Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026

      Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

      29 Mei 2026

      Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Petik Laut Desa Campurejo, Sarana Pererat Kerukunan dan Wujud Syukur
    Budaya

    Petik Laut Desa Campurejo, Sarana Pererat Kerukunan dan Wujud Syukur

    RedaksiBy Redaksi31 Oktober 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Tradisi sedekah laut atau yang di beberapa daerah disebut ‘Petik Laut’, hingga saat ini masih teguh dipertahankan oleh masyarakat Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik. Selain wujud rasa syukur, juga untuk mempererat kerukunan warga.

    Kepala Desa Campurejo Amudi menuturkan, sedekah laut di desa yang dipimpin olehnya rutin dilaksanakan setiap tahun. Dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) dan Rukun Nelayan (RN) setempat setiap Bulan Agustus, yang sekaligus untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI).

    “Ini kegiatan rutin yang terus kita pertahankan, supaya tidak melupakan nikmat yang diberikan. Selain itu juga tujuannya melestarikan budaya,” kata Amudi, Rabu (30/10/2024).

    “Kebiasaan nenek moyang yang dulu ya seperti itu. Mungkin dalam keyakinan orang terdahulu (nenek moyang), kalau kita banyak bersyukur kepada Allah, maka nikmatnya akan ditambah,” tambahnya.

    Amudi menerangkan, acara petik laut merupakan even besar yang menyedot animo ribuan masyarakat. Sehingga bisa menjadi sarana untuk mempererat kerukunan masyarakat, nelayan, para perangkat desa, serta tokoh setempat.

    “Even itu efeknya positif. Dapat menjalin ukhuwah, kebersamaan, persatuan nelayan. Karena nelayan kita ada dari beberapa sektor, ada sektor jaring, ada sektor kursin, ada nelayan tradisional. Jadi ketika ada even seperti itu, mereka jadi satu-menyatu, kompak untuk menyelenggarakan,” jelasnya.

    Untuk rangkaian kegiatan setiap tahun hampir sama yakni, diawali dengan tumpengan tasyakuran atau dalam Bahasa Jawa ‘selametan’ yang diisi dengan istighotsah, yasinan, tahlilan, serta doa bersama. Yakni, meminta keselamatan dan rejeki melimpah, serta doa untuk tokoh masyarakat desa yang telah meninggal lebih dulu.

    Baru kemudian, acara dilanjutkan dengan kegiatan lomba perahu hias. Di mana perahu-perahu yang dilombakan, dihiasi dengan berbagai model yang menarik dan lantas diparadekan di tengah laut. Sementara malam harinya, diadakan sholawatan bersama atau kegiatan hiburan yang lain.

    “Tahun lalu kita undang Habib Syech sholawatan di sini, itu perkiraan 10.000 jamaah yang hadir. Karena masyarakat kita mayoritas Islam, jadi kegiatan berisi perpaduan antara nilai tradisi budaya dan religi. Namun juga ada hiburan lain, seperti elekton,” urainya.

    Amudi juga menerangkan, kegiatan petik laut yang digelar Desa Campurejo setiap tahun makin meriah, seiring waktu dan bertambahnya jumlah nelayan. Untuk itu, dirinya bertekad ingin membesarkan even tersebut, sehingga bisa menjadi ikon tahunan yang dapat menarik perhatian umum.

    Amudi memperkirakan, ada sekitar 600 hingga 700 pemilik perahu, dengan jumlah ribuan warga yang bekerja di sektor nelayan. Amudi berharap, para nelayan di desa yang dipimpin olehnya, diberikan rejeki melimpah, keselamatan dalam bekerja dan tetap bersyukur atas limpahan rejeki yang diperoleh.

    “Harapan kami, para nelayan di desa kami terus mendapat hasil laut yang melimpah. Bahasa nelayannya itu ALONG dan mereka diberi keselamatan dalam bekerja,” pungkasnya.

    Campurejo Panceng petik laut
    Previous ArticlePemdes Indrodelik Rencana Bangun Tempat Pemancingan dan Wahana Bermain
    Next Article Bakal Ada Wahana Baru di Kompleks Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan

    Berita Terkait

    Pemkab Gresik Salurkan Bansos Untuk Masyarakat Terdampak Konflik Sosial di Banyutengah

    11 Maret 2026

    Bupati dan Forkopimda Gresik Menjenguk Korban, Pastikan Situasi Panceng Tetap Kondusif

    2 Maret 2026

    Gandeng Pemdes Dalegan, YLBH Fajar Trilaksana Edukasi Hukum ke Warga

    4 November 2025

    BLT Bulan Enam di Desa Banyutengah Panceng Tuntas Disalurkan Kepada KPM

    22 Juni 2025

    Demi Pelayanan Masyarakat, Pemdes Petung Kebut Pembangunan Pendopo

    18 Juni 2025

    Tidak Hanya Sektor Wisata, Desa Dalegan Juga Fokus Cetak SDM Unggul

    17 Juni 2025
    Search
    Terkini

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Pola Baru Transmigrasi, Pemkab Lamongan Lebih Utamakan Potensi Caltrans

    29 Januari 2026

    MINATBACA.com – Babak baru pola transmigrasi, membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),…

    KWG Berbagi Pengetahuan Jurnalistik Kepada Kades se-Kecamatan Driyorejo

    Gelaran Futsal Competition Tingkat SMP dan SMA di Lamongan Dibuka Bupati

    Jalan Rusak Tidak Kunjung Diperbaiki, Wakil Ketua DPRD Gresik Minta Dinas PUTR Segera Bertindak

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.