Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Aksi Dalang Kilat Kyano Pukau Juri Cak Yuk Cilik Berbakat Gresik

      1 November 2026

      Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Berkapasitas Total 600.000 Ton Per Tahun Bakal Hadir di Gresik

      31 Oktober 2026

      Cermati Perkembangan Pasar Saham Domestik, SIG Buka Opsi Buyback Saham

      30 Oktober 2026

      Sebanyak 11 Pelaku Curanmor Ditangkap Polres Gresik dalam Rentang September-Oktober 2026

      30 Oktober 2026

      Kiat DWP Kabupaten Lamongan Mengubah Barang Sederhana Jadi Menarik dan Memiliki Nilai Tambah

      29 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Berkat AI dan IOT, Pengantongan di Petrokimia Gresik Menjadi Semakin Optimal
    Ekonomi

    Berkat AI dan IOT, Pengantongan di Petrokimia Gresik Menjadi Semakin Optimal

    RedaksiBy Redaksi12 Oktober 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kinerja dan juga inovasi yang dilakukan oleh insan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali mendapat apresiasi dan penghargaan di tingkat nasional.

    Terbaru, sistem pengantongan atau bagging Petrokimia Gresik, meraih ‘The Best Performer Bagging Operation for Supply Chain Excellence of the Year’ di ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025. Sistem pengantongan dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini, dinilai mampu mendorong performa perusahaan dalam penyediaan pupuk lebih optimal.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, kinerja pengantongan di Petrokimia Gresik semakin optimal, setelah pihak perusahaan meluncurkan ‘Smart Bagging Ecosystem.’ Fasilitas yang dihadirkan sebagai komitmen Petrokimia Gresik, mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

    “Pengantongan menjadi tahapan yang cukup vital bagi pendistribusian pupuk untuk petani, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Proses ini menjamin atau menjaga kualitas pupuk bersubsidi, hingga di tangan petani,” ujar Daconi.

    Baca Juga :  Hari Perhubungan Nasional, Insan Petrokimia Gresik Bersihkan Pantai dan Pelabuhan

    Daconi menjelaskan, Smart Bagging Ecosystem memiliki fitur-fitur yang modern. Antara lain Early Warning System (EWS), yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk. Sistem ini secara real-time, juga mendeteksi kesesuaian kode pada kantong pupuk dengan standar quality. Jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan kode produk, sistem akan memberi notifikasi kepada operator untuk dilakukan koreksi.

    Berikutnya, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan fitur Smart Stitch Detection, yang dirancang untuk memantau kualitas jahitan karung. Sistem yang juga menggunakan teknologi AI ini akan mengirim peringatan kepada operator, apabila terjadi ketidaksesuaian jahitan, sehingga segera dilakukan tindakan korektif.

    Fitur modern selanjutnya adalah, Smart Color Fertilizer, yang disematkan untuk memantau kualitas dan konsistensi warna pupuk di area pengantongan. Fitur ini menggunakan sensor atau kamera berbasis teknologi image processing, untuk memastikan warna pupuk sesuai standar.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Siapkan 441.581 Ton Pupuk Bersubsidi, di Awal Musim Tanam Okmar

    Di samping itu, fasilitas ini juga memiliki fitur Smart Bagging System, yang merupakan sistem cerdas yang dirancang untuk menstabilkan berat produk pupuk selama proses pengemasan secara real time. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan data dari sensor tekanan dan tegangan, memprediksi potensi penyimpangan berat produk, dan secara otomatis menyesuaikan parameter sensor berdasarkan prediksi tersebut.

    Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendukung operator, pekerja bongkar muat, dan sopir, untuk senantiasa disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Yakni, melalui deteksi dan peringatan yang memanfaatkan teknologi AI, terhadap kesesuaian penerapan APD. Fitur tersebut antara lain AI Enhanced Monitoring System dan Smart Robo Safety.

    Baca Juga :  Direktur Utama Petrokimia Gresik Diundang ke Forum Global yang Digelar di Markas PBB

    Teknologi yang ada di Smart Bagging Ecosystem, memudahkan kinerja pengantongan Petrokimia Gresik yang kapasitasnya cukup besar, yang mencapai 6.442.564 ton dalam satu tahun. Terdiri dari produk pupuk bersubsidi, pupuk nonsubsidi, maupun produk nonpupuk.

    “Smart Bagging Ecosystem sekaligus upaya nyata Petrokimia Gresik, beradaptasi dalam menghadapi industri 5.0,” tutur Daconi.

    ILA merupakan penghargaan nasional untuk individu, perusahaan, dan institusi yang telah menunjukkan prestasi, kinerja unggul, dan kontribusi signifikan dalam perkembangan logistik nasional. ILA diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI), dengan penghargaan Petrokimia Gresik dalam ILA 2025 secara simbolis diterima oleh Vice President Pengelolaan Pelabuhan Shandy Kharisma Irianto, mewakili Direksi di Jakarta, baru-baru ini.

    Petrokimia Gresik pupuk
    Previous ArticleSiswi SMANTURA Bawean Juara Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Gresik
    Next Article Harapan Bocah 6 Tahun Pegang Perisai Mendapat Sambutan Hangat Jajaran Polres Gresik

    Berita Terkait

    Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Berkapasitas Total 600.000 Ton Per Tahun Bakal Hadir di Gresik

    31 Oktober 2026

    Hingga September 2026, Petrokimia Gresik Catat Produksi Pupuk dan Nonpupuk 6,59 Juta Ton

    28 Oktober 2026

    TUKS untuk Layani Kepentingan Umum, Kerja Sama Petrokimia Gresik dan KSOP Kelas II Gresik Berlanjut

    26 Oktober 2026

    Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

    21 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Bersubsidi Hadapi Musim Tanam Oktober-Maret

    13 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Aksi Dalang Kilat Kyano Pukau Juri Cak Yuk Cilik Berbakat Gresik

    Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Berkapasitas Total 600.000 Ton Per Tahun Bakal Hadir di Gresik

    Cermati Perkembangan Pasar Saham Domestik, SIG Buka Opsi Buyback Saham

    Sebanyak 11 Pelaku Curanmor Ditangkap Polres Gresik dalam Rentang September-Oktober 2026

    Kiat DWP Kabupaten Lamongan Mengubah Barang Sederhana Jadi Menarik dan Memiliki Nilai Tambah

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Wabup Memimpin Gerakan Indonesia ASRI yang Dilaksanakan di Kabupaten Gresik

    13 Februari 2026

    MINATBACA.com – Bertempat di kawasan Terminal Bus Wisata Makam Sunan Giri, Wakil Bupati (Wabup) Gresik…

    Warga Antusias Ikuti Tradisi Ngubek Srumbung yang Diadakan Pemdes Bulangan

    Masyarakat Antusias Menyambut Gelaran Lamongan Night Carnival Tahun Kedua

    Cara Satreskrim Polres Gresik Muliakan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.