MINATBACA.com – Terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan tebu, membuat kerja sama Petrokimia Gresik dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan anak perusahaan ID Food diperluas.
Selama lima tahun terakhir, Program Agrosolution Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mampu meningkatkan produktivitas tebu pada akumulasi luas lahan program mencapai 244.721 hektare (ha) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Manfaat program tersebut lantas diperluas melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), yang dilakukan Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus, bersama dengan perwakilan SGN dan dua anak perusahaan ID Food, PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Gresik, baru-baru ini.
“Petrokimia Gresik berkolaborasi bersama SGN dan beberapa anak perusahaan ID FOOD yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir,” ungkap Johanes.
“Alhamdulillah, program ini mampu memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” lanjutnya.
Johanes menjelaskan, Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap swasembada gula nasional. Program mulai dijalankan pada 2021, dan berhasil meningkatkan panen tebu dengan cakupan lahan yang terus meningkat setiap tahun. Yakni, seluas 6.747 ha pada tahun 2021, meningkat menjadi 47.700 ha pada 2022, seluas 53.888 ha pada 2023, seluas 60.501 ha pada 2024, dan 75.885 ha pada 2025.
Program tersebut dijalankan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan rata-rata mampu meningkatkan produktivitas tebu sebesar 12 persen. Melalui peningkatan hasil panen, membuat pendapatan petani juga turut meningkat rata-rata sebesar Rp8,1 juta per hektare.
“Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang semakin optimal, didukung oleh efisiensi penggunaan agroinput, serta penerapan praktik budidaya yang lebih terarah,” jelasnya.
Johanes menambahkan, program juga berkontribusi terhadap agenda nasional dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Di antaranya, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat produksi dalam negeri, membangun sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.
“Paling utama, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agroinput yang digunakan dalam Agrosolution merupakan produk non-subsidi,” terang Johanes.
“Petani tidak perlu khawatir, penggunaan pupuk non-subsidi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan mereka,” sambungnya.
Program Agrosolution merupakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm, yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Mulai lembaga perbankan yang memberikan dukungan permodalan bagi petani, lembaga asuransi, hingga offtaker pertanian.
Johanes menerangkan, dalam program, Petrokimia Gresik memberi jaminan penyediaan pupuk non-subsidi kepada petani tebu binaan Pabrik Gula (PG) di lingkup SGN dan ID FOOD Group. Petrokimia Gresik juga memberikan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit, layanan uji tanah melalui tenaga Agronomis Petrokimia Gresik, serta Smart Precision Farming melalui Petrospring. Melalui dukungan, petani memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman sehingga lebih presisi, efektif, dan efisien.
“Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk akselerasi yang lebih besar. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis kolaborasi ini dapat meningkatkan produktivitas tebu, sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula nasional yang berkelanjutan,” tutur Johanes.
Direktur Keuangan SGN Hariyanto menyampaikan, terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan kini kembali dilanjutkan. Menurutnya, program memberi banyak manfaat. Tidak hanya bagi petani, tetapi juga dalam upaya bersama mewujudkan swasembada gula nasional.
“Dalam kerja sama ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution untuk memberikan jaminan pasar kepada para petani tebu. Terima kasih atas kesempatan bermitra ini,” kata Hariyanto.

