berharap, masyarakat lebih respek akan lingkungan di sekitar masing-masing.
“Ada banyak hal yang terus menjadi evaluasi bagi kita. Kira-kira tahun depan kepengen akan kembali dapat Adipura gak, itu semua kembali kepada kita. Itu semua berawal dari diri kita sendiri, termasuk pada lingkungan sekitar,” tuturnya.

Dapat Penghargaan
Adapun penghargaan kinerja pengelolaan sampah bersertifikat menuju Kabupaten/Kota bersih, diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq kepada Gus Yani, Rabu (25/2/2026).
Gus Yani menjelaskan, salah satu alasan utama Kabupaten Gresik memperoleh penghargaan tersebut adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Yakni, energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang dalam kesempatan kali ini disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker. Menjadikan sampah sebagai sumber daya, sekaligus mendukung transisi energi lebih ramah lingkungan.
“Sampah itu dikelola, karena sampah bukan urusan pemerintah saja, tapi semua lapisan masyarakat. Kalau di Singapura sudah high teknologi, sampah sudah bisa dibuat sebagai listrik, sementara kita belum,” terangnya.
Tidak sekedar menerima penghargaan, namun atas capaian tersebut Kabupaten Gresik juga mendapat hadiah tiga unit motor pengangkut sampah dari Kementrian Lingkungan Hidup. Motor hadiah tersebut, kemudian diserahkan untuk daerah atau lembaga yang dinilai menunjang capaian prestasi tersebut ketika acara di WEP.
Yakni, satu unit untuk Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, sebagai desa terbaik dalam pengelolaan sampah melalui gerakan pembuatan biopori di setiap rumah. Kemudian Kelurahan Sukorame, Gresik, menerima satu unit motor sebagai Kelurahan Proklim terbaik yang konsisten menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi seperti di Desa Randuboto, dalam mengelola sampah di desa. Mengolah sampah dan sisa limbahnya melalui sistem biopori. Apa yang terjadi? subur, karena jadi enzim, jadi pupuk alami. Itu ada di setiap rumah, kalau tidak buat maka bansosnya tidak akan dicairkan,” katanya.
Sedangkan satu unit motor lainnya diserahkan untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, atas keberhasilan mengelola sampah anorganik. Juga satu unit tambahan motor diberikan untuk Ponpes Darut Taqwa Suci, atas komitmen dalam penguatan pengelolaan sampah di lingkungan pondok.
Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut Pemkab Gresik juga menyerahkan bantuan sembako kepada pasukan kebersihan dan pertamanan, sebagai bentuk perhatian atas kerja keras yang telah dilakukan selama ini.
“Mudah-mudahan Gresik semakin sukses, berkah, dan masyarakat sejahtera semua,” ucap Gus Yani.

Respon Desa Randuboto
Selepas acara, Kepala Desa Randuboto Andi Sulandra menyampaikan, terima kasih atas apresiasi dan bantuan motor pengangkut sampah yang diberikan Pemkab Gresik.
Andi juga menjelaskan, terkait pengolahan sampah di desa yang dipimpin olehnya, yang diberi label Biopori Organik. Dengan cara, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengajak warga untuk membuat biopori atau sumur resapan.
“Di desa saya TPS3R tidak bau dan terintegrasi. Tidak bau, karena masyarakat kita arahkan buat biopori. Terintegrasi, karena ada usaha ayam petelur dan tambak yang saling mendukung positif. Selain itu, masyarakat juga tidak binggung karena ada rumah kompos,” tutur Andi.
Ribuan sumur resapan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat penampungan sampah (TPS), yang selama ini menjadi biang masalah bau. Lubang biopori tersebut diisi sampah organik yang busuk, dari sisa makanan dan potongan tanaman.
Sedangkan sampah organik kering, dikumpulkan dalam tong sampah untuk kemudian diolah menjadi kompos. Proses pembuatan kompos dilakukan secara sederhana, namun efektif. Setelah melalui proses pengomposan selama sekitar satu bulan, sampah organik tersebut berubah menjadi kompos yang berkualitas baik, yang dapat digunakan sebagai pupuk alami.

