MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar kegiatan ‘implementasi retret’ sebagai upaya menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, daerah dan desa, dalam mendorong kemajuan wilayah.
Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wakil Bupati Asluchul Alif (dokter Alif) diikuti jajaran kepala dinas, camat, serta kepala desa/lurah se-Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan ini Gus Yani menegaskan, tujuan utama pertemuan adalah menyamakan satu langkah dan ritme kebersamaan demi mewujudkan Gresik Baru Lebih Maju. Gus Yani menyoroti pentingnya peran desa, sebagai penggerak utama dalam pembangunan daerah.
“Desa memiliki peran vital dalam kemajuan daerah. Maka kebersamaan dan kolaborasi menjadi kunci, agar setiap kebijakan yang digulirkan, baik dari pusat maupun daerah, bisa diterjemahkan hingga tingkat desa,” tegas Gus Yani.
Beberapa isu strategis yang turut dibahas dalam pertemuan di antaranya:
1. Ketahanan pangan dan harga gabah,
Bupati Gresik menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan, dengan menetapkan harga minimal gabah sebesar Rp6.500 agar petani tetap sejahtera. Selain itu, sawah tadah hujan akan didata dan nantinya diusulkan ke pemerintah pusat untuk dikembangkan menjadi lebih produktif.
2. Efisiensi anggaran,
Selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, Bupati Gresik juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran desa, memastikan setiap rupiah benar-benar berdampak bagi masyarakat.
3. Stabilisasi harga kebutuhan pokok,
Bupati Gresik meminta kepala desa turut aktif memantau harga kebutuhan pokok di pasar, agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat.
4. Pengelolaan sampah berbasis desa,
Salah satu perhatian serius adalah pengelolaan sampah. Bupati Gresik mendorong agar setiap desa memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk mengurangi sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
5. Kolaborasi desa dan BAZNAS Gresik,
Bupati juga mengajak pemerintah desa untuk bersinergi dengan BAZNAS Gresik melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa-desa, sebagai bentuk penguatan ekonomi umat dan dukungan bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara dokter Alif menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Tidak mungkin kami berdua berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci. Program-program yang kita jalankan harus linier, mulai dari tingkat desa, kabupaten, hingga nasional,” ujar Wabup dokter Alif.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Alif juga mengatakan empat fokus utama yang menjadi perhatian. Di antaranya Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam hubungannya dengan menggerakkan perekonomian lokal. Berikutnya adalah penanggulangan banjir akibat luapan Kali Lamong dan Bengawan Solo, baik itu berupa pembangunan kolam retensi maupun relokasi sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Hal lain yang juga menjadi fokus adalah peningkatan infrastruktur, meliputi eks jalan penghubung desa, sekolah dan puskesmas, dengan tujuan agar pelayanan publik semakin optimal. Terakhir, dokter Alif juga menekankan penguatan kolaborasi antar wilayah aglomerasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, yang juga menjadi moderator, melihat nilai positif dalam pertemuan tersebut. Washil menyampaikan, kegiatan yang dilakukan bersama kepala desa/lurah seperti demikian akan coba dilakukan secara berkala.
“Pertemuan ini menjadi ruang diskusi dan penyamaan visi. Ke depan, kami akan mengagendakan pertemuan serupa, agar komunikasi antara pemerintah daerah dan desa semakin solid,” ungkap Sekda Washil.

