Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Parade Kebangsaan Menutup Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Lamongan

      6 September 2026

      Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2023, Fraksi DPRD Lamongan Sampaikan Pandangan Umum

      5 September 2026

      Jaring Atlet Renang Potensial, Swimming Competition Bupati Cup V Lamongan 2026 Digelar

      5 September 2026

      Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pak Yes Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

      5 September 2026

      Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

      4 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Digitalisasi Pertanian Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Hasil Panen Padi
    Ekonomi

    Digitalisasi Pertanian Petrokimia Gresik Berhasil Tingkatkan Hasil Panen Padi

    RedaksiBy Redaksi30 Mei 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, berhasil meningkatkan hasil panen padi di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, hingga 41,54 persen melalui digitalisasi pertanian.

    Adapun peningkatan produktivitas tersebut, terlihat pada saat pelaksanaan panen bersama Demonstration Farming (Demfarm) yang diikuti oleh Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih, baru-baru ini. Hasil panen padi yang semula hanya berkisar 6,5 ton per hektare, berhasil meningkat menjadi 9,12 ton per hektare.

    Digna menyampaikan, Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung padi nasional. Sepanjang 2023, produktivitas Gabah Kering Giling (GKG) di provinsi tersebut mencapai 9,08 juta ton atau tertinggi nomor tiga nasional, dengan Sukoharjo menjadi salah satu wilayah penyumbang terbesar.

    Menilik dari sisi positifnya, produktivitas Demfarm yang diterapkan juga lebih tinggi dari rata-rata sawah di Sukoharjo. Di mana menurut data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, produktivitas padi selama rentang 2023 di Sukoharjo hanya berada di angka 7,27 ton per hektare.

    “Apabila Demfarm diduplikasi seluruh petani di Sukoharjo maupun Jawa Tengah, pertanian di sini bakal semakin modern, produktivitas semakin optimal dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” kata Digna.

    “Program pertanian digital ini juga merupakan salah satu solusi dari Petrokimia Gresik, untuk ketahanan pangan nasional,” tandasnya.

    Demfarm sendiri merupakan model percontohan dalam implementasi smart precision farming, menjadi strategi Petrokimia Gresik memperkenalkan dan juga mengimplementasikan teknologi modern pada sektor pertanian di Indonesia.

    Khusus di Sukoharjo dalam agenda tersebut, Demfarm dilaksanakan pada lahan seluas 7,9 hektare (22 petak lahan) yang terpusat di Kecamatan Tawangsari. Pada proses budidaya, petani dikenalkan penggunaan drone untuk pemupukan dan penyemprotan.

    “Penggunaan drone terbukti mampu menekan biaya, khususnya pada biaya tenaga kerja, ada penghematan sebesar 7,93 persen. Dengan adanya program digitalisasi, kami juga berharap dapat menarik minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian,” ujar Digna.

    Sementara untuk teknologi budidaya pertanian yang diaplikasikan pada lahan Demfarm, menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang Petrokimia Gresik. Satu hektare lahan Demfarm, menggunakan dosis pemupukan 1.000 kilogram Petroganik Premium, 300 kilogram Phonska Plus, 150 kilogram Phosgreen dan 400 kilogram ZA Plus.

    Digitalisasi pertanian, lanjut Digna, tidak hanya membuat adanya peningkatan produktivitas tanaman padi. Namun juga penurunan biaya operasional budidaya tanaman padi, yang turut berdampak positif pada peningkatan pendapatan para petani sebesar Rp18.082.000, lebih tinggi dibanding hasil panen sebelumnya.

    “Demfarm ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukoharjo,” kata Digna.

    “Kami berharap, Demfarm juga akan diduplikasi oleh seluruh petani di Indonesia nantinya,” harap Digna.

    Previous ArticleKomitmen Petrokimia Gresik Untuk Menyalurkan Pupuk Organik Bersubsidi
    Next Article Anggota Polres Gresik Sosialisasi Saber Pungli di Pendopo Kecamatan Manyar

    Berita Terkait

    Parade Kebangsaan Menutup Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Lamongan

    6 September 2026

    Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2023, Fraksi DPRD Lamongan Sampaikan Pandangan Umum

    5 September 2026

    Jaring Atlet Renang Potensial, Swimming Competition Bupati Cup V Lamongan 2026 Digelar

    5 September 2026

    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pak Yes Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

    5 September 2026

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    4 September 2026

    Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik Buktikan Pertanian Modern Bisa Memikat Generasi Z

    4 September 2026
    Search
    Terkini

    Parade Kebangsaan Menutup Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Lamongan

    Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2023, Fraksi DPRD Lamongan Sampaikan Pandangan Umum

    Jaring Atlet Renang Potensial, Swimming Competition Bupati Cup V Lamongan 2026 Digelar

    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pak Yes Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Lagi, Sebanyak 3.040 Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Lamongan

    15 Juli 2026

    MINATBACA.com – Rokok dilekati dengan pita cukai tidak sesuai peruntukan, kembali ditemukan di Kabupaten Lamongan.…

    Ada Rumah Kompos, Pemdes Manyar Sidomukti Berharap Bisa Tingkatkan PADes

    SIG Kembali Hadirkan Semen Kujang yang Sempat Jadi Ikon di Jawa Barat

    Kabupaten Lamongan Jadi Pilot Project Simulasi Penebusan Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.