MINATBACA.com – Penghargaan kembali berhasil diraih PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero).
Melalui inovasi GladiAgro: Next-Gen Soil Revival sebagai solusi untuk membantu memulihkan kesehatan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan, insan Petrokimia Gresik berhasil meraih penghargaan tertinggi sebagai Outstanding Distinguished Innovator dalam ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN). Capaian ini sekaligus membuka jalan bagi GladiAgro untuk diperkenalkan dalam forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, September 2026.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, GladiAgro dikembangkan untuk menjawab tantangan menurunnya kualitas tanah pertanian, yang dapat berdampak pada efektivitas pemupukan dan produktivitas pertanian.
“GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujar Daconi, Selasa (28/7/2026).
Adapun inovasi tersebut lahir, dari kepedulian insan Petrokimia Gresik terhadap menurunnya kualitas tanah pertanian di Indonesia. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh penggunaan pupuk yang belum berimbang, serta masih adanya praktik pembakaran limbah pertanian. Berdasar hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah yang dilakukan Petrokimia Gresik sejak 2016 pada 27 provinsi di Indonesia, sebanyak 91,9 persen sampel menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas dan kesuburan tanah, mengurangi efektivitas pemupukan, serta membuat peningkatan produktivitas pertanian menjadi kurang optimal.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, GladiAgro memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba unggul Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi lantas dikembalikan ke lahan guna meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan membantu memulihkan kesuburan.
“GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” jelasnya.
GladiAgro telah diterapkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada berbagai komoditas pangan dan hortikultura. Program ini sekaligus diperkuat dengan AgrooFertile App berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan spesifik komoditas. Sehingga melalui AgrooFertile App, petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan komoditas dan kondisi lahan. Sehingga pemupukan dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.
Selain itu, GladiAgro memiliki potensi untuk direplikasi pada berbagai komoditas dan wilayah. Inovasi ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 4 tentang peningkatan kapasitas petani, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 15 tentang pemulihan ekosistem daratan, serta SDG 17 tentang penguatan kolaborasi multipihak. Sementara SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 dimulai pada Desember 2025, dan berlangsung selama enam bulan, dengan diikuti oleh 72 inovator muda dari 18 perusahaan.
Daconi menyampaikan, penghargaan yang diterima menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Petrokimia Gresik dalam mengembangkan solusi agroindustri, yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
“Penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dan memperluas manfaat GladiAgro,” kata Daconi.
“Kami berharap, inovasi ini dapat menjadi praktik baik dari Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjawab tantangan kesehatan tanah dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” sambungnya.

