Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Terima Kunjungan Peserta Sesdilu Kemenlu, Bupati Gresik Tekankan Kekuatan KEK dan SDM Terampil

      16 April 2026

      Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Lamongan Usung Strategi Komprehensif dan Terintegrasi

      16 April 2026

      MTQ ke-XXVIII Tingkat Kabupaten Lamongan Resmi Ditutup Pak Yes

      16 April 2026

      Tiga Desa di Kecamatan Manyar, Dicanangkan Menjadi Desa Cinta Statistik

      16 April 2026

      Pak Yes Buka MTQ ke-28 Tingkat Kabupaten Lamongan

      15 April 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik
    Kesehatan

    Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik

    RedaksiBy Redaksi30 September 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kendati Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta kasus stunting yang terjadi di Gresik, masih tercatat berada di bawah beberapa kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Namun catatan tersebut, justru tidak membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terlena.

    Bersama Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Dinkes Gresik menggelar talk show bertajuk ‘Strategi Penurunan AKI, AKB dan Stunting melalui Pendekatan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik’ guna menegaskan komitmen menangani tiga permasalahan tersebut. Kegiatan dibuka oleh Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah, dengan bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Senin (30/9/2024).

    “Saya berharap, dari kegiatan ini kita bisa menemukan solusi yang bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Dinkes, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Karena penanganan AKI, AKB dan stunting tidak bisa berdiri sendiri,” ungkap Bu Min-panggilan Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah.

    Menurut Bu Min, penanganan AKI, AKB dan stunting membutuhkan kolaborasi serta sinergi dari para stakeholder. Baik pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, media dan banyak pihak. Dikarenakan AKI, AKB dan kasus stunting juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dan latar belakang.

    “Faktor ekonomi, kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama. Meski ada pula kesalahan pola asuh. Sebab meski pemerintah telah menggelontorkan bantuan, namun variabel lain tidak mendukung susah juga,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bu Min juga mengajak kepada para jurnalis yang bertugas di Gresik, untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada warga. Serta, terus melakukan kontrol melalui pemberitaan terhadap Puskesmas dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Menurut catatan Dinkes Gresik, untuk AKI yang terjadi pada 2022 mencapai 89,76 persen atau 18 orang. Kemudian naik menjadi 99,38 persen atau 20 orang pada rentang 2023. Sedangkan AKB pada 2022, tercatat sebanyak 83 bayi atau 4,18 persen dari prosentase kelahiran hidup sebanyak 20.053 bayi. Kemudian meningkat menjadi 97 bayi atau 4,82 persen, dari bayi yang lahir dengan selamat sebanyak 20.124 bayi pada tahun berikutnya.

    “Melalui upaya kolaborasi, kami yakin masalah ini bisa diselesaikan bersama. Kami menggandeng media, agar dapat menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” jelas Kepala Dinkes Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah.

    Khusnah lantas mengungkapkan, jika penyebab utama kematian ibu kini mulai bergeser dari pendarahan dan hipertensi, menjadi penyakit lain seperti diabetes dan hepatitis. Sementara untuk penyebab utama kematian pada bayi di antaranya, berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kilogram, mengakibatkan daya tahan tubuh dan rentan terhadap infeksi.

    “Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, memberikan akses yang lebih baik bagi ibu hamil. Terutama, yang mengalami kekurangan energi kronis dan status gizi rendah,” beber Khusnah.

    Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Gresik yang turut hadir dalam kegiatan Lutfi Dawam mengaku, pihaknya memberikan dukungan penuh atas upaya untuk dapat menurunkan dan juga mencegah tiga permasalahan tersebut. Sehingga wilayah Gresik dapat terbebas dari kasus AKI, AKB maupun stunting.

    Selain itu, Dawam juga sempat memberi sorotan mengenai keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis di layanan kesehatan Gresik. Karena masyarakat dinilai belum banyak yang mengerti dan mengetahui program tersebut, sehingga banyak yang masih harus membayar untuk biaya pengobatan.

    “Banyak itu masyarakat berobat pakai umum di Puskesmas dan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Padahal, ada UHC, yang gratis,” tuturnya.

    pemkab gresik Stunting gresik
    Previous ArticleMaulid Nabi Muhammad SAW, Polres Gresik Ajak Wujudkan Pilkada Damai
    Next Article Penerapan Industri Hijau Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Menperin RI

    Berita Terkait

    Terima Kunjungan Peserta Sesdilu Kemenlu, Bupati Gresik Tekankan Kekuatan KEK dan SDM Terampil

    16 April 2026

    Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

    14 April 2026

    Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

    14 April 2026

    Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

    14 April 2026

    Pemkab Gresik Bakal Dampingi Korban Penipuan Rekrutmen ASN

    9 April 2026

    Dari Cerdas Cermat hingga Tahfidz, Bupati Gresik Coba Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar

    9 April 2026
    Search
    Terkini

    Terima Kunjungan Peserta Sesdilu Kemenlu, Bupati Gresik Tekankan Kekuatan KEK dan SDM Terampil

    Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Lamongan Usung Strategi Komprehensif dan Terintegrasi

    MTQ ke-XXVIII Tingkat Kabupaten Lamongan Resmi Ditutup Pak Yes

    Tiga Desa di Kecamatan Manyar, Dicanangkan Menjadi Desa Cinta Statistik

    Pak Yes Buka MTQ ke-28 Tingkat Kabupaten Lamongan

    Load More
    Berita Lainnya
    Pendidikan

    Pesan Bupati Saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus APSI Lamongan Masa Bakti 2025-2026

    12 Februari 2026

    MINATBACA.com – Pengurus Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Lamongan masa bakti 2025-2026 dilantik dan…

    Usai Kebakaran, Presdir PTFI Tinjau Smelter Gresik dan Resmikan Masjid

    Lamongan Pemenang Pertama Indolivestock Innovation Awards 2025

    97 Persen Karyawan Petrokimia Gresik Aktif Berinovasi, Ciptakan Nilai Tambah Rp357 Miliar

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.