Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Jadi Narasumber, Pak Yes Sampaikan Gambaran Mengenai Perekonomian Hingga Potensi Lamongan

      31 Agustus 2026

      Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau, SIG Menghadirkan Solusi Bata Interlock Presisi

      31 Agustus 2026

      Sesi Offline Megpreneur 2026 di Lamongan Ditutup, Inkubasikan Inovasi Bisnis Hingga Agripreneur

      29 Agustus 2026

      Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

      28 Agustus 2026

      Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

      28 Agustus 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian
    Ekonomi

    Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian

    RedaksiBy Redaksi17 November 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Usai gelaran konser dangdut di tengah kondisi Gresik selatan kebanjiran menuai kritik, kini giliran pengelolaan Car Free Day (CFD) Gresik yang menuai sorotan.

    Hal itu dikarenakan pada agenda di bawah naungan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbud) Kabupaten Gresik tersebut, sejumlah pelaku UMKM dan juga pedagang mengeluh adanya dugaan praktik suap dalam mempercepat antrian stan. Meski aturan resmi mengenai hal tersebut, telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) paguyuban.

    M Ismail Fahmi selaku penggerak UMKM Gresik mengatakan, sesuai AD/ART yang berlaku, setiap pelaku usaha wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 untuk mendapatkan nomor antrian berjualan di CFD. Namun Fahmi menemukan ada dugaan praktik tidak resmi, berupa permintaan uang antara Rp300.000 hingga Rp500.000 oleh oknum ketua CFD, supaya pelapak bisa langsung berjualan tanpa harus menunggu antrian panjang.

    Baca Juga :  Ada Rumah Kompos, Pemdes Manyar Sidomukti Berharap Bisa Tingkatkan PADes

    “UMKM yang mendaftar resmi, sudah antri sejak 2023 dan jumlahnya kini mencapai sekitar 100-an pelaku usaha. Tapi ada oknum yang menawarkan jalan pintas, dengan bayar lebih mahal,” ujar Fahmi saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/11/2025).

    Fahmi menambahkan, setelah ditelusuri bersama sejumlah ketua UMKM dan pemerhati UMKM Gresik, termasuk Memet dari wilayah utara. Ditemukan adanya kewajiban transfer dana pendaftaran ke rekening pribadi oknum, bukan ke rekening resmi paguyuban yang sebenarnya juga sudah tersedia.

    “Rekening paguyuban CFD itu ada. Tapi kok yang dipakai rekening pribadi? Itu yang jadi pertanyaan,” ucap Fahmi.

    Fahmi mengaku, telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak penanggung jawab CFD, serta Kepala Disparekrafbud Kabupaten Gresik. Dia juga sudah meminta, supaya sistem pendaftaran dan antrian segera ditertibkan.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Turut Kirim Bantuan Untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    “Ini menyangkut UMKM, harusnya dibina sesuai dengan semangat Nawa Karsa Pemkab Gresik. Tapi ternyata masih ada dugaan suap-menyuap di lingkup CFD, yang berada langsung di bawah Disparekrafbud,” ungkapnya.

    Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut menyatakan, pihaknya sudah meminta paguyuban CFD untuk menelusuri kebenaran laporan tersebut.

    “Prinsipnya, kita sudah meminta menelusuri berita itu benar atau tidak ke paguyubannya. Kita kasih waktu sampai dua sampai tiga hari ke depan,” kata Ghozali.

    Apabila benar ada oknum yang melakukan praktik tersebut, ucap Ghozali, Disparekrafbudpora Gresik siap menjatuhkan sanksi maupun mengambil tindakan tegas.

    “Kalau memang ada oknum tersebut adalah benar, maka kita akan meminta yang bersangkutan untuk dikasih sanksi tegas, bahkan dinonaktifkan saja,” ucap Ghozali.

    Baca Juga :  Pesan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin untuk Kabupaten Gresik

    Para pelaku UMKM dan pedagang berharap, evaluasi dan penertiban dapat segera dilakukan, mengingat CFD selama ini menjadi ruang penting bagi pelaku usaha kecil untuk mendapat penghasilan. Sembari paguyuban CFD masih melakukan verifikasi internal, pelaku UMKM dan pedagang menunggu langkah tegas dari Pemerintah Daerah untuk memastikan pengelolaan CFD, dapat berjalan dengan transparan dan adil bagi seluruh pelaku usaha.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticleProduk Semen dari SIG Jadi Produk Unggulan di Bali Lantaran Dipercaya Para Konsumen
    Next Article Operasi Zebra Semeru 2025, Berikut Tujuan, Tanggal Pelaksanaan Hingga Sasaran Penertiban di Gresik

    Berita Terkait

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    28 Agustus 2026

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    27 Agustus 2026

    Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

    27 Agustus 2026

    Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polres Gresik Ungkap 14 Kasus

    26 Agustus 2026

    Wabup Gresik Dengarkan Langsung Keluhan Warga Saat Serahkan Bantuan di Benjeng

    25 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Jadi Narasumber, Pak Yes Sampaikan Gambaran Mengenai Perekonomian Hingga Potensi Lamongan

    Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau, SIG Menghadirkan Solusi Bata Interlock Presisi

    Sesi Offline Megpreneur 2026 di Lamongan Ditutup, Inkubasikan Inovasi Bisnis Hingga Agripreneur

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Antusias Masyarakat Iringi Lamongan Tempo Doeloe 2025 Ditutup

    22 Juni 2025

    MINATBACA.com – Lamongan Tempo Doeloe (LTD) 2025 resmi ditutup oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, setelah…

    Tingkatkan PADes, Pemdes Sumengko Gresik Resmikan GOR Serbaguna

    Pemkab Gresik dan Kejari Sepakat Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

    Langkah Pemdes Sukorejo Kebomas Atasi Tingkat Pengangguran Warga

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.