Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pak Yes Buka MTQ ke-28 Tingkat Kabupaten Lamongan

      15 April 2026

      Pembukaan Rangkaian Peringatan HJL ke-457 dan Sukseskan MTQ ke-XXVIII Melalui Khotmil Quran

      15 April 2026

      Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

      14 April 2026

      Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

      14 April 2026

      Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

      14 April 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Pemkab Gresik Prioritaskan Tekan AKI dan AKB
    Kesehatan

    Pemkab Gresik Prioritaskan Tekan AKI dan AKB

    RedaksiBy Redaksi25 September 20252 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Upaya untuk dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Kesehatan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, pada saat membuka gelaran ‘Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi’ yang berlangsung di Aston Hotel Gresik, Kamis (25/9/2025). Workshop yang juga menjadi forum strategis untuk mengevaluasi data, membedah kasus, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem layanan kesehatan kepada masyarakat Gresik.

    Wabup Gresik yang biasa disapa dokter Alif tersebut menegaskan, isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis. Namun juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa, sehingga Pemkab Gresik berkomitmen memastikan ibu dan bayi mendapat pelayanan terbaik, terlindungi dan terjaga keselamatan.

    “Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusna menyampaikan, perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Di mana pada 2023 AKI tercatat 99.38 per 100.000 kelahiran hidup, kemudian pada 2024 turun menjadi 77.59. Sementara AKB dari 4.82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 pada 2024.

    “Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor, agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya.

    Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean dan Tambak (Pulau Bawean). Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar dan Sangkapura (Pulau Bawean). Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti dan Kebomas.

    Adapun workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat dan petugas medis dari puskesmas, serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. Dengan harapan, akan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan. Sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur dan dapat berkelanjutan.

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah, tanggung jawab kita bersama,” ucap dokter Alif.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticlePeringatan Haornas di Lamongan Diwarnai Apresiasi Untuk Atlet, Pelatih, Hingga Pengukuhan PBVSI
    Next Article Satbinmas Polres Lamongan Bentuk PDK Tahun 2025

    Berita Terkait

    Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

    14 April 2026

    Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

    14 April 2026

    Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

    14 April 2026

    Bupati dan Wabup Gresik Dampingi Mendag Budi Santoso Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu

    10 April 2026

    Pemkab Gresik Bakal Dampingi Korban Penipuan Rekrutmen ASN

    9 April 2026

    Dari Cerdas Cermat hingga Tahfidz, Bupati Gresik Coba Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar

    9 April 2026
    Search
    Terkini

    Pak Yes Buka MTQ ke-28 Tingkat Kabupaten Lamongan

    Pembukaan Rangkaian Peringatan HJL ke-457 dan Sukseskan MTQ ke-XXVIII Melalui Khotmil Quran

    Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

    Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

    Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Terbukti Lakukan Pungli, Ketua CFD Gresik Dicopot

    23 November 2025

    MINATBACA.com – Ketua Car Free Day (CFD) Gresik berinisial AH, akhirnya diberhentikan oleh Dinas Pariwisata…

    Cara Desa Petiyintunggal Pertahankan Warisan Leluhur di Tengah Era Modern

    Tinjau Dinas Kominfo, Berikut Pesan dan Harapan Wabup Gresik

    Petrokimia Gresik Beri Bantuan Untuk Ponpes Tanfidz Bareng KWG dan PWI

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.