Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

      4 Juni 2026

      Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

      2 Juni 2026

      Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

      2 Juni 2026

      Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

      2 Juni 2026

      Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

      1 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Cara Pemkab Lamongan Turunkan Angka dan Tangani Kasus Stunting
    Kesehatan

    Cara Pemkab Lamongan Turunkan Angka dan Tangani Kasus Stunting

    RedaksiBy Redaksi19 Februari 20252 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Bertujuan untuk menurunkan angka dan penanganan stunting tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus melakukan peningkatan kegiatan intervensi spesifik dan sensitif pada kasus stunting.

    “Stunting adalah permasalahan yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi anak di Indonesia,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Nur Indra Tsani Husaini, dalam rapat koordinasi evaluasi intervensi spesifik dan sensitif stunting di Ruang Maharani Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Rabu (19/2/2025).

    “Maka dari itu, terus dilakukan rapat koordinasi evaluasi intervensi spesifik dan sensitif stunting, guna merealisasikan program penurunan stunting di Kabupaten Lamongan dan penanganan yang tepat sasaran,” lanjutnya.

    Sementara untuk menyikapi masih tingginya angka stunting, pemerintah memutuskan bahwa pencegahan dilakukan dengan pendekatan multi sektor. Melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, juga akan ditetapkan lima pilar pencegahan stunting yang tercantum dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting.

    Yakni, pertama komitmen dan visi kepemimpinan, kedua kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku. Adapun ketiga adalah konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa. Keempat gizi dan ketahanan pangan, sementara kelima atau terakhir berupa pemantauan dan evaluasi.

    Pada intervensi spesifik, akan konsisten memberikan tablet tambah darah untuk remaja putri, ibu hamil dan balita kurang gizi. Mereka akan mendapat makanan tambahan dan lain-lain. Intervensi stunting pada balita harus dilaksanakan pada sasaran di hulu yaitu, sejak mengalami weight faltering dan berat badannya rendah (underweight), agar tidak menjadi akut maupun kronis sehingga menjadi stunting. Karena komitmen Pemkab Lamongan dalam menurunkan angka stunting tidak hanya fokus kepada penanganan penderita, tapi juga memberikan edukasi kepada orang tua hingga remaja.

    Intervensi spesifik yang sudah dilakukan oleh Pemkab Lamongan di antaranya adalah program 1-10-100, Mobil Pelayanan Keliling Desa Bersama Bidan Desa (Monalisa Berdansa), Gerakan Bersama Cegah Ibu Hamil Anemia, Tinggal Klik Informasi Seputar Kesehatan Ibu Hamil (Tilik Insert Bumil), Forum Gemar Makan Ikan (Forikan), Audit Kasus Stunting tingkat Kecamatan, Pemberian Sertifikat untuk Ibu Menyusui, Pendataan Keluarga Berisiko Stunting dan beberapa lainnya.

    Sedangkan pada intervensi sensitif, juga telah dilaksanakan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Remaja Sehat Bersama Dapur Sehat Atasi Stunting (Resa Bersama Dashat) dan lain sebagainya. Tercatat pada 2023, angka stunting di Kabupaten Lamongan turun menjadi 9,4 dari angka 27,5 di tahun 2022.

    Berdasarkan laporan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) Bulan Desember 2024, diperoleh data bahwa di Kota Soto ada 2.886(4,76 persen) balita stunting, 4.124(6,78 persen) balita underweight dan 2.857 (4,71 persen) balita wasting.

    lamongan Pemkab Lamongan
    Previous ArticleDokter Alif – Gus Yani Bersiap Dilantik Sebagai Wakil dan Bupati Gresik
    Next Article Pemkab Lamongan Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Isu Pembangunan

    Berita Terkait

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

    1 Juni 2026

    Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

    1 Juni 2026

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    30 Mei 2026

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    29 Mei 2026

    Cara Komunitas Persebaya ABG Bersama Allegiant Berkontribusi untuk UMKM Lokal

    28 Mei 2026

    Puncak Peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457 Tahun 2026

    26 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

    Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

    Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    Pak Yes Sebut PC Fatayat NU Lamongan Mitra Strategis Dalam Pembangunan Fondasi Sosial

    6 September 2025

    MINATBACA.com – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, hadir dan menyaksikan pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul…

    Sekda Gresik Buka Diklat Peningkatan SDM Pada Transportasi Laut di Bawean

    PKK Lamongan Salurkan Bantuan Program Genting Periode Kedua

    Bupati Gresik Gus Yani Ajak GP Ansor Tumbuh Bersama

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.