MINATBACA.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, menyosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sosialisasi bertujuan memastikan bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan. Kegiatan berlangsung di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Senin (30/3/2026), mengusung tema ‘Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi.’
Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, beserta perwakilan Forkopimda Gresik dan Kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Gresik. Hadir pula Kepala BPS Gresik, kepala desa/lurah, operator data desa/kelurahan, serta para SDM pilar-pilar sosial se-Kabupaten Gresik, pendamping PKH, TKSK, serta TAGANA.
Gus Ipul-sapaan Mensos RI Saifullah Yusuf dalam sambutan mengatakan, pentingnya pengakhiran ego sektoral data sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2025. Karena mulai tahun 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dan disajikan dalam peringkat desil 1 sampai 10.
Menurut Gus Ipul, data kemiskinan bersifat dinamis, sehingga perlu pemutakhiran secara terus-menerus melalui berbagai saluran, baik jalur formal maupun partisipasi masyarakat.
“Bupati, Wakil Bupati Gresik, hingga para pendamping dan operator SIKS-NG desa/kelurahan, harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan, elemen-elemen strategis seperti RT, RW, kepala desa, Dinas Sosial, hingga BPS di daerah, harus bersinergi di bawah koordinasi bupati. Hasil pemutakhiran data dari tingkat desa, nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk diolah, dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk pemeringkatan desil 1 sampai 10.
“Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran,” terangnya.
Gus Ipul juga menjelaskan, data bersifat sangat dinamis dan setiap hari bisa berubah, karena setiap hari ada yang meninggal dan ada yang melahirkan. Oleh karenanya, petugas di daerah harus membantu pemutakhiran data secara faktual di lapangan, lalu mengirimkannya ke BPS. Dengan hasil olah data, bakal disajikan setiap tiga bulan sekali.
“Dengan data yang akurat, kita menghindari kesalahan sasaran yang bisa menjadi temuan di masa depan,” ucap Gus Ipul.
Selain jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes), Gus Ipul membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui kanal partisipasi. Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian bantuan seperti penerima yang memiliki aset mewah, mereka dapat melaporkan melalui saluran resmi pada Aplikasi Cek Bansos: melalui fitur ‘Usul’ dan ‘Sanggah,’ Command Center Kemensos, kontak 171 atau 021-171 (layanan 24 jam). Juga WhatsApp Center Kemensos Lapor Bansos di 08877 171 171.
Mewakili Bupati Gresik, Wabup Gresik Asluchul Alif dalam sambutan menyampaikan, upaya dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren yang positif. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,37 persen poin dari 10,32 persen pada Maret 2024, menjadi 9,95 persen pada Maret 2025.
“Artinya, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sejumlah 131.807 jiwa. Sementara menurut pendataan riil kami melalui Aplikasi Gresik Soya, sebanyak 142.107 jiwa,” beber dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif.
Sementara berdasarkan aplikasi SIKS-NG, jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang berada pada desil 1 sampai 4 tercatat sebanyak 541.714 jiwa. Dengan rincian, desil 1 sebanyak 163.725 jiwa, desil 2 sebanyak 164.469 jiwa, desil 3 sebanyak 117.139 jiwa, desil 4 sebanyak 96.381 jiwa. Mengacu dari data tersebut, yang saat ini menerima bansos ada PKH 55.300 KPM, sembako (BPNT) 82.258 KPM, dan PBIJK 610.294 jiwa.
“Jadi yang menerima bansos baru 25,39 persen dari total desil 1 sampai 4. Masih ada 404.156 (74,61 persen) jiwa yang belum mendapatkan bantuan sosial,” ungkap dokter Alif.
Dia juga menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, saat ini jumlah peserta didik tetap utuh sebanyak 75 siswa, belum ada yang mengundurkan diri. Seluruh orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha, sesuai dengan kebutuhan dan minat.
“Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang ada di Desa Raci Tengah, hingga saat ini mencapai 27,36 persen. Mohon doa dan dukungannya, semoga pembangunan SR tersebut bisa terlaksana sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027,” tutur dokter Alif.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga sempat melihat langsung penampilan siswa-siswi SRMA 37 dan penampilan paduan suara pilar-pilar sosial Kabupaten Gresik, serta mengajak dialog Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik untuk mengetahui perkembangan. Selain itu, ada pula bantuan kewirausahaan bagi 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik, dengan total nilai bantuan Rp391.853.366.

