Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026

      Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

      14 Oktober 2026

      Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

      14 Oktober 2026

      Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

      14 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Forum Kolaborasi Kesehatan, Dinkes Gresik dan KWG Sinergi Kuatkan Visi Preventif
    Kesehatan

    Forum Kolaborasi Kesehatan, Dinkes Gresik dan KWG Sinergi Kuatkan Visi Preventif

    RedaksiBy Redaksi5 Desember 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam memajukan sektor kesehatan.

    Hal tersebut terungkap dalam Forum Kolaborasi dan Dialog Publik yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik bersama Komunitas Wartawan Gresik (KWG), yang dilaksanakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Jumat (5/12/2025).

    Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, paradigma kesehatan saat ini harus diubah. Dari pengobatan saat sakit, menjadi pencegahan melalui akses yang terjangkau. Terlebih, dirinya juga baru saja menerima penghargaan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) terkait peningkatan akses kesehatan.

    Namun demikian, Gus Yani mendedikasikan capaian dan penghargaan tersebut untuk seluruh Puskesmas yang ada di Gresik. Menurutnya, hadiah terbesar bagi masyarakat Gresik adalah, diterapkannya konsep kesehatan preventif yang didorong oleh Pemkab.

    “Kami terus mendorong masyarakat di Kelurahan dan Desa, untuk rutin melakukan cek up kesehatan gratis di Puskesmas,” tegas Gus Yani, di dampingi Kepala Dinkes Gresik Mukhibatul Khusnah.

    Baca Juga :  Agenda Pengabdian Masyarakat, Wabup Melepas Sebanyak 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik

    Gus Yani menandaskan, layanan tersebut cukup vital dan sangat krusial untuk mencegah penyakit kronis. Karena masyarakat bisa melakukan pengecekan kadar gula, asam urat, dan kolesterol tanpa dipungut biaya alias gratis.

    “Ini yang terus kita dorong. Konsepnya adalah pencegahan. Seringkali masyarakat bingung, apalagi kurang informasi, takut mengecek kesehatan karena khawatir bayar, padahal ini gratis. Harus ada edukasi dari Puskesmas,” terangnya.

    Dalam upaya meningkatkan layanan tersebut, Gus Yani menargetkan, peningkatan infrastruktur kesehatan secara menyeluruh. Dengan langkah nyata sudah dilakukan melalui tambahan delapan Puskesmas rawat inap, sehingga kini ada sebanyak 29 dari 32 Puskesmas di Kabupaten Gresik yang memiliki fasilitas rawat inap.

    “Problemnya karena tidak adanya lahan. Sehingga saya mendorong tiga Puskesmas yang belum ada rawat inap, bisa segera pindah lokasi yang lebih luas,” kata Gus Yani.

    Selain itu, Gus Yani juga mendorong optimalisasi Puskesmas Pembantu (Pustu), supaya digunakan secara maksimal untuk menggenjot program cek kesehatan gratis, didukung dengan upgrade dan pelatihan staf.

    Baca Juga :  Bupati Gresik; Dalam Situasi Keterbatasan Fiskal, Kolaborasi dan Saling Mendukung Menjadi Kunci

    Juga Fokus UHC
    Di satu sisi, Pemkab Gresik sudah memiliki Universal Health Coverage (UHC) sebagai jaminan bagi warga yang sakit. Karena Gresik sebagai kota industri, tentu memiliki tantangan, terutama berkaitan dengan hak kesehatan karyawan. Sehingga Gus Yani memberi instruksi tegas, agar pelayanan kesehatan di Puskesmas dilakukan secara prima.

    “Kalau ada karyawan yang sakit tiba-tiba di pabrik, terus dibawa ke Puskesmas, maka tetap harus dilayani,” ucap Gus Yani.

    Walaupun kemudian ditemukan bahwa pabrik tidak membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawan, pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Sementara untuk memastikan hak pekerja terpenuhi dan mencegah pelanggaran, Pemkab Gresik mengambil langkah proaktif.

    “Untuk itu kita bentuk URC Dinas Ketenagakerjaan Gresik. Tujuannya untuk memantau, bila ditemukan pelanggaran iuran BPJS Ketenagakerjaan oleh pabrik,” jelasnya.

    Program kesehatan tersebut mendapat apresiasi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Kepala Seksi Intelijen Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky menegaskan, dukungan terhadap program preventif yang dilakukan Pemkab Gresik, dan menambahkan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap BPJS.

    Baca Juga :  Bupati Gresik Dampingi Kepulangan 3 Anak PMI ke Kampung Halaman

    “Perusahaan wajib membayar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan karyawan, meski sudah dipecat. Tetap harus dibayar iurannya hingga enam bulan. Jika itu tidak terjadi, maka kami akan menindaklanjuti,” tegasnya.

    Sementara Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan dialog mewakili Polres Gresik, memuji peran Dinkes dan layanan 112 dalam penanganan cepat korban kecelakaan.

    “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang sudah terbangun. Mudah-mudahan pelayanan baik ini bisa terus terjalin,” ucap Andreas.

    Keseluruhan dialog, sekaligus menguatkan visi Gus Yani mengenai kesehatan di Kabupaten Gresik yang harus terjamin, terjangkau, dan bersifat preventif. Didukung oleh infrastruktur yang memadai, dan pengawasan ketat terhadap hak-hak para pekerja.

    BPJS Kesehatan Gresik BPJS Ketenagakerjaan Gresik Dialog publik Dinkes Gresik dan KWG Dinkes Gresik gresik Kabupaten Gresik Kolaborasi Dinkes Gresik dan KWG Komunitas Wartawan Gresik (KWG) pemkab gresik Puskesmas Gresik Puskesmas Rawat Inap Gresik
    Previous ArticleMelalui Program Gagah, Petrokimia Gresik Dukung Pemerintah Cetak SDM Lokal Andal Sektor Industri
    Next Article Ragam Kegiatan Dalam Kampanye Anti Korupsi di Kabupaten Lamongan

    Berita Terkait

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    Load More
    Berita Lainnya
    Pendidikan

    Komitmen Tingkatkan Kualitas Sektor Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng Sprix Inc Asal Jepang

    11 November 2025

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerja sama dengan Sprix Inc asal Tokyo, Jepang, guna…

    Selama Ramadhan, Pelayanan Publik di Lamongan Dipastikan Tetap Berjalan Maksimal

    Inflasi Kabupaten Gresik Bulan Juni 2025 Mencapai 1,44 Persen

    Pemkab Lamongan Kerja Sama Dengan CV Ratu Indonesia Untuk RPHU

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.