Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Lamongan Terus Upayakan Peningkatan Kualitas Koperasi

      12 Juli 2026

      Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

      11 Juli 2026

      Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

      11 Juli 2026

      Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

      10 Juli 2026

      Petronite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik Catat Perputaran Uang Mencapai Rp14,4 Miliar

      9 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Pemkab dan PCNU Gresik Teken MoU, Sepakat Penuhi Hak Anak-Anak PMI di Malaysia
    sosial

    Pemkab dan PCNU Gresik Teken MoU, Sepakat Penuhi Hak Anak-Anak PMI di Malaysia

    RedaksiBy Redaksi23 Oktober 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Sarasehan puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025, digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik di Aula Masjid Maulana Malik Ibrahim, Kamis (23/10/2025).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, dan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama yang menandai babak baru peran organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dengan pihak pemerintahan dalam menanggapi isu sosial lintas negara. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab dan PCNU Gresik juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tentang sinergi pemenuhan hak anak pekerja migran.

    “Sinergi ini bukan sekadar program administratif, tetapi juga ikhtiar kemanusiaan kita bersama. Untuk memastikan anak-anak Gresik yang lahir jauh dari tanah leluhurnya, agar tetap mendapat hak dasar sebagai manusia dan warga negara,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari kesadaran, bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Sebab warga Gresik banyak yang menjadi pekerja migran. Sehingga pemerintah daerah memiliki kewajiban moral, sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar keluarga mereka.

    Baca Juga :  Pembangunan SPPG Dapur Hybrid Trate, Bukti Dukungan Aktif Petrokimia Gresik Sukseskan MBG

    Menurut Gus Yani, ada delapan kecamatan di Gresik yang menjadi kantong pekerja migran. Di antaranya Manyar, Bungah, Sidayu, Dukun, Panceng, Pangkah, Sangkapura dan Tambak (dua Kecamatan di Pulau Bawean). Dari delapan wilayah tersebut, ada ribuan warga yang merantau ke Malaysia untuk bekerja, dan banyak di antara mereka yang membangun keluarga di Negeri Jiran dengan pernikahan siri.

    “Dari pernikahan siri inilah, lahir persoalan baru, dan dipastikan si buah hati ini semua tidak mempunyai dokumen identitas yang legal. Pemerintah Kabupaten Gresik menyoroti hal ini, dengan keprihatinan yang sangat mendalam,” ujarnya.

    Gus Yani menambahkan, tidak adanya identitas, membuat anak-anak tersebut menjadi hidup dalam bayang-bayang tanpa jaminan hak dasar. Anak tidak akan mungkin bisa sekolah, karena tidak ada sekolah di Malaysia yang bisa menerima apabila anak tidak memiliki dokumen identitas lengkap.

    Baca Juga :  Mencari Tambahan Siswa Untuk Program Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik Gandeng LKSA

    “Selain itu, mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan sosial, atau hak kewarganegaraan apa pun. Ini miris sekali jika dibiarkan,” tutur Gus Yani.

    Berdasarkan data yang dikumpulkan pemerintah daerah, sedikitnya ada 4.000 anak dari pekerja migran asal Gresik yang kini sedang diidentifikasi. Data tersebut tengah dipilah terlebih dahulu, untuk mengetahui mana anak hasil pernikahan sesama warga Gresik dan mana yang berasal dari pernikahan lintas daerah. Gus Yani lantas menerangkan, bila solusi utama adalah memulangkan anak-anak tersebut ke Tanah Air.

    “Ketika usia 0 sampai 17 tahun berada di Malaysia tanpa status identitas, maka anak tersebut dinyatakan tidak memiliki identitas kewarganegaraan apa pun,” tegasnya.

    Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajak lembaga-lembaga pendidikan di bawah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ma’arif NU, maupun pesantren di bawah naungan PCNU Gresik, saling bersinergi membantu.

    Baca Juga :  Bupati Tegaskan Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Daerah Lain

    “Yang penting bisa dibawa pulang dulu. Kalau mau sekolah negeri, nanti bisa melalui dinas. Kalau mau mondok, bisa dititipkan ke lembaga pendidikan di bawah RMI atau Ma’arif,” pungkasnya.

    Pada rangkaian resepsi dan sarasehan HSN tersebut, juga terdapat penganugerahan sebagai ‘Bupati Santri’ yang ditandai dengan pengalungan sorban oleh Katib Syuriah PCNU Gresik KH Abdul Malik kepada Gus Yani. Selain itu, untuk menjawab tantangan industri di Kabupaten Gresik, PCNU juga meluncurkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik LKKNU, serta Festival Santri X oleh PC LP Ma’arif NU.

    Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Halaqah Kepesantrenan yang disampaikan oleh Ketua RMI Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hodri Arief, sekaligus sebagai narasumber. Tidak hanya dari kalangan Pondok Pesantren (Ponpes), kegiatan juga turut dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik.

    gresik Hari Santri pemkab gresik
    Previous ArticlePesan Kapolres Lamongan Saat Kegiatan Apel Akbar Kebangsaan Bersama Serikat Pekerja
    Next Article Direksi Petrokimia Gresik Silaturrahmi ke Kejati Jawa Timur, Ada Apa?

    Berita Terkait

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    11 Juli 2026

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    11 Juli 2026

    Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

    10 Juli 2026

    Rangkaian Sedekah Bumi di Desa Tumapel, Ribuan Jamaah Padati Pengajian Akbar dan Sholawatan

    9 Juli 2026

    Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen

    9 Juli 2026

    Kades Pelemwatu Menganti Sukayin Melantik Robi Darwanto Sebagai Kepala Dusun Pelemdodol

    8 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Lamongan Terus Upayakan Peningkatan Kualitas Koperasi

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

    Petronite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik Catat Perputaran Uang Mencapai Rp14,4 Miliar

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Dari Stadion Surajaya, Pemkab Lamongan Fasilitasi 146 Pemudik Balik Gratis

    26 Maret 2026

    MINATBACA.com – Guna membantu masyarakat Kabupaten Lamongan yang merantau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melaksanakan program…

    DLH Gresik Gerak Cepat Atasi Sampah yang Dibuang Sembarangan

    Lestarikan Tradisi, Pemdes Tumapel Gelar Sedekah Bumi Selama 3 Hari

    Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ ke-32 Gresik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.