Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bawa Misi Budaya, Dalang Cilik MINU Trate Putra Tembus 10 Besar Cak & Yuk Cilik Gresik 2026

      18 Oktober 2026

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Berkat AI dan IOT, Pengantongan di Petrokimia Gresik Menjadi Semakin Optimal
    Ekonomi

    Berkat AI dan IOT, Pengantongan di Petrokimia Gresik Menjadi Semakin Optimal

    RedaksiBy Redaksi12 Oktober 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kinerja dan juga inovasi yang dilakukan oleh insan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali mendapat apresiasi dan penghargaan di tingkat nasional.

    Terbaru, sistem pengantongan atau bagging Petrokimia Gresik, meraih ‘The Best Performer Bagging Operation for Supply Chain Excellence of the Year’ di ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025. Sistem pengantongan dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini, dinilai mampu mendorong performa perusahaan dalam penyediaan pupuk lebih optimal.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, kinerja pengantongan di Petrokimia Gresik semakin optimal, setelah pihak perusahaan meluncurkan ‘Smart Bagging Ecosystem.’ Fasilitas yang dihadirkan sebagai komitmen Petrokimia Gresik, mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

    “Pengantongan menjadi tahapan yang cukup vital bagi pendistribusian pupuk untuk petani, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Proses ini menjamin atau menjaga kualitas pupuk bersubsidi, hingga di tangan petani,” ujar Daconi.

    Baca Juga :  Megawati Buat Tim GPPI Makin Optimistis Tatap Final Four dan Juara Proliga 2025

    Daconi menjelaskan, Smart Bagging Ecosystem memiliki fitur-fitur yang modern. Antara lain Early Warning System (EWS), yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk. Sistem ini secara real-time, juga mendeteksi kesesuaian kode pada kantong pupuk dengan standar quality. Jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan kode produk, sistem akan memberi notifikasi kepada operator untuk dilakukan koreksi.

    Berikutnya, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan fitur Smart Stitch Detection, yang dirancang untuk memantau kualitas jahitan karung. Sistem yang juga menggunakan teknologi AI ini akan mengirim peringatan kepada operator, apabila terjadi ketidaksesuaian jahitan, sehingga segera dilakukan tindakan korektif.

    Fitur modern selanjutnya adalah, Smart Color Fertilizer, yang disematkan untuk memantau kualitas dan konsistensi warna pupuk di area pengantongan. Fitur ini menggunakan sensor atau kamera berbasis teknologi image processing, untuk memastikan warna pupuk sesuai standar.

    Baca Juga :  Sinergi Komisi VII DPR dan Petrokimia Gresik Dalam Menjaga Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

    Di samping itu, fasilitas ini juga memiliki fitur Smart Bagging System, yang merupakan sistem cerdas yang dirancang untuk menstabilkan berat produk pupuk selama proses pengemasan secara real time. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan data dari sensor tekanan dan tegangan, memprediksi potensi penyimpangan berat produk, dan secara otomatis menyesuaikan parameter sensor berdasarkan prediksi tersebut.

    Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendukung operator, pekerja bongkar muat, dan sopir, untuk senantiasa disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Yakni, melalui deteksi dan peringatan yang memanfaatkan teknologi AI, terhadap kesesuaian penerapan APD. Fitur tersebut antara lain AI Enhanced Monitoring System dan Smart Robo Safety.

    Baca Juga :  Pembahasan Saat Pihak Petrokimia Gresik Terima Kunjungan Kemenlu

    Teknologi yang ada di Smart Bagging Ecosystem, memudahkan kinerja pengantongan Petrokimia Gresik yang kapasitasnya cukup besar, yang mencapai 6.442.564 ton dalam satu tahun. Terdiri dari produk pupuk bersubsidi, pupuk nonsubsidi, maupun produk nonpupuk.

    “Smart Bagging Ecosystem sekaligus upaya nyata Petrokimia Gresik, beradaptasi dalam menghadapi industri 5.0,” tutur Daconi.

    ILA merupakan penghargaan nasional untuk individu, perusahaan, dan institusi yang telah menunjukkan prestasi, kinerja unggul, dan kontribusi signifikan dalam perkembangan logistik nasional. ILA diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI), dengan penghargaan Petrokimia Gresik dalam ILA 2025 secara simbolis diterima oleh Vice President Pengelolaan Pelabuhan Shandy Kharisma Irianto, mewakili Direksi di Jakarta, baru-baru ini.

    Petrokimia Gresik pupuk
    Previous ArticleSiswi SMANTURA Bawean Juara Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Gresik
    Next Article Harapan Bocah 6 Tahun Pegang Perisai Mendapat Sambutan Hangat Jajaran Polres Gresik

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Bersubsidi Hadapi Musim Tanam Oktober-Maret

    13 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Berkat Pendampingan Petrokimia Gresik, Batik Bangsawan Kini Menjangkau Pasaran Internasional

    3 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bawa Misi Budaya, Dalang Cilik MINU Trate Putra Tembus 10 Besar Cak & Yuk Cilik Gresik 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Warga Antusias, Jumlah Hewan Kurban di Desa Mojoasem Sidayu Meningkat

    7 Juni 2025

    MINATBACA.com – Dibanding dengan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban di Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu, Gresik,…

    Kolaborasi dengan BRIN, SIG Perkuat Riset untuk Menciptakan Produk dan Layanan Berkelanjutan

    Peringati Maulid Nabi, Warga Dusun Asemmanis Ngawen Gelar Sholawatan

    Bantuan Beras Tidak Layak, Giliran Sekdes dan Ketua BPD Roomo Diperiksa Kejari

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.