Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pak Yes Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Lamongan 2027

      19 Oktober 2026

      Bawa Misi Budaya, Dalang Cilik MINU Trate Putra Tembus 10 Besar Cak & Yuk Cilik Gresik 2026

      18 Oktober 2026

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik
    Kesehatan

    Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik

    RedaksiBy Redaksi30 September 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kendati Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta kasus stunting yang terjadi di Gresik, masih tercatat berada di bawah beberapa kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Namun catatan tersebut, justru tidak membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terlena.

    Bersama Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Dinkes Gresik menggelar talk show bertajuk ‘Strategi Penurunan AKI, AKB dan Stunting melalui Pendekatan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik’ guna menegaskan komitmen menangani tiga permasalahan tersebut. Kegiatan dibuka oleh Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah, dengan bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Senin (30/9/2024).

    “Saya berharap, dari kegiatan ini kita bisa menemukan solusi yang bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Dinkes, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Karena penanganan AKI, AKB dan stunting tidak bisa berdiri sendiri,” ungkap Bu Min-panggilan Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah.

    Baca Juga :  Gresik Klik, Upaya Pemerintah dan Dunia Usaha Temukan Solusi Investasi

    Menurut Bu Min, penanganan AKI, AKB dan stunting membutuhkan kolaborasi serta sinergi dari para stakeholder. Baik pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, media dan banyak pihak. Dikarenakan AKI, AKB dan kasus stunting juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dan latar belakang.

    “Faktor ekonomi, kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama. Meski ada pula kesalahan pola asuh. Sebab meski pemerintah telah menggelontorkan bantuan, namun variabel lain tidak mendukung susah juga,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bu Min juga mengajak kepada para jurnalis yang bertugas di Gresik, untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada warga. Serta, terus melakukan kontrol melalui pemberitaan terhadap Puskesmas dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Menurut catatan Dinkes Gresik, untuk AKI yang terjadi pada 2022 mencapai 89,76 persen atau 18 orang. Kemudian naik menjadi 99,38 persen atau 20 orang pada rentang 2023. Sedangkan AKB pada 2022, tercatat sebanyak 83 bayi atau 4,18 persen dari prosentase kelahiran hidup sebanyak 20.053 bayi. Kemudian meningkat menjadi 97 bayi atau 4,82 persen, dari bayi yang lahir dengan selamat sebanyak 20.124 bayi pada tahun berikutnya.

    Baca Juga :  Kendalikan Laju Inflasi, Pemkab Gresik Menggelar Gerakan Pangan Murah

    “Melalui upaya kolaborasi, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan bersama. Kami menggandeng media, agar dapat menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” jelas Kepala Dinkes Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah.

    Khusnah lantas mengungkapkan, jika penyebab utama kematian ibu kini mulai bergeser dari pendarahan dan hipertensi, menjadi penyakit lain seperti diabetes dan hepatitis. Sementara untuk penyebab utama kematian pada bayi di antaranya, berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kilogram, mengakibatkan daya tahan tubuh dan rentan terhadap infeksi.

    “Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, memberikan akses yang lebih baik bagi ibu hamil. Terutama, yang mengalami kekurangan energi kronis dan status gizi rendah,” beber Khusnah.

    Baca Juga :  Hadiri BAZNAS Award 2024, Sekda Gresik Apresiasi Sinergi yang Terjalin

    Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Gresik yang turut hadir dalam kegiatan Lutfi Dawam mengaku, pihaknya memberikan dukungan penuh atas upaya untuk dapat menurunkan dan juga mencegah tiga permasalahan tersebut. Sehingga wilayah Gresik dapat terbebas dari kasus AKI, AKB maupun stunting.

    Selain itu, Dawam juga sempat memberi sorotan mengenai keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis di layanan kesehatan Gresik. Karena masyarakat dinilai belum banyak yang mengerti dan mengetahui program tersebut, sehingga banyak yang masih harus membayar untuk biaya pengobatan.

    “Banyak itu masyarakat berobat pakai umum di Puskesmas dan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Padahal, ada UHC, yang gratis,” tuturnya.

    pemkab gresik Stunting gresik
    Previous ArticleMaulid Nabi Muhammad SAW, Polres Gresik Ajak Wujudkan Pilkada Damai
    Next Article Penerapan Industri Hijau Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Menperin RI

    Berita Terkait

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026

    Sebanyak 25 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkup Pemkab Gresik Dilantik

    26 September 2026

    Harapan Sekda Gresik Ketika Menyosialisasikan Pemutakhiran DTSEN

    24 September 2026

    Pemkab Gresik Matangkan Pengadaan Tanah Jalan Menganti-Lakarsantri Sepanjang 5 Kilometer

    14 September 2026
    Search
    Terkini

    Pak Yes Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Lamongan 2027

    Bawa Misi Budaya, Dalang Cilik MINU Trate Putra Tembus 10 Besar Cak & Yuk Cilik Gresik 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Load More
    Berita Lainnya
    Sport

    Hattrick, Tim Voli Putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Sukses Pertahankan Gelar Livoli 2025

    19 Oktober 2025

    MINATBACA.com – Capaian luar biasa kembali ditorehkan oleh tim bola voli putri Petrokimia Gresik Pupuk…

    Mencari Tambahan Siswa Untuk Program Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik Gandeng LKSA

    Berhasil Menurunkan Angka Stunting Secara Drastis, Kabupaten Lamongan Jadi Tujuan Kaji Tiru

    Naiki Vespa, Pak Yes Ajak Pangdam V Brawijaya Eksplor Wilayah Lamongan Utara

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.