MINATBACA.com – Dukungan diberikan Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, yang turut andil terciptanya ekosistem pertanian yang produktif di Timor Leste, hingga akhirnya mampu melahirkan produk pangan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, dukungan yang diberikan oleh pihaknya tersebut melalui pendampingan budidaya pertanian dan support pupuk nonsubsidi unggulan Petrokimia Gresik. Hal ini diungkapkan Dwi Satriyo, usai menghadiri peluncuran beras nasional perdana Timor Leste, di Dili, beberapa waktu lalu.
Menurut Dwi Satriyo, hasil positif dari pendampingan yang dilakukan oleh pihaknya, mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Timor Leste. Dari sebelumnya hanya 1,5 – 3 ton per Hektare (Ha), menjadi 8-11 ton/Ha atau terjadi peningkatan antara tiga hingga lima kali lipat. Selain itu, budidaya bisa dilakukan dua hingga tiga kali dalam setahun, dari sebelumnya hanya sekali setiap tahun.
“Dukungan ini tentu kami berikan, setelah Petrokimia Gresik mengutamakan amanah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi di dalam negeri,” ungkap Dwi Satriyo.
“Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi Petrokimia Gresik dalam mendukung masyarakat dunia, khususnya di kawasan Asean yang tengah ramai berdiskusi tentang isu krisis pangan,” sambungnya.
Petrokimia Gresik dalam program pendampingan budidaya tersebut, bekerja sama melalui PT Petrosida Gresik dengan Camara de Comercio e Industria de Timor Leste (CCI LT), mulai Oktober 2023. Di mana Petrokimia Gresik melalui PT Petrosida Gresik, telah melakukan pendampingan budidaya di sepuluh titik demplot yang tersebar di wilayah Maliana, Vemase, Los Palos, Manatutu dan Baucau, dengan total luasan 10 Ha.
Kegiatan budidaya dilakukan dengan menggunakan pupuk nonsubsidi Petrokimia Gresik. Selain itu juga, mengaplikasikan pestisida dan bahan organik dari Petrokimia Gresik Grup.
“Dari hasil panen ini, kemudian dilakukan pengolahan oleh CCI LT menjadi produk pangan berupa beras. Dan beras bermerk MANA BOOT ini, menjadi produk beras nasional pertama bagi Timor Leste,” ujar Dwi Satriyo.
Dwi Satriyo menambahkan, kerja sama pendampingan akan diperluas pada komoditas potensial Timor Leste. Yakni, kentang, jeruk dan tembakau, sehingga produktivitas komoditas dapat meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Untuk menyukseskan program perluasan pendampingan telah dibentuk 13 tenaga aplikator, sebagai tenaga agronomis yang akan menjadi ujung tombak di lapangan,” kata Dwi Satriyo.
“Petrokimia Gresik juga akan mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia pertanian di Timor Leste yang andal dan berkualitas, demi terwujudnya kemandirian pertanian setempat,” pungkasnya.

