MINATBACA.com – Jajaran Direksi Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, bersilaturahmi dengan mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (22/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, pihak Petrokimia Gresik rupanya mendorong sinergi bersama Kejati Jawa Timur, untuk memastikan pelaksanaan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi berjalan transparan dan tepat sasaran, khususnya di musim tanam pada Bulan Oktober-Maret (Okmar). Hal ini disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dengan turut hadir dalam silaturahmi tersebut Direktur Keuangan dan Umum Adityo Wibowo, serta Direktur Manajemen Risiko Johanes Barus.
“Pemerintah telah banyak memberikan kemudahan akses bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kemudahan tersebut tertuang dalam tata kelola baru 2025, yang ditetapkan Pemerintah sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Daconi.
“Petrokimia Gresik di bawah naungan Pupuk Indonesia, siap menjalankan regulasi tersebut secara transparan, sehingga pupuk bersubsidi tersalurkan tepat sasaran,” lanjutnya.
Tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi terbaru, diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 6 tahun 2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi. Juga pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 15 tahun 2025, beserta sebagian peraturan pelaksanaannya.
“Peraturan ini telah menyederhanakan regulasi sebelumnya. Sehingga pupuk bersubsidi tersalurkan sesuai dengan prinsip 7 Tepat (tepat sasaran, jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, dan mutu), produktivitas pertanian pun semakin meningkat,” ungkap Daconi.
Daconi lantas menyampaikan, kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Kejati Jawa Timur, terkait program-program swasembada pangan nasional.
“Keberhasilan swasembada pangan nasional yang dicita-citakan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, membutuhkan peran aktif banyak pihak. Kejaksaan memiliki sejumlah program andalan, untuk menyukseskan swasembada pangan,” ungkap Daconi.
Adapun program dukungan terhadap target swasembada pangan nasional, antara lain ‘Jaksa Sahabat Petani’ yang pernah direalisasikan Kejati Jawa Timur di Gresik, beberapa waktu lalu. Program ini di Gresik, berkolaborasi dengan Petrokimia Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Di mana Petrokimia Gresik berkontribusi dalam menyediakan pupuk dan alat-alat pertanian, juga memberikan pendampingan kepada para petani.
Berikutnya, Kejaksaan juga memiliki program ‘Jaksa Mandiri Pangan.’ Dengan Daconi menegaskan, Petrokimia Gresik siap bersinergi dan memberikan pendampingan untuk program-program ketahanan pangan lain di Kejati Jawa Timur.
“Semoga silaturahmi ini dapat memberikan banyak manfaat, khususnya dalam pencapaian swasembada pangan nasional,” ucap Daconi.
Rombongan Direksi Petrokimia Gresik diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Kuntadi. Saat diskusi, Kuntadi sempat menegaskan, pentingnya sinergi dan komunikasi antara kejaksaan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya dalam mendukung program pembangunan nasional, termasuk di dalamnya program ketahanan pangan dan industri pupuk nasional. Turut mendampingi Kajati, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, Asisten Intelijen, dan Asisten Tindak Pidana Khusus.

