MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar high level meeting (HLM) untuk mengendalikan inflasi jelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), di Pendopo Lokatantra, Selasa (11/11/2025).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat membuka agenda tersebut menuturkan, HLM digelar dengan tujuan untuk menstabilkan inflasi di Kabupaten Lamongan. Dalam stabilisasi inflasi, memerlukan pemahaman mendalam tentang berbagai faktor penyebab. Mencakup data produksi, pasokan, distribusi barang, biaya transportasi, hingga harga di pasaran lokal. Sehingga HLM sangat penting untuk mengintegrasikan data dan informasi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, agar dapat merumuskan kebijakan yang terkoordinasi dengan baik dan efektif.
“Pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama. Upaya pengendalian tersebut dapat diawali melalui HLM, karena arah dan integrasi data bisa dilakukan,” tutur Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Pada Bulan Oktober 2025, terjadi inflasi year on year (YoY) Provinsi Jawa Timur sebesar 2,69 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,23. Sedangkan di Kabupaten Lamongan melalui sister city, tercatat inflasi sebesar 0,43 (bulan ke bulan) dan 2,83 (tahun ke tahun). Kelompok penyumbang inflasi terbesar adalah cabe rawit, cabe merah, minyak goreng, dan beberapa lainnya.
“Angka inflasi masih terkendali, namun kita harus terus menekan agar tidak terjadi lonjakan. Terlebih saat Nataru berpotensi terjadi inflasi yang tinggi,” kata Pak Yes.
Pak Yes lantas menjelaskan, Pemkab Lamongan akan menggencarkan strategi menekan inflasi dengan Close Loop Economy kolaborasi Koperasi Merah Putih & WASILA Efisiensi rantai pasok, stabilisasi harga, daya tahan global, gerakan ‘Lamongan Menanam Pangan’ Tanam serentak cabai, bawang, hortikultura perkuat ketahanan pangan rumah tangga, optimalisasi cadangan pangan daerah sinergi Bulog-DKPP-Disperindag menggunakan Early Warning System (BPS & BI), kerja sama antar daerah (Gerbangkertosusila) dengan memperluas pasokan lintas daerah guna mengurangi disparitas harga dan distribusi lancar.
Kemudian integrasi data dan dashboard Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menyinkronkan SIGAP dengan Dashboard TPID buat pengambilan keputusan cepat, presisi, berbasis data. Forum komunikasi publik TPID, publikasi harga dan stok secara terbuka mencegah spekulasi dan panic buying dengan membangun kepercayaan masyarakat, revitalisasi pasar tradisional fokus kenyamanan dan ketertiban pasar dorong transaksi digital dan pengawasan harga, kolaborasi BPS & TPID membangun indikator mikro daerah dasar kebijakan berbasis bukti (evidence-based)
“Seluruh OPD dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersinergi untuk melaksanakan strategi pengendalian inflasi di Kabupaten Lamongan. Selain itu, kami juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi maupun pusat,” ucap Pak Yes.
Selain itu, Pemkab Lamongan juga menerapkan 4K (ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif bagi tim pengendali inflasi daerah) untuk mengendalikan inflasi.
Adapun Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja menegaskan, stok beras di gudang beras Lamongan sangat aman, karena produksi padi yang melimpah. Hasil panen berupa beras sebanyak 522.524 ton, sedang kebutuhan beras masyarakat Lamongan sekitar 130.000 ton.

