Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026

      Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

      14 Oktober 2026

      Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

      14 Oktober 2026

      Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

      14 Oktober 2026

      Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

      13 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Inspirasi»Kampung Pandu Diresmikan, Kampung Tanpa Residu yang Ada di Lamongan
    Inspirasi

    Kampung Pandu Diresmikan, Kampung Tanpa Residu yang Ada di Lamongan

    RedaksiBy Redaksi16 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Terobosan apik berhasil dilakukan di Desa Jotosanur yang terletak di Kecamatan Tikung, Lamongan, yang sukses dikembangkan menjadi kampung ketahanan pangan terpadu (Kampung Pandu) oleh Kodim 0812 Lamongan.

    Tidak hanya itu, tempat yang sama juga berhasil dijadikan sebagai kampung tanpa residu. Di mana tiga sektor yakni, pertanian, peternakan dan perikanan, dibuat saling berintegrasi. Sehingga dengan demikian, tidak ada sisa atau limbah yang terbuang sia-sia, lantaran semua dapat diolah dan dimanfaatkan.

    “Dulu tempat ini untuk kejuaran motorcross, kemudian bisa disulap menjadi kampung pangan terpadu,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi Pangdam V Brawijaya  Mayjen TNI Rudy Saladin, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Kampung Pandu di Jotosanur, Kabupaten Lamongan, Senin (16/6/2025).

    Baca Juga :  Tak Hanya Satu, Namun Kabupaten Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

    “Di sini sudah tidak ada yang tersisa. Limbah kotoran peternakan diolah menjadi pupuk, sisa hasil pertanian bisa menjadi pakan ternak. Semua sudah diolah, dimanfatkan semua. Bisa dibilang, Kampung Pandu bisa disebut kampung tanpa residu, tidak ada sisanya, semuanya diolah,” lanjutnya.

    Tidak hanya itu, Kampung Pandu yang dikembangkan oleh Kodim 0812 Lamongan tersebut, juga mampu menghasilkan varietas padi unggul yakni, PJM 01 hingga PJM 04. Sekaligus menjadi tempat kolaborasi akademis riset dan pengembangan inovasi, dari Satuan Tugas Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri (Satgas Sego Boran) untuk swasembada pangan.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku, turut bangga atas apa yang dilakukan di Kampung Pandu. Sebab integrated farming di Kampung Pandu tidak hanya menyasar green economy atau pertanian, tetapi turut menyentuh sektor peternakan dan juga perikanan (blue economy).

    Baca Juga :  Pembukaan Rangkaian Peringatan HJL ke-457 dan Sukseskan MTQ ke-XXVIII Melalui Khotmil Quran

    “Kalau ada siapa pun pihak bertanya bagaimana konsep blue economic, tidak usah jauh-jauh, silahkan datang ke Kampung Pandu Lamongan. Betapa Kampung Pandu ini hulu ke hilir, ekosistemnya, terbangun recycle yang luar biasa,” tutur Khofifah.

    Khofifah juga turut menyoroti inovasi, kreatifitas dan komitmen, yang telah dilaksanakan di Kampung Pandu. Di mana dengan aksi nyata, menghasilkan teknologi tepat guna namun sederhana, dalam mengembangkan integrated farming. Khofifah berharap, inovasi yang berkembang di Kampung Pandu juga mampu direplikasikan di seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur.

    Sementara Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan, integrated farming sebenarnya tidak harus berada di dalam satu tempat atau berdampingan satu sama lain. Namun, tetap terintegrasi kebermanfaatan di seluruh sektor.

    Baca Juga :  Masyarakat Desa Truni Kabupaten Lamongan Siap Melaksanakan MT III

    “Ini ingin kita buat sistem terpadunya, bukan berarti bersama-sama, di lahan yang sama. Tapi kita ingin mensinergikan potensi yang ada, di manfatkan satu sama lain. Ini tidak mudah, saya ingin teman-teman yang berperan aktif di sini tidak berhenti berinovasi,” tutur Rudy.

    Selain itu, Rudy berkomitmen, integrated farming dapat dikembangkan di masing-masing Komando Resor Militer (Kodim) yang ada di wilayah Jawa Timur, dengan lahan minimal 10 hektare untuk swasembada pangan. Karena hal ini, sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto dan juga pemerintah pusat untuk dapat memberdayakan swasembada pangan di Indonesia.

    lamongan Pemkab Lamongan
    Previous ArticleCapaian Program 100 Hari, Plt Bupati Gresik Tunjukkan Komitmen Nawakarsa
    Next Article Pemdes Manyarejo Apresiasi Positif Pembangunan Rumah Kompos

    Berita Terkait

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    14 Oktober 2026

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    14 Oktober 2026

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    14 Oktober 2026

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    14 Oktober 2026

    Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    13 Oktober 2026

    MTQ Difabel 2026 Tingkat Jawa-Bali di Kabupaten Lamongan Diikuti Ratusan Kafilah

    13 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Meraih 2 Penghargaan di Ajang ‘CSR & PDB Award 2025’

    6 Oktober 2025

    MINATBACA.com – Atas peran aktif mendorong pengembangan desa secara berkelanjutan, Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri…

    Kemarau Basah, Kabupaten Lamongan Malah Berhasil Panen Raya Tembakau

    Penghargaan Bagi 30 Sukarelawan Saat Peringatan Hari Donor Darah Sedunia

    Jalan Rusak Tidak Kunjung Diperbaiki, Wakil Ketua DPRD Gresik Minta Dinas PUTR Segera Bertindak

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.