Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026

      Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

      29 Mei 2026

      Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Melalui DAK PPKT 2025, Pemkab Gresik Terus Tangani Pengentasan Pemukiman Kumuh
    sosial

    Melalui DAK PPKT 2025, Pemkab Gresik Terus Tangani Pengentasan Pemukiman Kumuh

    RedaksiBy Redaksi3 September 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam menata kawasan permukiman kumuh berlanjut. Setelah Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu, agenda serupa bakal dilakukan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, salah satu tantangan pembangunan di Kabupaten Gresik adalah bagaimana menghadirkan lingkungan permukiman layak huni, sehat, inklusif dan berkelanjutan. Melalui Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) tahun 2025, diharapkan Kabupaten Gresik bebas dari permukiman kumuh.

    “Permukiman kumuh bukan hanya sekadar rumah reyot, atau jalan becek. Kumuh adalah tanda bagaimana saudara-saudara kita yang hidup tanpa kepastian hukum atas tanahnya, tanpa sanitasi yang sehat, tanpa air bersih yang layak. Bahkan yang rawan akan bencana banjir, kumuh adalah cermin bahwa pembangunan belum merata,” ungkap Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Rabu (3/9/2025).

    Dia lantas menjelaskan, Desa Campurejo adalah contoh nyata bagaimana kawasan tersebut menghadapi persoalan jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi dan juga persampahan. Tidak sedikit warga yang tinggal di rumah tidak layak, di tengah keterbatasan ekonomi. Inilah alarm yang mengingatkan, bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun.

    “Karena itu, Pemkab Gresik berkolaborasi bersama Bank Gresik, Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Kantor ATR/BPN hadir. Melalui program DAK PPKT Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian PU, dana DAK dialokasikan di Desa Campurejo sebesar Rp24,7 miliar,” ujar Gus Yani.

    Menurut Gus Yani, dana tersebut bukan sekadar angka, tetapi harapan masyarakat memiliki rumah layak huni. Serta harapan dari masyarakat setempat agar tanah mereka memiliki kepastian hukum, harapan agar anak-anak tumbuh sehat, serta harapan masyarakat agar tidak lagi hidup dalam kerentanan bencana.

    Selain itu, Gus Yani juga mengapresiasi Bank Gresik selaku BUMD, yang senantiasa mendukung akses pembiayaan masyarakat rentan, serta kepada IPPAT yang berperan dalam memastikan proses legalisasi dan sertifikasi tanah berjalan sesuai aturan. Dengan Gus Yani berharap, masyarakat Desa Campurejo dapat dibantu untuk segera memperoleh kepastian hukum pertanahan, sekaligus kesempatan ekonomi yang lebih luas.

    “Target ini sejalan dengan strategi Pemerintah Kabupaten Gresik, untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh. Bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

    Kepala ATR/BPN Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Timur Asep Heri menambahkan, agenda yang dilakukan sebagai wujud nyata komitmen negara hadir untuk masyarakat. Di mana hal ini dikenal oleh BPN sebagai reforma agraria yakni, tanahnya disertifikatkan, dengan akses perekonomian disambungkan ke perbankan (Bank Gresik).

    “Perjuangan dan kolaborasi yang luar biasa dari Pemkab Gresik. Ini merupakan desa kedua, di mana pertama saat saya menjabat Kepala BPN Gresik bersama Gus Bupati (Yani) saat itu, mengkolaborasi yang namanya konsolidasi komprehensif,” ucap Asep Heri.

    Asep Heri juga menerangkan, selain itu masih ada program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang berada di Kecamatan Gresik, tepatnya di Kelurahan Sukorame. Sementara di Desa Randuboto, lahan 2,3 hektare selesai, begitu pula normalisasi Kali Lamong.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik, BPN Kantah Gresik berkolaborasi dengan IPPAT dalam memberikan layanan yang sangat mudah dan cepat, dalam rangka legalisasi aset-aset yang dimiliki masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa diadopsi dan ditiru oleh daerah lain di Jawa Timur,” tutur Asep Heri.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticleUpaya Petrokimia Gresik, Dalam Mendorong Terciptanya Ekosistem Budidaya Ikan Lele di Gresik
    Next Article Bupati, Jajaran Forkopimda dan Warga, Gelar Doa Bersama di Masjid Jami Gresik

    Berita Terkait

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    30 Mei 2026

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    29 Mei 2026

    Bupati Gresik Sebut Rokok Ilegal Jadi Musuh Bersama

    26 Mei 2026

    Bupati Gresik Mengajak Penyedia Barang dan Jasa Bersama Menjaga Integritas

    26 Mei 2026

    Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

    24 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Komitmen Pemkab Lamongan Menjadi Kabupaten Layak Anak

    6 Agustus 2025

    MINATBACA.com – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 digelar jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan…

    Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, Bupati Lamongan Meninjau TPA Ngipik di Gresik

    Muscab PKB Gresik, Nama Syahrul Munir Menguat Untuk Memimpin

    Komda PGPKT Jawa Timur Kunjungi UPT Resource Center Gresik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.