Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian
    Ekonomi

    Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian

    RedaksiBy Redaksi17 November 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Usai gelaran konser dangdut di tengah kondisi Gresik selatan kebanjiran menuai kritik, kini giliran pengelolaan Car Free Day (CFD) Gresik yang menuai sorotan.

    Hal itu dikarenakan pada agenda di bawah naungan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbud) Kabupaten Gresik tersebut, sejumlah pelaku UMKM dan juga pedagang mengeluh adanya dugaan praktik suap dalam mempercepat antrian stan. Meski aturan resmi mengenai hal tersebut, telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) paguyuban.

    M Ismail Fahmi selaku penggerak UMKM Gresik mengatakan, sesuai AD/ART yang berlaku, setiap pelaku usaha wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 untuk mendapatkan nomor antrian berjualan di CFD. Namun Fahmi menemukan ada dugaan praktik tidak resmi, berupa permintaan uang antara Rp300.000 hingga Rp500.000 oleh oknum ketua CFD, supaya pelapak bisa langsung berjualan tanpa harus menunggu antrian panjang.

    Baca Juga :  Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak

    “UMKM yang mendaftar resmi, sudah antri sejak 2023 dan jumlahnya kini mencapai sekitar 100-an pelaku usaha. Tapi ada oknum yang menawarkan jalan pintas, dengan bayar lebih mahal,” ujar Fahmi saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/11/2025).

    Fahmi menambahkan, setelah ditelusuri bersama sejumlah ketua UMKM dan pemerhati UMKM Gresik, termasuk Memet dari wilayah utara. Ditemukan adanya kewajiban transfer dana pendaftaran ke rekening pribadi oknum, bukan ke rekening resmi paguyuban yang sebenarnya juga sudah tersedia.

    “Rekening paguyuban CFD itu ada. Tapi kok yang dipakai rekening pribadi? Itu yang jadi pertanyaan,” ucap Fahmi.

    Fahmi mengaku, telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak penanggung jawab CFD, serta Kepala Disparekrafbud Kabupaten Gresik. Dia juga sudah meminta, supaya sistem pendaftaran dan antrian segera ditertibkan.

    Baca Juga :  Komunitas Wartawan Gresik Bakal Kembali Gelar Festival Nasi Krawu

    “Ini menyangkut UMKM, harusnya dibina sesuai dengan semangat Nawa Karsa Pemkab Gresik. Tapi ternyata masih ada dugaan suap-menyuap di lingkup CFD, yang berada langsung di bawah Disparekrafbud,” ungkapnya.

    Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut menyatakan, pihaknya sudah meminta paguyuban CFD untuk menelusuri kebenaran laporan tersebut.

    “Prinsipnya, kita sudah meminta menelusuri berita itu benar atau tidak ke paguyubannya. Kita kasih waktu sampai dua sampai tiga hari ke depan,” kata Ghozali.

    Apabila benar ada oknum yang melakukan praktik tersebut, ucap Ghozali, Disparekrafbudpora Gresik siap menjatuhkan sanksi maupun mengambil tindakan tegas.

    “Kalau memang ada oknum tersebut adalah benar, maka kita akan meminta yang bersangkutan untuk dikasih sanksi tegas, bahkan dinonaktifkan saja,” ucap Ghozali.

    Baca Juga :  Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

    Para pelaku UMKM dan pedagang berharap, evaluasi dan penertiban dapat segera dilakukan, mengingat CFD selama ini menjadi ruang penting bagi pelaku usaha kecil untuk mendapat penghasilan. Sembari paguyuban CFD masih melakukan verifikasi internal, pelaku UMKM dan pedagang menunggu langkah tegas dari Pemerintah Daerah untuk memastikan pengelolaan CFD, dapat berjalan dengan transparan dan adil bagi seluruh pelaku usaha.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticleProduk Semen dari SIG Jadi Produk Unggulan di Bali Lantaran Dipercaya Para Konsumen
    Next Article Operasi Zebra Semeru 2025, Berikut Tujuan, Tanggal Pelaksanaan Hingga Sasaran Penertiban di Gresik

    Berita Terkait

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Gebyar Hari Santri, Ribuan Masyarakat di Gresik Kompak Memakai Sarung

    11 November 2024

    MINATBACA.com – Meramaikan gebyar Hari Santri Nasional (HSN), sekaligus menjaga identitas Gresik sebagai Kota Santri,…

    Hadiri Harkopnas ke-79, Wabup Gresik Tegaskan Bukan Sekadar Peringatan Tahunan

    Usai Kebakaran, Presdir PTFI Tinjau Smelter Gresik dan Resmikan Masjid

    Kerap Kebanjiran, Warga Desa Babaksari Gotong Royong Bangun Tanggul di Dusun Petissari

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.