Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

      4 September 2026

      Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

      4 September 2026

      Eksplorasi Cadangan Migas, Pemkab Lamongan Mendukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo

      3 September 2026

      Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

      3 September 2026

      Melalui Digitalisasi, Pemkab Lamongan Optimistis Bisa Meningkatkan PAD Menuju Rp1 Triliun

      3 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik
    Kesehatan

    Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik

    RedaksiBy Redaksi30 September 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kendati Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta kasus stunting yang terjadi di Gresik, masih tercatat berada di bawah beberapa kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Namun catatan tersebut, justru tidak membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terlena.

    Bersama Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Dinkes Gresik menggelar talk show bertajuk ‘Strategi Penurunan AKI, AKB dan Stunting melalui Pendekatan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik’ guna menegaskan komitmen menangani tiga permasalahan tersebut. Kegiatan dibuka oleh Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah, dengan bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Senin (30/9/2024).

    “Saya berharap, dari kegiatan ini kita bisa menemukan solusi yang bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Dinkes, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Karena penanganan AKI, AKB dan stunting tidak bisa berdiri sendiri,” ungkap Bu Min-panggilan Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah.

    Baca Juga :  Tunjang Layanan Darurat, 35 Ambulan Gresik Dipasang GPS Tracker

    Menurut Bu Min, penanganan AKI, AKB dan stunting membutuhkan kolaborasi serta sinergi dari para stakeholder. Baik pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, media dan banyak pihak. Dikarenakan AKI, AKB dan kasus stunting juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dan latar belakang.

    “Faktor ekonomi, kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama. Meski ada pula kesalahan pola asuh. Sebab meski pemerintah telah menggelontorkan bantuan, namun variabel lain tidak mendukung susah juga,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bu Min juga mengajak kepada para jurnalis yang bertugas di Gresik, untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada warga. Serta, terus melakukan kontrol melalui pemberitaan terhadap Puskesmas dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Menurut catatan Dinkes Gresik, untuk AKI yang terjadi pada 2022 mencapai 89,76 persen atau 18 orang. Kemudian naik menjadi 99,38 persen atau 20 orang pada rentang 2023. Sedangkan AKB pada 2022, tercatat sebanyak 83 bayi atau 4,18 persen dari prosentase kelahiran hidup sebanyak 20.053 bayi. Kemudian meningkat menjadi 97 bayi atau 4,82 persen, dari bayi yang lahir dengan selamat sebanyak 20.124 bayi pada tahun berikutnya.

    Baca Juga :  Plt Bupati Gresik Dorong Makin Banyak Sekolah Hijau dan Berkelanjutan

    “Melalui upaya kolaborasi, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan bersama. Kami menggandeng media, agar dapat menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” jelas Kepala Dinkes Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah.

    Khusnah lantas mengungkapkan, jika penyebab utama kematian ibu kini mulai bergeser dari pendarahan dan hipertensi, menjadi penyakit lain seperti diabetes dan hepatitis. Sementara untuk penyebab utama kematian pada bayi di antaranya, berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kilogram, mengakibatkan daya tahan tubuh dan rentan terhadap infeksi.

    “Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, memberikan akses yang lebih baik bagi ibu hamil. Terutama, yang mengalami kekurangan energi kronis dan status gizi rendah,” beber Khusnah.

    Baca Juga :  Watuagung Mengare Bungah Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

    Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Gresik yang turut hadir dalam kegiatan Lutfi Dawam mengaku, pihaknya memberikan dukungan penuh atas upaya untuk dapat menurunkan dan juga mencegah tiga permasalahan tersebut. Sehingga wilayah Gresik dapat terbebas dari kasus AKI, AKB maupun stunting.

    Selain itu, Dawam juga sempat memberi sorotan mengenai keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis di layanan kesehatan Gresik. Karena masyarakat dinilai belum banyak yang mengerti dan mengetahui program tersebut, sehingga banyak yang masih harus membayar untuk biaya pengobatan.

    “Banyak itu masyarakat berobat pakai umum di Puskesmas dan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Padahal, ada UHC, yang gratis,” tuturnya.

    pemkab gresik Stunting gresik
    Previous ArticleMaulid Nabi Muhammad SAW, Polres Gresik Ajak Wujudkan Pilkada Damai
    Next Article Penerapan Industri Hijau Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Menperin RI

    Berita Terkait

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    4 September 2026

    Wabup Gresik Minta OPD Segera Menanggapi dan Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat

    1 September 2026

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    27 Agustus 2026

    Wabup Gresik Dengarkan Langsung Keluhan Warga Saat Serahkan Bantuan di Benjeng

    25 Agustus 2026

    Wakil Bupati Gresik Buka Pembinaan Kafilah Hadapi MTQ Provinsi Jawa Timur 2027

    11 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

    Eksplorasi Cadangan Migas, Pemkab Lamongan Mendukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo

    Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

    Melalui Digitalisasi, Pemkab Lamongan Optimistis Bisa Meningkatkan PAD Menuju Rp1 Triliun

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Pemkab Gresik Tandatangani MoU dengan KBRI Malaysia

    17 Oktober 2025

    MINATBACA.com – Memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Gresik,…

    Mengenang Mbah H Noloyudho, Tokoh Pendiri Desa Sumberrejo Gresik

    Safari Ramadhan, Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Kepada Ribuan Masyarakat

    Kabupaten Gresik Jadi Tuan Rumah Implementasi Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.