Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026

      Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

      14 Oktober 2026

      Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

      14 Oktober 2026

      Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

      14 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Komitmen Cegah Stunting dari Desa, Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik
    Ekonomi

    Komitmen Cegah Stunting dari Desa, Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik

    RedaksiBy Redaksi30 Maret 20265 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Selama empat tahun terakhir, PT Cargill Indonesia menjalankan program promosi dan pencegahan stunting berbasis desa, melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    Program dimulai pada 2022 itu kini menuntaskan fase kedua, dengan memperluas desa sasaran serta memperdalam pendekatan berbasis komunitas. Pada fase awal, program difokuskan pada tiga desa di Kecamatan Manyar. Sedangkan memasuki fase kedua, cakupan diperluas ke tiga desa lain dengan menggandeng Penala Samahita Parma (Penala) sebagai mitra pelaksana.

    “Program ini sejak awal dirancang untuk mendorong pencegahan stunting yang berangkat dari desa. Penekanan utamanya adalah, penguatan pengetahuan dan peran komunitas,” ungkap Admin and Relations Manager PT Cargill Indonesia, Adi Suprayitno.

    Enam desa yang menjadi lokasi program meliputi Manyarejo, Manyarsidomukti, Manyarsidorukun, Peganden, Leran, dan Banjarsari. Seluruh desa berada di Kecamatan Manyar, kawasan penyangga industri di Kabupaten Gresik.

    Penutupan fase kedua program tersebut dikemas dalam kegiatan ‘Penutupan Program Promosi dan Pencegahan Stunting di Desa Fase 2: Refleksi dan Strategi ke Depan,’ yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal di Hotel Horison Gresik, Senin (30/3/2026). Forum ini menjadi ajang evaluasi bersama penerima manfaat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan desa untuk membahas keberlanjutan upaya pencegahan stunting.

    Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif yang hadir dalam kegiatan menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena menurutnya, upaya menurunkan stunting harus dikerjakan secara kolaboratif lintas sektor.

    Baca Juga :  Gresik Jadi yang Pertama di Jatim Serahkan SK CPNS Formasi 2024

    “Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” kata dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif.

    “Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” tambahnya.

    Mengusung tema ‘Rukun Desane, Guyub Wargane, Ambalas Stuntinge,’ Cargill menekankan stunting merupakan persoalan kolektif. Di mana penanganan membutuhkan keterlibatan warga, dukungan pemerintah, peran sektor swasta, serta penguatan organisasi sosial di tingkat desa.

    Pendekatan tersebut sejalan agenda nasional penurunan stunting menuju Indonesia Emas 2045, yang menargetkan prevalensi stunting sebesar 5 persen. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), pemerintah menetapkan target jangka menengah prevalensi stunting sebesar 14,2 persen pada 2029.

    Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting nasional tercatat menurun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024. Catatan serupa juga terjadi di Gresik, dengan angka stunting menunjukkan penurunan dari 15,4 persen menjadi 15,2 persen. Namun menurut Cargill, tren penurunan tersebut tidak boleh dibaca secara terlalu optimistis.

    Pelaksanaan Program
    Sementara hasil pelaksanaan program Cargill di enam desa menunjukkan, stunting berkaitan erat dengan pengetahuan orang tua, pola asuh, serta kondisi sosial-ekonomi. Di Kecamatan Manyar, banyak orang tua bekerja di sektor industri, sehingga waktu pengasuhan terbatas. Dengan sebagian lain merupakan pendatang, yang belum sepenuhnya terhubung dengan layanan kesehatan dan mekanisme sosial desa. Keterbatasan pemahaman terkait gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan remaja putri juga masih ditemukan.

    Baca Juga :  Peringatan Otda ke-29, Wabup Gresik Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

    Oleh karena itu, program CSR Cargill sejak 2022 hingga 2026 lebih menitikberatkan pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi dan peningkatan kapasitas, dibandingkan intervensi kuratif. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah pembentukan Laskar Cegah Stunting, kelompok penggerak berbasis komunitas yang melibatkan kader PKK, bidan desa, penyuluh keluarga berencana, serta kader kesehatan.

    Hingga kini, sebanyak 42 kader dari enam desa telah mendapat pelatihan komunikasi perubahan perilaku dan pendampingan praktik kesehatan keluarga. Para kader tersebut mengelola berbagai kegiatan edukasi, seperti Kelas Ibu Menyusui dan Kelas Parenting Balita PAUD yang berlangsung rutin setiap bulan. Program telah menjangkau sekitar 452 ibu menyusui, dan 440 balita PAUD di enam desa.

    Inisiatif lain yang berkembang adalah pembentukan forum rembuk stunting desa, ruang dialog lintas pemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah desa, PKK, tokoh masyarakat, RT/RW, dan kader posyandu. Forum ini berfungsi menyelaraskan isu stunting dengan perencanaan serta penganggaran pembangunan desa.

    Baca Juga :  Ketua PKDI Gresik Sebut DPRD Tidak Berwenang Lakukan Hearing Kades

    Cargill berpendapat, penguatan pengetahuan di tingkat komunitas menjadi prasyarat penting bagi perubahan perilaku hidup sehat. Dari proses itu diharapkan, penurunan prevalensi stunting dapat berlangsung lebih berkelanjutan.

    “Kami tidak ingin hadir hanya sebagai donor program. Kami berupaya membangun nilai bersama dan transformasi sosial di komunitas sekitar,” tutur Adi.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Mulai dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, hingga sektor industri. Selain Wabup Gresik selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gresik, hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

    Dari tingkat kewilayahan dan desa, kegiatan dihadiri Camat Manyar, Kepala Puskesmas Manyar, kepala desa dan sekretaris desa dari enam desa sasaran di Kecamatan Manyar, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ketua PKK enam desa. Turut hadir perwakilan organisasi dan komunitas lokal, antara lain PAC Fatayat NU Manyar, Yayasan Yasmu Manyar, SMA Yasmu Manyar Gresik, KB/TK Istiqlaliyah Manyar, serta Laskar Cegah Stunting dari enam desa di Kecamatan Manyar.

    Tidak hanya itu, dukungan sektor industri juga tampak melalui kehadiran perwakilan perusahaan sekitar Manyar, yang bersama-sama menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam percepatan penurunan stunting di tingkat lokal.

    Cargill gresik Kabupaten Gresik Stunting gresik Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif
    Previous ArticleParipurna Perubahan Propemperda 2026 dan Penyampaian LKPJ 2025 Kabupaten Lamongan
    Next Article Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Lamongan Unaudited Tahun Anggaran 2025 Resmi Diserahkan

    Berita Terkait

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Capai 904,928 Ton, Produksi Padi di Kabupaten Lamongan Duduki Peringkat Pertama Jawa Timur

    4 November 2025

    MINATBACA.com – Kabupaten Lamongan menduduki peringkat pertama, produksi gabah kering giling (GKG) se-Provinsi Jawa Timur…

    Cegah Stunting di Gresik, Cargill Luncurkan Program Youth Speak Up

    Menteri PPPA Apresiasi Keberadaan Daycare Petrokimia Gresik yang Turut Dirasakan Masyarakat

    Jelang Pilkada 2024, Sebanyak 54 Panwascam Dilantik Bawaslu Gresik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.