Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

      1 Juni 2026

      Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

      1 Juni 2026

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik
    Kesehatan

    Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik

    RedaksiBy Redaksi30 September 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kendati Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta kasus stunting yang terjadi di Gresik, masih tercatat berada di bawah beberapa kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Namun catatan tersebut, justru tidak membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terlena.

    Bersama Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Dinkes Gresik menggelar talk show bertajuk ‘Strategi Penurunan AKI, AKB dan Stunting melalui Pendekatan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik’ guna menegaskan komitmen menangani tiga permasalahan tersebut. Kegiatan dibuka oleh Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah, dengan bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Senin (30/9/2024).

    “Saya berharap, dari kegiatan ini kita bisa menemukan solusi yang bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Dinkes, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Karena penanganan AKI, AKB dan stunting tidak bisa berdiri sendiri,” ungkap Bu Min-panggilan Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah.

    Menurut Bu Min, penanganan AKI, AKB dan stunting membutuhkan kolaborasi serta sinergi dari para stakeholder. Baik pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, media dan banyak pihak. Dikarenakan AKI, AKB dan kasus stunting juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dan latar belakang.

    “Faktor ekonomi, kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama. Meski ada pula kesalahan pola asuh. Sebab meski pemerintah telah menggelontorkan bantuan, namun variabel lain tidak mendukung susah juga,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bu Min juga mengajak kepada para jurnalis yang bertugas di Gresik, untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada warga. Serta, terus melakukan kontrol melalui pemberitaan terhadap Puskesmas dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Menurut catatan Dinkes Gresik, untuk AKI yang terjadi pada 2022 mencapai 89,76 persen atau 18 orang. Kemudian naik menjadi 99,38 persen atau 20 orang pada rentang 2023. Sedangkan AKB pada 2022, tercatat sebanyak 83 bayi atau 4,18 persen dari prosentase kelahiran hidup sebanyak 20.053 bayi. Kemudian meningkat menjadi 97 bayi atau 4,82 persen, dari bayi yang lahir dengan selamat sebanyak 20.124 bayi pada tahun berikutnya.

    “Melalui upaya kolaborasi, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan bersama. Kami menggandeng media, agar dapat menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” jelas Kepala Dinkes Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah.

    Khusnah lantas mengungkapkan, jika penyebab utama kematian ibu kini mulai bergeser dari pendarahan dan hipertensi, menjadi penyakit lain seperti diabetes dan hepatitis. Sementara untuk penyebab utama kematian pada bayi di antaranya, berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kilogram, mengakibatkan daya tahan tubuh dan rentan terhadap infeksi.

    “Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, memberikan akses yang lebih baik bagi ibu hamil. Terutama, yang mengalami kekurangan energi kronis dan status gizi rendah,” beber Khusnah.

    Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Gresik yang turut hadir dalam kegiatan Lutfi Dawam mengaku, pihaknya memberikan dukungan penuh atas upaya untuk dapat menurunkan dan juga mencegah tiga permasalahan tersebut. Sehingga wilayah Gresik dapat terbebas dari kasus AKI, AKB maupun stunting.

    Selain itu, Dawam juga sempat memberi sorotan mengenai keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis di layanan kesehatan Gresik. Karena masyarakat dinilai belum banyak yang mengerti dan mengetahui program tersebut, sehingga banyak yang masih harus membayar untuk biaya pengobatan.

    “Banyak itu masyarakat berobat pakai umum di Puskesmas dan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Padahal, ada UHC, yang gratis,” tuturnya.

    pemkab gresik Stunting gresik
    Previous ArticleMaulid Nabi Muhammad SAW, Polres Gresik Ajak Wujudkan Pilkada Damai
    Next Article Penerapan Industri Hijau Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Menperin RI

    Berita Terkait

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026

    Bupati Gresik Sebut Rokok Ilegal Jadi Musuh Bersama

    26 Mei 2026

    Bupati Gresik Mengajak Penyedia Barang dan Jasa Bersama Menjaga Integritas

    26 Mei 2026

    Akhirnya.. Sebanyak 35 Warga Pulopancikan Gresik Tempati Rumah Layak Huni

    22 Mei 2026

    Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

    20 Mei 2026

    Penanganan Stunting Menjadi Prioritas, 5 Desa di Kecamatan Bungah Siapkan Langkah Konkret

    19 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

    Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    HJL ke-456, Titik Tolak Perencanaan Pembangunan Lamongan 5 Tahun Ke depan

    26 Mei 2025

    MINATBACA.com – Tepat pada peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-456 tahun, akan dijadikan sebagai titik…

    Bupati Gresik Jajaki Kemungkinan Beri Tunjangan Akhir Masa Jabatan Kades

    SIG Catatkan Laba Sebesar Rp472 Miliar Pada Kuartal Pertama Tahun 2024

    Insan Petrokimia Gresik Buat Kegiatan Vlog di Gunung Penanggungan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.