Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

      8 September 2026

      Sebanyak 31.648 Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Lamongan Berhasil Diberantas

      8 September 2026

      Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen

      8 September 2026

      SIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat

      8 September 2026

      Pemkab Lamongan Berkomitmen Dukung Cabor Voli Mencetak Atlet Potensial

      7 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Melalui DAK PPKT 2025, Pemkab Gresik Terus Tangani Pengentasan Pemukiman Kumuh
    sosial

    Melalui DAK PPKT 2025, Pemkab Gresik Terus Tangani Pengentasan Pemukiman Kumuh

    RedaksiBy Redaksi3 September 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam menata kawasan permukiman kumuh berlanjut. Setelah Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu, agenda serupa bakal dilakukan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, salah satu tantangan pembangunan di Kabupaten Gresik adalah bagaimana menghadirkan lingkungan permukiman layak huni, sehat, inklusif dan berkelanjutan. Melalui Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) tahun 2025, diharapkan Kabupaten Gresik bebas dari permukiman kumuh.

    “Permukiman kumuh bukan hanya sekadar rumah reyot, atau jalan becek. Kumuh adalah tanda bagaimana saudara-saudara kita yang hidup tanpa kepastian hukum atas tanahnya, tanpa sanitasi yang sehat, tanpa air bersih yang layak. Bahkan yang rawan akan bencana banjir, kumuh adalah cermin bahwa pembangunan belum merata,” ungkap Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Rabu (3/9/2025).

    Baca Juga :  Meski Ada Undang Undang ASN, DPRD Gresik Jamin Pegawai Honorer

    Dia lantas menjelaskan, Desa Campurejo adalah contoh nyata bagaimana kawasan tersebut menghadapi persoalan jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi dan juga persampahan. Tidak sedikit warga yang tinggal di rumah tidak layak, di tengah keterbatasan ekonomi. Inilah alarm yang mengingatkan, bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun.

    “Karena itu, Pemkab Gresik berkolaborasi bersama Bank Gresik, Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Kantor ATR/BPN hadir. Melalui program DAK PPKT Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian PU, dana DAK dialokasikan di Desa Campurejo sebesar Rp24,7 miliar,” ujar Gus Yani.

    Menurut Gus Yani, dana tersebut bukan sekadar angka, tetapi harapan masyarakat memiliki rumah layak huni. Serta harapan dari masyarakat setempat agar tanah mereka memiliki kepastian hukum, harapan agar anak-anak tumbuh sehat, serta harapan masyarakat agar tidak lagi hidup dalam kerentanan bencana.

    Baca Juga :  Gelar Workshop, Petrokimia Gresik Dorong 15 UMK Menembus Pasar Internasional

    Selain itu, Gus Yani juga mengapresiasi Bank Gresik selaku BUMD, yang senantiasa mendukung akses pembiayaan masyarakat rentan, serta kepada IPPAT yang berperan dalam memastikan proses legalisasi dan sertifikasi tanah berjalan sesuai aturan. Dengan Gus Yani berharap, masyarakat Desa Campurejo dapat dibantu untuk segera memperoleh kepastian hukum pertanahan, sekaligus kesempatan ekonomi yang lebih luas.

    “Target ini sejalan dengan strategi Pemerintah Kabupaten Gresik, untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh. Bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

    Kepala ATR/BPN Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Timur Asep Heri menambahkan, agenda yang dilakukan sebagai wujud nyata komitmen negara hadir untuk masyarakat. Di mana hal ini dikenal oleh BPN sebagai reforma agraria yakni, tanahnya disertifikatkan, dengan akses perekonomian disambungkan ke perbankan (Bank Gresik).

    Baca Juga :  Tatap Pemilu 2029, Partai Golkar Target Dapatkan 9 Kursi DPRD Gresik

    “Perjuangan dan kolaborasi yang luar biasa dari Pemkab Gresik. Ini merupakan desa kedua, di mana pertama saat saya menjabat Kepala BPN Gresik bersama Gus Bupati (Yani) saat itu, mengkolaborasi yang namanya konsolidasi komprehensif,” ucap Asep Heri.

    Asep Heri juga menerangkan, selain itu masih ada program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang berada di Kecamatan Gresik, tepatnya di Kelurahan Sukorame. Sementara di Desa Randuboto, lahan 2,3 hektare selesai, begitu pula normalisasi Kali Lamong.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik, BPN Kantah Gresik berkolaborasi dengan IPPAT dalam memberikan layanan yang sangat mudah dan cepat, dalam rangka legalisasi aset-aset yang dimiliki masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa diadopsi dan ditiru oleh daerah lain di Jawa Timur,” tutur Asep Heri.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticleUpaya Petrokimia Gresik, Dalam Mendorong Terciptanya Ekosistem Budidaya Ikan Lele di Gresik
    Next Article Bupati, Jajaran Forkopimda dan Warga, Gelar Doa Bersama di Masjid Jami Gresik

    Berita Terkait

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    8 September 2026

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    4 September 2026

    Wabup Gresik Minta OPD Segera Menanggapi dan Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat

    1 September 2026

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    28 Agustus 2026

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    27 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    Sebanyak 31.648 Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Lamongan Berhasil Diberantas

    Program Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Hingga 12 Persen

    SIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat

    Pemkab Lamongan Berkomitmen Dukung Cabor Voli Mencetak Atlet Potensial

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Cara Desa Manyarejo Atasi Masalah Pengelolaan Sampah Melalui TPS 3R

    16 Juli 2024

    MINATBACA.com – Persoalan sampah menjadi masalah serius yang terjadi saat ini, dengan membutuhkan perhatian dan…

    Malam Resepsi Agustusan, Pemdes Bungah Serahkan Hadiah Lomba

    Sigap, Polisi Bantu Padamkan Asap Truk di GKB Mencegah Potensi Kebakaran

    Pemdes Kembangan Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba Bersama BNNK Gresik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.