Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Menyambut HUT Pada Tahun Ini, Petrokimia Gresik Fasilitasi 100 Anak Khitan Gratis

      23 Juni 2026

      Bakti Sosial Memperingati Hari Jadi Lamongan, Sebanyak 104 Anak Mengikuti Khitan Massal Gratis

      23 Juni 2026

      Pemkab Gresik Memperkuat Ekosistem Peternakan, Dorong Menjadi Produk Bernilai Tambah

      23 Juni 2026

      Buka Bimtek LPJ Pengkab KONI Gresik, Wabup Ingatkan Pentingnya Akuntabilitas Keuangan

      23 Juni 2026

      Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

      23 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Wujudkan Gresik Bebas Stunting, Bupati dan Ketua TP PKK Berikan Makanan Tambahan
    Kesehatan

    Wujudkan Gresik Bebas Stunting, Bupati dan Ketua TP PKK Berikan Makanan Tambahan

    adminBy admin22 November 20233 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    Wujudkan Gresik Bebas Stunting, Bupati dan Ketua TP PKK Berikan Makanan Tambahan
    GRESIK – Mewujudkan Kabupaten Gresik bebas stunting, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Ketua TP PKK Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani memberikan makanan tambahan bergizi untuk anak-anak berisiko stunting dan Ibu hamil dengan status Kekurangan Energi Kronik (KEK).

    Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta pelacakan stunting di Kabupaten Gresik. Diawali di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Rabu (22/11/2023). Adapun pelacakan stunting bertujuan, untuk melihat lebih dekat penyebab balita stunting dan melaksanakan pendekatan yang tepat dalam penanggulangan.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, stunting di Indonesia secara global di urutan ketujuh dan urutan kelima di Asia. Sementara di Kabupaten Gresik sudah turun di angka 10,7 persen, sehingga perlu didorong terus sampai bebas stunting.

    “Untuk itu, pencegahan stunting pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan,” terang Gus Yani.

    Situasi penanggulangan stunting di Kabupaten Gresik, terang Gus Yani, sejauh ini cukup menggembirakan. Karena berdasarkan data SSGI tahun 2022, angka prevalensi stunting sebesar 10,7 persen, di mana sudah melampaui target nasional yaitu 14 persen.

    “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama terintegrasi antar OPD dan lintas sektor di Kabupaten Gresik, dalam kerangka 8 aksi konvergensi untuk penanggulangan stunting,” ungkapnya.

    Baca Juga :  Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik

    Dalam hal ini pihaknya mengapresiasi PKK, sebagai salah satu lembaga sosial kemasyarakatan di Gresik yang turut mengambil peran besar dalam upaya percepatan penurunan stunting. Salah satunya, melalui kegiatan pelacakan stunting yang dilakukan.

    “Melalui pelacakan, pemerintah mampu melihat lebih dekat penyebab balita stunting di masyarakat dan melaksanakan pendekatan yang tepat dalam penanggulannya,” tuturnya.

    Gus Yani berharap, hasil dari pelacakan stunting dapat ditindaklanjuti oleh kepala desa, camat, tokoh dan seluruh lapisan masyarakat Desa Peganden maupun Kecamatan Manyar. Dengan cara, berbagi peran dan sumber daya disertai dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik.

    “Masih banyak cara kita untuk menangani stunting. Mulai dari pencegahan pernikahan dini, menjaga kebersihan lingkungan hidup sehat di dalam dan luar rumah, pola asuh yang tepat serta perbaikan gizi,” katanya.

    Ketua TP PKK Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menyampaikan, Pemkab Gresik berkomitmen mencegah dan menurunkan angka stunting. Permasalahan stunting yang saat ini sedang gencar diperangi oleh pemerintah, harus mendapat perhatian oleh berbagai pihak guna mencetak generasi emas di masa mendatang.

    “Secara langsung stunting disebabkan asupan yang kurang dan penyakit infeksi yang keduanya saling mempengaruhi. Secara tidak langsung, ketahanan pangan hingga tingkat rumah tangga, pola asuh, serta akses terhadap kelayakan sanitasi utamanya air bersih harus ditingkatkan,” kata Ning Nurul.

    Pelaksanaan kegiatan pemberian makanan tambahan dan pelacakan, merupakan salah satu upaya dalam mencegah stunting di Kabupaten Gresik. Sebab hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dan pentingnya makanan bergizi.

    Baca Juga :  Tekan Stunting, Pemdes Sidorejo Bersama Kader Posyandu Gencar Edukasi Gizi
    pkk gresik Stunting gresik
    Previous ArticleHanya Butuh 5 Menit Curi Motor Meski Pagar Dikunci, Berakhir Ditembak Polisi
    Next Article Kapolres Jenguk Korban Kericuhan Usai Laga Gresik United Lawan Deltras

    Berita Terkait

    Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Guna Kejar Target Penurunan Stunting 14,2 Persen

    17 Juni 2026

    Wujudkan Zero Stunting, Pemdes Bolo Perkuat Komitmen dan Kolaborasi Lintas Sektor

    12 Juni 2026

    Penanganan Stunting Menjadi Prioritas, 5 Desa di Kecamatan Bungah Siapkan Langkah Konkret

    19 Mei 2026

    Komitmen Cegah Stunting dari Desa, Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik

    30 Maret 2026

    Pemaparan Wabup Gresik, Saat Menerima Kunker Wabup Tabalong dan Jajaran

    29 Januari 2026

    Harapan Bupati Gresik Saat Menghadiri Peringatan HKG PKK ke-53

    21 Oktober 2025
    Search
    Terkini

    Menyambut HUT Pada Tahun Ini, Petrokimia Gresik Fasilitasi 100 Anak Khitan Gratis

    Bakti Sosial Memperingati Hari Jadi Lamongan, Sebanyak 104 Anak Mengikuti Khitan Massal Gratis

    Pemkab Gresik Memperkuat Ekosistem Peternakan, Dorong Menjadi Produk Bernilai Tambah

    Buka Bimtek LPJ Pengkab KONI Gresik, Wabup Ingatkan Pentingnya Akuntabilitas Keuangan

    Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Jawab Kebutuhan Industri dan Buka Peluang Kerja, Pemkab Gresik Dorong Pengembangan Vokasi

    19 Juni 2026

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong pengembangan vokasi, untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka…

    TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

    Penuturan Paskibraka Pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Alun Alun Lamongan

    Komitmen Membangun Desa Lebih Baik, Pemdes Wadeng Gelar Musdes

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.