Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

      8 Oktober 2026

      Pak Yes Mendorong KNPI Menjadi Mitra Strategis Pemkab Lamongan

      7 Oktober 2026

      Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

      7 Oktober 2026

      Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Gresik Ingin Kolaborasi Diperkuat Tanpa Diskriminasi

      6 Oktober 2026

      Sarasehan dan HKTI Fest 2026, Bupati Lamongan Ajak Generasi Milenial Gemari Pertanian Modern

      6 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen
    sosial

    Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen

    RedaksiBy Redaksi9 Juli 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Respon diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, untuk para petani yang terdampak kekeringan sehingga berakibat gagal panen (puso) di sejumlah wilayah.

    Bantuan sosial (bansos) secara simbolis diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, bertempat di Pendopo Kecamatan Cerme, Rabu (8/7/2026). Di mana bansos disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik kepada sebanyak 1.177 petani terdampak, berdasarkan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan.

    Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan para petani menghadapi dampak kekeringan seorang diri. Dengan bansos yang disalurkan merupakan wujud kepedulian, sekaligus komitmen pemerintah daerah hadir ketika masyarakat membutuhkan.

    “Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban panjenengan semua. Bantuan ini kami salurkan berdasarkan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan tahun 2026, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak,” ujar Gus Yani.

    Baca Juga :  Perkembangan Dunia Sastra di Kabupaten Gresik

    “Harapan kami, Gresik ke depan semakin terbebas dari banjir dan kekeringan. Sehingga para petani dapat kembali panen dengan lancar, hasilnya meningkat, dan semakin sejahtera. Apalagi harga gabah saat ini juga sedang baik,” sambungnya.

    Dia menjelaskan, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama kehidupan dan perekonomian Kabupaten Gresik. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberi perlindungan kepada para petani, terutama saat menghadapi dampak akibat perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

    Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan, sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di waduk, sungai, maupun sumur, sekaligus meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik dan UMG Bahas Kerja Sama Memperkuat Sinergi Pembangunan Daerah

    Data teknis Pemkab Gresik menunjukkan, terdapat 56 desa pada 11 kecamatan yang masuk wilayah berpotensi kekeringan sepanjang tahun 2026. Untuk mempercepat penanganan kebencanaan, Gus Yani kemudian menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan melalui Keputusan Bupati Gresik Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026. Penetapan status yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah termasuk BPBD Kabupaten Gresik, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, penanganan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

    Bansos disalurkan kepada 1.177 petani, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) oleh Dinas Pertanian. Penerima bantuan terdiri atas 1.013 petani di Kecamatan Cerme, 135 petani di Kecamatan Duduksampeyan, serta 29 petani di Kecamatan Benjeng. Khusus di Kecamatan Cerme, penerima bantuan berasal dari Desa Morowudi, Sukoanyar, Dadapkuning, Pandu, Ngembung, Guranganyar, dan Cagakagung.

    Selain memberi bansos, Gus Yani menginstruksikan BPBD bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gresik memperkuat upaya mitigasi jangka panjang, supaya dampak kekeringan dapat diminimalkan. Meliputi normalisasi embung, pembangunan jaringan irigasi yang adaptif, penggunaan varietas benih tahan kekeringan, hingga penguatan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    Baca Juga :  Kendalikan Laju Inflasi, Pemkab Gresik Menggelar Gerakan Pangan Murah

    “Penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Kita harus membangun sistem yang lebih tangguh agar petani Gresik tetap mampu berproduksi, meski menghadapi anomali cuaca,” katanya.

    Wati salah seorang penerima bantuan asal Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme mengaku, bersyukur atas perhatian Pemkab Gresik kepada para petani yang terdampak gagal panen. Menurutnya, bansos membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gagal panen akibat kekeringan.

    “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari kami. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli dengan kondisi kami, para petani,” tutur Wati.

    Bantuan Sosial (bansos) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik
    Previous ArticleCara Pemkab Lamongan Pergunakan Drone Bantuan dari Kementan Untuk Mengantisipasi Gagal Panen
    Next Article Kemendung Football Academy Lamongan Raih 2 Piala Liga Anak Megilan 2026

    Berita Terkait

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026

    Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Gresik Ingin Kolaborasi Diperkuat Tanpa Diskriminasi

    6 Oktober 2026

    Berkat Pendampingan Petrokimia Gresik, Batik Bangsawan Kini Menjangkau Pasaran Internasional

    3 Oktober 2026

    Perkuat Layanan Kesehatan, Petro Graha Medika Jalin Kerja Sama dengan IHH Healthcare Singapore

    2 Oktober 2026

    Susun Arah Pembangunan Berkelanjutan, Pemdes Menganti Selenggarakan Musdes Secara Terbuka

    1 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    Pak Yes Mendorong KNPI Menjadi Mitra Strategis Pemkab Lamongan

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Gresik Ingin Kolaborasi Diperkuat Tanpa Diskriminasi

    Sarasehan dan HKTI Fest 2026, Bupati Lamongan Ajak Generasi Milenial Gemari Pertanian Modern

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Wabup Gresik Mendampingi Wagub Jatim Hadiri Harlah PKDI ke-2 di Kecamatan Ujungpangkah

    15 Januari 2026

    MINATBACA.com – Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim)…

    Plt Bupati Sebut Pemuda Sebagai Subjek Pembangunan di Lamongan

    Upaya Petrokimia Gresik, Dalam Mendorong Terciptanya Ekosistem Budidaya Ikan Lele di Gresik

    Jawaban Plt Bupati Lamongan Akan Pembahasan R-APBD 2025

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.