Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Hadirkan Infrastruktur Jalan Berkualitas, Pemkab Lamongan Kembali Laksanakan Program Jamula

      14 Mei 2026

      Tidak Hanya Ibu, Cakupan SOTH di Lamongan Bakal Diperluas Untuk Siapapun yang Mengasuh Balita

      13 Mei 2026

      Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

      13 Mei 2026

      Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

      13 Mei 2026

      Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

      13 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Ancaman Kemarau Datang Lebih Awal, Bupati Gresik Ingatkan Seluruh Jajaran Untuk Mulai Antisipasi
    Pemerintahan

    Ancaman Kemarau Datang Lebih Awal, Bupati Gresik Ingatkan Seluruh Jajaran Untuk Mulai Antisipasi

    RedaksiBy Redaksi17 April 20262 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menaikkan level kewaspadaan, menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal, bahkan diprediksi sejak akhir April 2026.

    Setidaknya ada enam kecamatan di Gresik yang berpotensi terdampak di fase awal, dan bisa meluas hingga 12 kecamatan saat puncak kemarau pada Bulan Juli hingga September. Situasi ini menuntut perubahan cara kerja pemerintah, dari sekadar respons menjadi antisipasi yang terukur.

    “Jangan tunggu masyarakat kesulitan air baru kita bergerak. Semua harus sudah siap dari sekarang,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pada saat Rapat One Week Program di Ruang Rapat Graita Eka Praja, Senin (13/4/2026).

    “Kecamatan harus tahu titik rawan, desa harus tahu kondisinya. Tidak boleh ada yang terlambat,” ucapnya.

    Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah menyiapkan skema intervensi berupa droping air. Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari lima unit truk tangki, puluhan tandon air, hingga ratusan jeriken. Namun di balik persiapan yang dilakukan terdapat tantangan nyata yaitu, keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

    “Dengan keterbatasan ini, kita tidak bisa kerja biasa. Harus berbasis data, harus tepat sasaran, dan harus cepat,” kata Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Gus Yani juga menegaskan, solusi tidak bisa hanya bergantung pada dropping air. Pemanfaatan sumber air alternatif dan kerja sama lintas sektor, juga bisa menjadi kunci.

    “Kita harus berani keluar dari pola lama. Sumber air yang ada harus dioptimalkan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Ini soal strategi, bukan sekadar bantuan,” tambahnya.

    Dia bahkan mendorong kesiapsiagaan hingga tingkat rumah tangga, dengan memastikan masyarakat memiliki cadangan air secara mandiri.

    “Minimal setiap rumah punya jeriken atau tandon. Kita harus membangun kesiapan dari bawah, bukan hanya mengandalkan pemerintah,” tutur Gus Yani.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik Sukardi menegaskan, pemetaan untuk wilayah rawan telah dilakukan sebagai dasar intervensi.

    “Kami sudah siapkan distribusi air bersih secara bertahap, sesuai kebutuhan di lapangan. Yang menjadi perhatian adalah dukungan operasional, khususnya BBM, karena distribusi akan berlangsung rutin selama musim kemarau,” ujar Sukardi.

    Tidak hanya itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, agar distribusi air tidak terlambat dan benar-benar menyasar wilayah yang paling membutuhkan. Sementara Pemkab Gresik juga mulai menggeser pendekatan, dari penanganan darurat menuju pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan, termasuk untuk mendukung sektor pertanian.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik kekeringan pemkab gresik
    Previous ArticleSIG Jaga Tren Positif di Atas Rata-Rata Industri Usai Konsisten Jalankan Strategi Transformasi
    Next Article Dijadwalkan Berlangsung 3 Hari, Bupati Gresik Buka MTQ XXXII Tingkat Kabupaten

    Berita Terkait

    Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

    13 Mei 2026

    Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

    13 Mei 2026

    Buka Muswil IDI Jatim Tahun 2026, Bupati Jelaskan Komitmen Pemkab Gresik Pada Layanan Kesehatan

    8 Mei 2026

    Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati Bangga Gresik Jadi Magnet Investasi Strategis

    8 Mei 2026

    Dinas KBPPPA Gresik Lakukan Penjangkauan dan Pendampingan Psikososial Anak Ponpes Al Amin

    8 Mei 2026

    Bupati Gresik Hadiri Pelantikan Rektor Unigres Periode 2026-2030

    6 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Hadirkan Infrastruktur Jalan Berkualitas, Pemkab Lamongan Kembali Laksanakan Program Jamula

    Tidak Hanya Ibu, Cakupan SOTH di Lamongan Bakal Diperluas Untuk Siapapun yang Mengasuh Balita

    Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

    Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

    Bupati Apresiasi Kejari dan Polres Gresik Tuntaskan 281 Perkara, yang Terjadi Sejak Awal Tahun 2026

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Kesehatan Personel Pengamanan TPS di Gresik Dilakukan Pemeriksaan

    12 Februari 2024

    GRESIK – Polres Gresik melakukan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) bagi 382 personel pengamanan Tempat Pemungutan Suara…

    Launching GSI, Sekda Gresik Inginkan Guru Ikuti Perkembangan Teknologi Industri

    Petrokimia Gresik Raih 4 Penghargaan di BUMN Brand & Marketing Award 2024

    Sekda Gresik Tegaskan Inovasi Tidak Boleh Terhenti, Meski Anggaran Dipangkas

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.