Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

      1 Juni 2026

      Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

      1 Juni 2026

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Solusi Mengatasi Permasalahan Sampah, Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining
    Kesehatan

    Solusi Mengatasi Permasalahan Sampah, Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining

    RedaksiBy Redaksi24 Februari 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Komitmen dalam mengatasi permasalahan sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik coba menerapkan metode Landfill Mining sebagai salah satu solusi.

    Penerapan metode untuk pengurai sampah tersebut diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan di dampingi Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Selasa (24/2/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gresik, serta Pimpinan PT Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban, dan Pimpinan PT Semen Indonesia Tbk pabrik Rembang.

    Persoalan sampah, dikatakan Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, adalah tantangan besar bagi seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Gresik. Sebab seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan industri serta pemukiman, volume timbulan sampah juga terus meningkat.

    “Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi,” ujar Gus Yani.

    Gus Yani menjelaskan, teknologi Landfill Mining memungkinkan untuk mengolah kembali timbunan sampah lama, dengan memisahkan fraksi yang masih bernilai guna. Sehingga mengurangi volume sampah yang tertimbun di TPA.

    “Dengan kapasitas pengolahan sekitar 25 ton per jam, fasilitas ini diharapkan mampu secara bertahap mengurangi beban timbunan di TPA Ngipik,” ucapnya.

    Pemkab Gresik, lanjut Gus Yani, terus berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah. Sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sistem lama (kumpul-angkut-buang), tetapi bergerak menuju sistem pengolahan berbasis pengurangan, pemanfaatan kembali dan peningkatan nilai tambah.

    “Hasil pengolahan tidak berhenti sebagai limbah, tetapi menjadi sumber daya baru. Fraksi organik dapat dimanfaatkan sebagai tanah uruk, layening landfill, maupun media tanam,” kata Gus Yani.

    “Fraksi non organik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara. Ini adalah langkah konkret, mendukung transisi energi dan pengurangan emisi,” terangnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Gus Yani juga turut menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya mitra industri yang telah mendukung pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

    “Pengadaan fasilitas ini melalui APBD Kabupaten Gresik tahun anggaran 2025 sebesar Rp6 milliar, bukan hanya sekedar belanja peralatan. Melainkan investasi jangka panjang, untuk kualitas lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

    Selain mengandalkan Landfill Mining mengatasi tumpukan sampah di TPA Ngipik, Gus Yani juga menekankan, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta kecamatan, mengajak pemerintah desa di Gresik untuk membangun TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) guna menangani persoalan mengenai sampah.

    “Jika tidak memungkinkan membangun TPS3R dalam satu desa, bisa dibuat satu TPS3R untuk tiga desa. Tujuannya, sampah dapat dikelola terlebih dahulu di tingkat desa, sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA,” ungkap Gus Yani.

    “Mudah-mudahan melalui metode Landfill Mining ini, timbunan sampah lama di TPA digali kembali untuk dilakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang seperti bahan bakar alternatif RDF atau material lain,” tuturnya.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik sampah
    Previous ArticleSetahun Beroperasi, RSUD Gresik Sehati Tunjukkan Tren Positif
    Next Article Pendaftaran Sudah Dibuka, Pemkab Gresik Kembali Gelar Mudik Gratis Dengan Kuota 750 Peserta

    Berita Terkait

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    30 Mei 2026

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    29 Mei 2026

    Bupati Gresik Sebut Rokok Ilegal Jadi Musuh Bersama

    26 Mei 2026

    Bupati Gresik Mengajak Penyedia Barang dan Jasa Bersama Menjaga Integritas

    26 Mei 2026

    Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

    24 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

    Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah, Pemkab Gresik Menerima Dua Penghargaan Sekaligus

    2 Desember 2025

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima penghargaan kategori kinerja pelaksanaan program strategis nasional fiskal…

    Panen Raya Kedua, Harga Gabah Kering di Lamongan Lampaui HPP

    Berkat Inovasi Memajukan Pertanian di Indonesia, Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan

    Karnaval Budaya Ala Desa Tanjung Kedamean, Digelar Full Atribut Nusantara

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.