Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Gresik Cup 2026 Resmi Dibuka, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi

      21 Juli 2026

      Pemkab Lamongan Bersama BBWS Bersiap Keruk Waduk Gondang dengan Metode Baru

      20 Juli 2026

      Masukan DPRD Gresik Terkait Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

      20 Juli 2026

      Meriahkan HJL ke-457 dan Hari Bhayangkara ke-80, Ada Lamongan Vespa Day 2026

      18 Juli 2026

      Bentuk Rasa Syukur, Kepala Desa Tanjung Sebut Tradisi Sedekah Bumi Penting untuk Dilestarikan

      17 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Cara Desa Petiyintunggal Pertahankan Warisan Leluhur di Tengah Era Modern
    Budaya

    Cara Desa Petiyintunggal Pertahankan Warisan Leluhur di Tengah Era Modern

    RedaksiBy Redaksi9 September 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Tradisi budaya bagi Bangsa Indonesia adalah identitas yang harus dijaga untuk mengenal jati diri. Di era peradaban modern yang ditandai kemajuan Teknologi Informasi (TI) yang kian canggih, tidak mudah untuk dapat mempertahankan eksistensi tersebut.

    Bahkan, tradisi budaya Nusantara saat ini cenderung semakin ditinggalkan, karena arus transformasi budaya luar kian masif menawarkan nilai baru yang kadang bertentangan dengan karakter Bangsa Indonesia. Tradisi yang kian pudar salah satunya adalah sedekah bumi, yang identik dengan tradisi budaya petani Jawa.

    Padahal sedekah bumi merupakan ritual yang penuh sarat nilai moral dan agama, karena mengajarkan rasa bersyukur, kerukunan serta gotong royong. Di mana masyarakat diajak berkumpul bersama dengan membawa makanan hasil bumi, yang kemudian dilakukan ritual doa ucapan rasa syukur dan mohon kelancaran rejeki.

    Di Kabupaten Gresik, kearifan lokal tersebut masih tetap dipertahankan atau dilestarikan di sebagian desa saja. Salah satu desa yang terus merawat tradisi tersebut, Desa Petiyintunggal di Kecamatan Dukun, yang setiap tahun rutin melaksanakan sedekah bumi.

    “Alhamdulillah, desa ini masih terus merawat tradisi sedekah bumi. Ini bagian dari menjaga warisan leluhur kami,” ujar Kepala Desa Petiyintunggal, Mat Asroful, Senin (9/9/2024).

    Mat Asroful menyampaikan, jika ritual sedekah bumi di desanya sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, sejak dirinya masih kecil tradisi sedekah bumi sudah ada dan diperkirakan telah berusia ratusan tahun yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur.

    Mat Asroful menambahkan, desa yang dipimpin olehnya sulit meniadakan kearifan lokal tersebut. Karena sudah menjadi mitos, jika tidak mengadakan upacara sedekah bumi, akan terjadi musibah atau hasil bumi yang didapat warga tidak maksimal.

    “Masyarakat sini rasanya nggak enak, kalau tidak ada sedekah bumi. Dulu ada cerita, pernah sekali tidak mengadakan sedekah bumi, terus terjadi musibah,” tuturnya.

    Mat Asroful menjelaskan, sedekah bumi yang dilaksanakan untuk mensyukuri atas melimpahnya hasil bumi di desanya. Di mana desanya merupakan daerah yang subur, sehingga menjadi sentra pembibitan padi di Gresik. Selain itu, kegiatan sedekah bumi bertujuan untuk menjaga dan memupuk kerukunan antar warga.

    “Ini bisa menjadi sarana dalam merawat kebersamaan, melestarikan nilai kerukunan dan menjaga gotong royong,” sambungnya.

    Untuk kegiatan sedekah bumi tahun ini, Pemdes Petiyintunggal mengadakan rangkaian kegiatan selama empat hari, mulai tanggal 3 sampai 6 September. Dengan rangkaian kegiatan di antaranya doa bersama sekaligus mengadakan pengajian di masing-masing dusun yakni, Dusun Petiyin, Jajar dan Petis, pada Selasa dan Rabu (3-4/9/2024).

    Sementara pada Kamis (5/9/2024), mengadakan ritual ‘Metu Ambeng Sedekah Bumi’ yang dilaksanakan bergiliran di setiap rumah pada pagi hari. Kemudian malamnya, digelar kesenian tradisional berupa pagelaran wayang kulit dan campursari di Balai Desa Petiyintunggal. Sementara Jumat (6/9/2024) mengadakan doa bersama Majlis Al Khidmah dan pengajian di balai desa setempat.

    Mat Asforul menyampaikan, rangkaian kegiatan tahun ini hampir sama persis dengan sedekah bumi pada tahun lalu. Sedangkan alasan memadukan antara kegiatan tradisi budaya dan agama, dikarenakan tradisi budaya dan ajaran agama merupakan satu kesatuan yang harus saling mengisi. Karena tradisi budaya, sebagai alat atau sarana efektif untuk syiar agama.

    Selain itu, kata Mat Asroful, dengan adanya kesenian tradisional wayang kulit dan campursari, bertujuan untuk berkontribusi dalam melestarikan kesenian tradisional, yang peminatnya semakin berkurang di tengah ancaman modernisasi saat ini.

    “Alhamdulillah, masyarakat bisa terhibur dengan pertunjukkan campursari dan wayang kulit,” kata Mat Asroful.

    petiyintunggal
    Previous ArticlePemdes Kandangan Gelar Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Narkoba
    Next Article Petrokimia Gresik Hadir Menjadi Saksi Lahirnya Produk Pangan di Timor Leste
    Search
    Terkini

    Bupati Gresik Cup 2026 Resmi Dibuka, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi

    Pemkab Lamongan Bersama BBWS Bersiap Keruk Waduk Gondang dengan Metode Baru

    Masukan DPRD Gresik Terkait Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

    Meriahkan HJL ke-457 dan Hari Bhayangkara ke-80, Ada Lamongan Vespa Day 2026

    Bentuk Rasa Syukur, Kepala Desa Tanjung Sebut Tradisi Sedekah Bumi Penting untuk Dilestarikan

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Ribuan Warga Pulang Kampung Ikut Program Mudik Gratis Pemkab Gresik

    27 Maret 2025

    MINATBACA.com – Untuk kesekian kali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, memberi kemudahan bagi ribuan warga untuk…

    Bupati Lamongan Lantik 96 Pejabat Tinggi Pratama, Administrasi dan Pengawas

    Dari Stadion Surajaya, Pemkab Lamongan Fasilitasi 146 Pemudik Balik Gratis

    Sebanyak 32 Tim Berebut Gelar Juara Lomba Dayung Piala Bupati Gresik 2024

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.