Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Sesi Offline Megpreneur 2026 di Lamongan Ditutup, Inkubasikan Inovasi Bisnis Hingga Agripreneur

      29 Agustus 2026

      Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

      28 Agustus 2026

      Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

      28 Agustus 2026

      Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

      27 Agustus 2026

      Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

      27 Agustus 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Perkembangan Dunia Sastra di Kabupaten Gresik
    Budaya

    Perkembangan Dunia Sastra di Kabupaten Gresik

    RedaksiBy Redaksi20 Oktober 20254 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Puluhan orang terlihat antusias, saat membicarakan mengenai sastra di Sualoka Hub. Sebuah tempat yang terletak di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan (Kampung Kemasan) Gresik.

    Mereka cukup antusias mengikuti diskusi publik terkait sastra, bertema ‘sastra: ekosistem, etika dan aktivasi.’ Even yang diselenggarakan oleh Yayasan Gang Sebelah bekerja sama dengan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, pada Minggu (19/10/2025) malam WIB. Dengan menghadirkan tiga sosok sebagai narasumber, Yogi Ishabib, Imam Muhtarom, dan Dewi Musdalifah.

    Berbagai isu terkini, perkembangan, sejarah, hingga persoalan yang dihadapi, dibahas dengan santai namun tetap fokus dalam even tersebut. Seperti di antaranya, bagaimana tantangan yang dihadapi oleh dunia sastra pada saat ini, khususnya perkembangan di kalangan gen z penggemar sastra di Gresik.

    “Bahwa memang kerja kesenian itu tidak mudah. Kerja kompleks, perlu mempererat kerja sama semua pihak,” ucap Dewi.

    “Semangat ini perlu mendapat sambutan dari semua pihak, untuk menjadikan Kota Gresik sehingga lebih memanusiakan manusia,” tambahnya.

    Sementara Yogi, lebih menitik beratkan fokus pada bagaimana seorang seniman, dalam hal ini tentu saja para sastrawan, menghasilkan karya sastra. Kendati di satu sisi dia tidak menampik, bila sosok sastrawan juga manusia, yang pasti memiliki aneka kebutuhan, serta rutinitas dan aktifitas lain layaknya manusia pada umumnya.

    Baca Juga :  Pengurus KIPAN Kabupaten Gresik Periode 2025-2027 Resmi Dilantik

    “Praktek membaca dan menulis itu adalah kerja manusia. Dengan saya mengutip pada sebuah karya, jika menulis itu kadang hasilnya bagus, kadang juga jelek,” kata Yogi.

    Adapun narasumber Imam Muhtarom memilih untuk bercerita, bagaimana ‘perjuangan’ yang harus ditempuh oleh para sastrawan di Indonesia, hingga berkembang seperti saat ini. Sehingga diperlukan upaya kerja bersama semua pihak, jika ingin dunia sastra Indonesia terus mengalami peningkatan.

    “Kita berada dalam tradisi tulis ini kan belum lama. Kolonial memberi itu saat akhir abad ke-19 an. Pada saat merdeka, barulah itu kita mulai kebiasaan menulis secara utuh (tradisi menulis),” cerita Imam.

    “Sehingga, bagaimana menjadikan menulis sebagai kebudayaan kita bersama,” harapnya.

     

    Penjelasan Panitia
    Ketua Yayasan Gang Sebelah Hidayatul Nikmah mengatakan, diskusi publik yang dilaksanakan tersebut, merupakan rangkaian dari agenda yang digelar dalam dua hari pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (18-19/10/2025).

    Baca Juga :  Upaya PLN UP3 Gresik Beri Pelayanan Terbaik, Dari Siapkan SPKLU Hingga Berikan Hadiah Mobil Listrik

    “Sapa sastra ini bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Mulai Hari Sabtu kemarin, dengan sebelumnya ada FGD (Fokus Grup Diskusi) yang diikuti 30 orang. Rumusan hasil FGD kemarin itulah, yang kemudian diperbincangkan pada malam ini dengan menghadirkan tiga orang narasumber,” ungkap Hidayatul.

    Dalam dua hari penyelenggaraan kegiatan, ada beberapa poin yang dikantongi oleh pihak panitia dari para sastrawan, dan juga gen z di Kabupaten Gresik yang menggemari sastra. Yakni, mengenai perkembangan sastra di Gresik.

    “Salah satu keresahan, di Gresik belum ada penerbit yang secara rutin menerbitkan buku-buku karya sastra. Padahal, jumlah penerbit di sini banyak. Bahkan, tidak jarang para sastrawan Gresik harus lari ke kota lain, hanya untuk penerbitan hasil karyanya,” tutur Hidayatul.

     

    Tidak hanya mengenai penerbitan, namun pihak Yayasan Gang Sebelah juga mendapati masukan mengenai minimnya penyelenggaraan even-even kesenian, khususnya sastra di Kabupaten Gresik. Termasuk, gen z penggemar sastra yang memilih untuk meluangkan waktu secara daring, ketimbang terlibat dalam kegiatan sastra konvensional.

    Baca Juga :  Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    “Harapan kami, bagaimana sastra ini, terutama di Gresik, dapat diperbincangkan dari hulu ke hilir. Rencananya, setelah ini kami akan merumuskan dan catatkan ke dinas terkait untuk dipikirkan, sehingga sastra dapat dipraktekkan secara sistematis,” tambah salah seorang penggawa Yayasan Gang Sebelah, Irfan Akbar.

     

    Tanggapan Peserta
    Salah seorang peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Quni Qurota (25) mengaku, sangat senang bisa mengikuti kegiatan yang sudah lama cukup didambakan olehnya.

    “Terus terang, saya sangat senang, karena jarang banget ada kegiatan seperti ini di Gresik,” ucap Quni, kepada awak media selepas kegiatan.

    Quni pun lantas mengapungkan harapan, supaya agenda-agenda kesenian, khususnya sastra, dapat lebih sering diadakan di Gresik. Dengan tentunya, dihadiri oleh lebih banyak penulis dan pegiat literasi.

    “Semoga ke depan sering diadakan, dan juga lebih banyak penulis lagi yang akan datang ke Gresik untuk acara-acara seperti ini,” harapnya.

    gresik kesenian
    Previous ArticleWujud Kepedulian, Sidokkes Polres Gresik Antar Jenazah PMI Hingga Rumah Duka Gratis
    Next Article Kabupaten Lamongan Raih Peringkat Lima Nasional dalam Pengawasan Kearsipan 2024

    Berita Terkait

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    28 Agustus 2026

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    27 Agustus 2026

    Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

    27 Agustus 2026

    Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polres Gresik Ungkap 14 Kasus

    26 Agustus 2026

    Wabup Gresik Dengarkan Langsung Keluhan Warga Saat Serahkan Bantuan di Benjeng

    25 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Sesi Offline Megpreneur 2026 di Lamongan Ditutup, Inkubasikan Inovasi Bisnis Hingga Agripreneur

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi, Saat Acara Sedekah Bumi Desa Dapet

    29 Oktober 2024

    MINATBACA.com – Melestarikan tradisi budaya leluhur yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam, Pemerintah Desa…

    Silaturrahmi Ulama dan Umaro, Pak Yes Perkuat Kolaborasi Untuk Kejayaan Lamongan

    Pekan Depan, Dispendik Gresik Salurkan Kekurangan BOSDA Tahun 2023

    Bupati Gresik Membuka Kegiatan Pelatihan BNSP Konten Kreator

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.