Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Rancangan KUA PPAS 2027, Pemkab Lamongan Tegaskan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

      9 Juli 2026

      Rangkaian Sedekah Bumi di Desa Tumapel, Ribuan Jamaah Padati Pengajian Akbar dan Sholawatan

      9 Juli 2026

      Kemendung Football Academy Lamongan Raih 2 Piala Liga Anak Megilan 2026

      9 Juli 2026

      Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen

      9 Juli 2026

      Cara Pemkab Lamongan Pergunakan Drone Bantuan dari Kementan Untuk Mengantisipasi Gagal Panen

      8 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen
    sosial

    Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen

    RedaksiBy Redaksi9 Juli 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Respon diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, untuk para petani yang terdampak kekeringan sehingga berakibat gagal panen (puso) di sejumlah wilayah.

    Bantuan sosial (bansos) secara simbolis diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, bertempat di Pendopo Kecamatan Cerme, Rabu (8/7/2026). Di mana bansos disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik kepada sebanyak 1.177 petani terdampak, berdasarkan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan.

    Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan para petani menghadapi dampak kekeringan seorang diri. Dengan bansos yang disalurkan merupakan wujud kepedulian, sekaligus komitmen pemerintah daerah hadir ketika masyarakat membutuhkan.

    “Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban panjenengan semua. Bantuan ini kami salurkan berdasarkan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan tahun 2026, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak,” ujar Gus Yani.

    Baca Juga :  Selaraskan Sinergitas, Pemkab Gresik Gelar Kegiatan Implementasi Retret

    “Harapan kami, Gresik ke depan semakin terbebas dari banjir dan kekeringan. Sehingga para petani dapat kembali panen dengan lancar, hasilnya meningkat, dan semakin sejahtera. Apalagi harga gabah saat ini juga sedang baik,” sambungnya.

    Dia menjelaskan, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama kehidupan dan perekonomian Kabupaten Gresik. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberi perlindungan kepada para petani, terutama saat menghadapi dampak akibat perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

    Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan, sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di waduk, sungai, maupun sumur, sekaligus meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

    Baca Juga :  Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    Data teknis Pemkab Gresik menunjukkan, terdapat 56 desa pada 11 kecamatan yang masuk wilayah berpotensi kekeringan sepanjang tahun 2026. Untuk mempercepat penanganan kebencanaan, Gus Yani kemudian menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan melalui Keputusan Bupati Gresik Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026. Penetapan status yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah termasuk BPBD Kabupaten Gresik, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, penanganan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

    Bansos disalurkan kepada 1.177 petani, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) oleh Dinas Pertanian. Penerima bantuan terdiri atas 1.013 petani di Kecamatan Cerme, 135 petani di Kecamatan Duduksampeyan, serta 29 petani di Kecamatan Benjeng. Khusus di Kecamatan Cerme, penerima bantuan berasal dari Desa Morowudi, Sukoanyar, Dadapkuning, Pandu, Ngembung, Guranganyar, dan Cagakagung.

    Selain memberi bansos, Gus Yani menginstruksikan BPBD bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gresik memperkuat upaya mitigasi jangka panjang, supaya dampak kekeringan dapat diminimalkan. Meliputi normalisasi embung, pembangunan jaringan irigasi yang adaptif, penggunaan varietas benih tahan kekeringan, hingga penguatan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    Baca Juga :  Tingkatkan Peran Perempuan di Era Digital, Pemdes Kedungsumber Gandeng KBPPPA Gresik

    “Penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Kita harus membangun sistem yang lebih tangguh agar petani Gresik tetap mampu berproduksi, meski menghadapi anomali cuaca,” katanya.

    Wati salah seorang penerima bantuan asal Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme mengaku, bersyukur atas perhatian Pemkab Gresik kepada para petani yang terdampak gagal panen. Menurutnya, bansos membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gagal panen akibat kekeringan.

    “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari kami. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli dengan kondisi kami, para petani,” tutur Wati.

    Bantuan Sosial (bansos) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik
    Previous ArticleCara Pemkab Lamongan Pergunakan Drone Bantuan dari Kementan Untuk Mengantisipasi Gagal Panen
    Next Article Kemendung Football Academy Lamongan Raih 2 Piala Liga Anak Megilan 2026

    Berita Terkait

    Rangkaian Sedekah Bumi di Desa Tumapel, Ribuan Jamaah Padati Pengajian Akbar dan Sholawatan

    9 Juli 2026

    Kades Pelemwatu Menganti Sukayin Melantik Robi Darwanto Sebagai Kepala Dusun Pelemdodol

    8 Juli 2026

    Gelaran Petronite Fest 2026 Hajatan Petrokimia Gresik Buat Omzet UMKM Meningkat

    6 Juli 2026

    Agenda Pengabdian Masyarakat, Wabup Melepas Sebanyak 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik

    6 Juli 2026

    Mencari Tambahan Siswa Untuk Program Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik Gandeng LKSA

    1 Juli 2026

    Wabup Gresik Dorong Percepatan Pendataan Secara Digital, Agar Target Sensus Dapat Segera Tercapai

    30 Juni 2026
    Search
    Terkini

    Rancangan KUA PPAS 2027, Pemkab Lamongan Tegaskan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

    Rangkaian Sedekah Bumi di Desa Tumapel, Ribuan Jamaah Padati Pengajian Akbar dan Sholawatan

    Kemendung Football Academy Lamongan Raih 2 Piala Liga Anak Megilan 2026

    Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen

    Cara Pemkab Lamongan Pergunakan Drone Bantuan dari Kementan Untuk Mengantisipasi Gagal Panen

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Jaga Tradisi, Ada Arakan Tumpeng dan Gunungan Hasil Bumi di Kletak Putatlor

    4 Agustus 2024

    MINATBACA.com – Sebagai bentuk rasa syukur dan menjaga tradisi warisan leluhur, ratusan warga Dusun Kletak,…

    Kirab HUT Pesepeda Ontoseno Dilepas Simbolis Bupati Lamongan

    Kabupaten Gresik Jadi Tuan Rumah Implementasi Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

    Bupati Gresik Memberikan Dokumen Asal Usul dan Administrasi Bagi Anak Pekerja Migran

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.