Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

      21 Mei 2026

      Ada 3 Unit Layanan Baru yang Hadir Melengkapi Fasilitas RSUD Ngimbang Lamongan

      21 Mei 2026

      Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

      20 Mei 2026

      Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

      20 Mei 2026

      Pendidikan Anak Usia Dini, Bupati Gresik Berharap Orangtua Bisa Memberi Contoh Baik

      20 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak
    Ekonomi

    Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak

    RedaksiBy Redaksi24 Februari 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Perjuangan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani supaya pupuk bersubsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan, akhirnya membuahkan hasil.

    Dalam kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Gresik, Senin (23/2/2026), Komisi IV DPR RI memastikan bahwa pembudidaya ikan resmi kembali mendapat bantuan pupuk bersubsidi pada tahun ini.

    Dalam forum tersebut, Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sempat membeberkan, jika dalam beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak, akibat pencabutan subsidi pupuk di sektor perikanan.

    “Beberapa tahun belakangan ini, kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28.000 hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani.

    Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan juga pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare.

    Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 orang pandega, yang tersebar di 16 kecamatan. Dengan produksi perikanan budidaya, tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp3,54 triliun. Khusus komoditas ikan bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

    “Kalau harga bandeng rata-rata Rp10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyampaikan, aspirasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Pupuk di Petrokimia Gresik, dan sudah resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

    “Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data, agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ucap Panggah.

    Sementara Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Haeru Rahayu turut menyampaikan, permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya ikan, imbas alokasi pupuk bersubsidi dicabut.

    “Atas nama pemerintah, kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional, dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelas Haeru.

    Untuk tahun ini, telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Dengan rincian, pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton, dan pupuk organik sebesar 506 ton.

    Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Di mana dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga sempat ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo. Dia memastikan, bahwa sistem distribusi pupuk saat ini telah terdigitalisasi penuh.

    “Setiap penebusan pupuk di kios, langsung tercatat dan terhubung secara real time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” tuturnya.

    Adapun Sholiq, salah seorang petambak asal Desa Betoyo Guci, Kecamatan Manyar menyampaikan, apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk. Namun dia juga mengingatkan, potensi anjloknya harga ikan pada saat panen raya.

    “Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, Gus Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program, serta penguatan distribusi berbasis desa.

    “Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” terang Gus Yani.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik Komisi IV DPR RI pemkab gresik
    Previous ArticleIpda Purnomo Kunjungi Remaja yang Selamatkan 1 Anak di Waduk Menongo, Bantu Biaya Pendidikan
    Next Article Safari Ramadhan, Bupati dan Wabup Gresik Pastikan Percepatan Infrastruktur Super Prioritas 2026

    Berita Terkait

    TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

    21 Mei 2026

    Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    20 Mei 2026

    Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

    20 Mei 2026

    Pendidikan Anak Usia Dini, Bupati Gresik Berharap Orangtua Bisa Memberi Contoh Baik

    20 Mei 2026

    Penanganan Stunting Menjadi Prioritas, 5 Desa di Kecamatan Bungah Siapkan Langkah Konkret

    19 Mei 2026

    Sebanyak 126 KDKMP di Gresik Siap Beroperasi, Ikut Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak

    17 Mei 2026
    Search
    Terkini

    TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

    Ada 3 Unit Layanan Baru yang Hadir Melengkapi Fasilitas RSUD Ngimbang Lamongan

    Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

    Pendidikan Anak Usia Dini, Bupati Gresik Berharap Orangtua Bisa Memberi Contoh Baik

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Peringatan HCPSN 2025, Pemkab Lamongan Lestarikan Tanaman Endemik

    14 November 2025

    MINATBACA.com – Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025, turut diperingati oleh Pemerintah…

    SIG dan BTN Kolaborasi, Bangun Rumah Terjangkau dan Ramah Lingkungan

    Penuturan Paskibraka Pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Alun Alun Lamongan

    Jalan Alternatif Duduksampeyan-Betoyoguci Diproyeksikan Dongkrak Ekonomi Desa Kemudi

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.