Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Pastikan MPLS di Lamongan Berlangsung Aman dan Bebas Bullying

      13 Juli 2026

      Tahun Ajaran Baru, Gus Yani Membuka MPLS Ramah Anak di UPT SMPN 1 Gresik

      13 Juli 2026

      Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

      13 Juli 2026

      Pesan Bupati Gresik Saat Menerima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair

      13 Juli 2026

      Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Lamongan Terus Upayakan Peningkatan Kualitas Koperasi

      12 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Guna Kejar Target Penurunan Stunting 14,2 Persen
    Kesehatan

    Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Guna Kejar Target Penurunan Stunting 14,2 Persen

    RedaksiBy Redaksi17 Juni 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Sinergi lintas sektor diperkuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, sebagai upaya percepatan penurunan stunting mencapai target prevalensi sebesar 14,2 persen pada 2029.

    Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Sinkronisasi Program dan Pendampingan Web Pelaporan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (Web Bangda) Kabupaten Gresik Tahun 2026, yang dilaksanakan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Rabu (17/6/2026).

    Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan agenda prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Mulai pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, hingga masyarakat.

    “Ini bukan pekerjaan satu OPD (organisasi perangkat daerah), bukan pekerjaan sektor kesehatan saja. Penurunan stunting adalah kerja bersama, yang membutuhkan komitmen seluruh pihak,” ujar dokter Alif-Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

    Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, terang dokter Alif, prevalensi stunting nasional masih berada pada angka 19,8 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14,2 persen pada tahun 2029 dan mencapai 5 persen pada tahun 2045, sebagaimana amanat Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021.

    Sementara prevalensi stunting di Kabupaten Gresik pada 2024, tercatat sebesar 15,2 persen. Angka tersebut menjadi perhatian bersama, sekaligus pijakan dalam memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting di daerah.

    Baca Juga :  Bupati dan Forkopimda Gresik Menjenguk Korban, Pastikan Situasi Panceng Tetap Kondusif

    Menurut dokter Alif, arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029 menempatkan pencegahan dan percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari transformasi sosial. Intervensi prioritas dilakukan meliputi penanggulangan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan, suplementasi gizi mikro, pemenuhan ASI eksklusif, serta pendampingan kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    Dia juga menegaskan, keberhasilan penurunan stunting sangat ditentukan oleh aksi konvergensi yang terkoordinasi, terpadu, dan dilakukan secara bersama. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu arah, dan menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

    “Konvergensi berarti seluruh pihak bergerak bersama. Kabupaten tidak bisa berjalan sendiri, kecamatan tidak bisa berjalan sendiri, desa juga tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus terkoordinasi dan saling menguatkan, untuk mencapai tujuan yang sama,” tegasnya.

    Dia menjelaskan, bila pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi aksi konvergensi stunting dari pendekatan yang berorientasi pada proses administrasi, menjadi pendekatan yang berfokus pada hasil. Melalui integrasi data, pemanfaatan SIPD, dan sistem pelaporan berbasis Web Bangda, dengan intervensi yang dilakukan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menghasilkan dampak nyata terhadap penurunan prevalensi stunting.

    Lebih lanjut, dokter Alif mengingatkan, tantangan percepatan penurunan stunting tidak hanya berkaitan dengan pendanaan. Masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, seperti pemahaman terhadap esensi aksi konvergensi yang belum merata, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, intervensi layanan yang belum sepenuhnya fokus pada sasaran prioritas, serta perlunya penguatan peran kecamatan sebagai simpul koordinasi strategis.

    Baca Juga :  Kemeriahan Jalan Sehat dan Pawai Budaya Ala Desa Tanjung, Dilengkapi Maskot Tiap RW

    “Kita tidak boleh hanya berfokus pada out put kegiatan. Hal yang paling penting adalah dampaknya. Apakah angka stunting benar-benar turun, apakah anak-anak yang menjadi sasaran mengalami perbaikan status gizi. Kalau tidak ada dampaknya, maka program harus dievaluasi,” kata dokter Alif.

    Karena stunting tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi. Namun pola asuh yang kurang tepat, rendahnya pemahaman mengenai pemenuhan gizi anak, hingga kurangnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak, juga dapat menjadi penyebab. Sehingga keterlibatan organisasi masyarakat, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat lain, menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran keluarga mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi yang baik.

    Komitmen percepatan penurunan stunting juga telah menjadi bagian dari Nawakarsa Kabupaten Gresik, khususnya melalui penguatan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif, ramah anak, dan berperspektif gender. Dalam RPJMD Kabupaten Gresik, prevalensi stunting ditargetkan mencapai 14,2 persen pada tahun 2029, selaras dengan target nasional, dan terus ditekan hingga mencapai 14 persen pada tahun 2030.

    Baca Juga :  Bupati Gresik Pimpin Upacara Pembukaan Program TMMD ke-128

    Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Gresik Edi Hadisiswoyo menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan dan mengoordinasikan berbagai upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting agar berjalan terpadu, efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

    Menurut Edi, kegiatan yang dilaksanakan juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan aksi konvergensi stunting. Mulai dari tahap analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan program, monitoring, hingga evaluasi.

    “Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun integrasi program lintas sektor, peningkatan efektivitas penggunaan anggaran, penguatan layanan bagi kelompok sasaran prioritas, serta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, kecamatan, puskesmas, desa, dan seluruh pihak terkait,” harap Edi.

    Dia menambahkan, pemanfaatan Web Bangda juga menjadi instrumen penting untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program percepatan penurunan stunting secara terintegrasi. Karena berbagai intervensi dapat dipantau secara lebih terukur, akuntabel, dan berbasis data, sehingga mampu menghasilkan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat.

    Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jawa Timur Kukuh Tri Sandi, serta Afidah Andani dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Sementara peserta terdiri atas perangkat daerah pengampu program percepatan penurunan stunting, para camat, kepala puskesmas, koordinator penyuluh KB kecamatan se-Kabupaten Gresik, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

    gresik Kabupaten Gresik stunting Stunting gresik Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif
    Previous ArticleKepala Dispendik Gresik; Seluruh Tahapan SPMB Telah Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku
    Next Article Pramuka Garuda Tahun 2026 Resmi Dilantik Wakil Bupati Gresik

    Berita Terkait

    Tahun Ajaran Baru, Gus Yani Membuka MPLS Ramah Anak di UPT SMPN 1 Gresik

    13 Juli 2026

    Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

    13 Juli 2026

    Pesan Bupati Gresik Saat Menerima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair

    13 Juli 2026

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    11 Juli 2026

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    11 Juli 2026

    Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

    10 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Pastikan MPLS di Lamongan Berlangsung Aman dan Bebas Bullying

    Tahun Ajaran Baru, Gus Yani Membuka MPLS Ramah Anak di UPT SMPN 1 Gresik

    Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

    Pesan Bupati Gresik Saat Menerima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair

    Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Lamongan Terus Upayakan Peningkatan Kualitas Koperasi

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    Pemdes Raci Kulon Sidayu Salurkan Ratusan Paket Sembako Untuk Warga

    28 Mei 2025

    MINATBACA.com – Kepedulian jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Raci kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, kepada warga…

    Pemkab Lamongan Upayakan Percepat Pengelolaan Sampah

    Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

    Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Evaluasi MBG di Lamongan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.