Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026

      Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

      29 Mei 2026

      Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian
    Ekonomi

    Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian

    RedaksiBy Redaksi17 November 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Usai gelaran konser dangdut di tengah kondisi Gresik selatan kebanjiran menuai kritik, kini giliran pengelolaan Car Free Day (CFD) Gresik yang menuai sorotan.

    Hal itu dikarenakan pada agenda di bawah naungan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbud) Kabupaten Gresik tersebut, sejumlah pelaku UMKM dan juga pedagang mengeluh adanya dugaan praktik suap dalam mempercepat antrian stan. Meski aturan resmi mengenai hal tersebut, telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) paguyuban.

    M Ismail Fahmi selaku penggerak UMKM Gresik mengatakan, sesuai AD/ART yang berlaku, setiap pelaku usaha wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 untuk mendapatkan nomor antrian berjualan di CFD. Namun Fahmi menemukan ada dugaan praktik tidak resmi, berupa permintaan uang antara Rp300.000 hingga Rp500.000 oleh oknum ketua CFD, supaya pelapak bisa langsung berjualan tanpa harus menunggu antrian panjang.

    “UMKM yang mendaftar resmi, sudah antri sejak 2023 dan jumlahnya kini mencapai sekitar 100-an pelaku usaha. Tapi ada oknum yang menawarkan jalan pintas, dengan bayar lebih mahal,” ujar Fahmi saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/11/2025).

    Fahmi menambahkan, setelah ditelusuri bersama sejumlah ketua UMKM dan pemerhati UMKM Gresik, termasuk Memet dari wilayah utara. Ditemukan adanya kewajiban transfer dana pendaftaran ke rekening pribadi oknum, bukan ke rekening resmi paguyuban yang sebenarnya juga sudah tersedia.

    “Rekening paguyuban CFD itu ada. Tapi kok yang dipakai rekening pribadi? Itu yang jadi pertanyaan,” ucap Fahmi.

    Fahmi mengaku, telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak penanggung jawab CFD, serta Kepala Disparekrafbud Kabupaten Gresik. Dia juga sudah meminta, supaya sistem pendaftaran dan antrian segera ditertibkan.

    “Ini menyangkut UMKM, harusnya dibina sesuai dengan semangat Nawa Karsa Pemkab Gresik. Tapi ternyata masih ada dugaan suap-menyuap di lingkup CFD, yang berada langsung di bawah Disparekrafbud,” ungkapnya.

    Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut menyatakan, pihaknya sudah meminta paguyuban CFD untuk menelusuri kebenaran laporan tersebut.

    “Prinsipnya, kita sudah meminta menelusuri berita itu benar atau tidak ke paguyubannya. Kita kasih waktu sampai dua sampai tiga hari ke depan,” kata Ghozali.

    Apabila benar ada oknum yang melakukan praktik tersebut, ucap Ghozali, Disparekrafbudpora Gresik siap menjatuhkan sanksi maupun mengambil tindakan tegas.

    “Kalau memang ada oknum tersebut adalah benar, maka kita akan meminta yang bersangkutan untuk dikasih sanksi tegas, bahkan dinonaktifkan saja,” ucap Ghozali.

    Para pelaku UMKM dan pedagang berharap, evaluasi dan penertiban dapat segera dilakukan, mengingat CFD selama ini menjadi ruang penting bagi pelaku usaha kecil untuk mendapat penghasilan. Sembari paguyuban CFD masih melakukan verifikasi internal, pelaku UMKM dan pedagang menunggu langkah tegas dari Pemerintah Daerah untuk memastikan pengelolaan CFD, dapat berjalan dengan transparan dan adil bagi seluruh pelaku usaha.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticleProduk Semen dari SIG Jadi Produk Unggulan di Bali Lantaran Dipercaya Para Konsumen
    Next Article Operasi Zebra Semeru 2025, Berikut Tujuan, Tanggal Pelaksanaan Hingga Sasaran Penertiban di Gresik

    Berita Terkait

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    30 Mei 2026

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    29 Mei 2026

    Bupati Gresik Sebut Rokok Ilegal Jadi Musuh Bersama

    26 Mei 2026

    Bupati Gresik Mengajak Penyedia Barang dan Jasa Bersama Menjaga Integritas

    26 Mei 2026

    Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

    24 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Hadiri Puncak Harlah NU ke-102, Wabup Gresik Serukan Kolaborasi di Era Digital

    22 Februari 2025

    MINATBACA.com – Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menghadiri puncak resepsi peringatan Hari Lahir (Harlah)…

    Wamen KP Tinjau Pembentukan Koperasi Merah Putih di Gresik

    Kabupaten Gresik Jadi Tuan Rumah Implementasi Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

    Cara Komunitas Persebaya ABG Bersama Allegiant Berkontribusi untuk UMKM Lokal

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.