Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

      21 Mei 2026

      Ada 3 Unit Layanan Baru yang Hadir Melengkapi Fasilitas RSUD Ngimbang Lamongan

      21 Mei 2026

      Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

      20 Mei 2026

      Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

      20 Mei 2026

      Pendidikan Anak Usia Dini, Bupati Gresik Berharap Orangtua Bisa Memberi Contoh Baik

      20 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Petrokimia Gresik Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi Melalui Strategi Ekonomi Sirkular
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi Melalui Strategi Ekonomi Sirkular

    RedaksiBy Redaksi19 November 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Komitmen kuat ditunjukkan Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, dalam mendukung upaya dekarbonisasi global. Yakni, pengurangan emisi karbon melalui penerapan strategi ekonomi sirkular.

    Solusi inovatif tersebut merupakan langkah nyata pihak perusahaan menuju keberlanjutan lingkungan, yang sudah disampaikan dalam forum internasional Conference of the Parties 30 (COP30) di Belém, Brazil, baru-baru ini.

    Disampaikan oleh Senior Vice President (SVP) Teknologi & K3LH Bambang Ariwibowo, yang membahas tentang strategi atau roadmap ke depan, yang akan dijalankan perusahaan dalam mendukung upaya dekarbonisasi. Sementara dalam kesempatan yang sama, Vice President (VP) Lingkungan Hidup Bagus Eka Saputra mempresentasikan ekosistem inovasi yang telah dijalankan Petrokimia Gresik untuk menghadapi perubahan iklim dunia.

    Mereka berdua mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, yang terpisah menjelaskan, Petrokimia Gresik mengoperasikan sebanyak 36 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan mencapai 11 juta ton, mencakup produk pupuk dan non pupuk. Ekosistem produksi yang masif ini, tentu memiliki dampak lingkungan. Karena itu sejak tahun 2021, Petrokimia Gresik telah aktif menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi yang didukung oleh strategi ekonomi sirkular.

    “Penerapan ekonomi sirkular di Petrokimia Gresik, berfokus pada pemanfaatan produk samping (byproduct) menjadi produk bernilai tambah,” ujar Daconi.

    “Yang awalnya merupakan cost center sebagai bagian dari komitmen kami mengurangi emisi karbon, kini berhasil menciptakan nilai tambah, sekaligus menawarkan solusi konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan perusahaan,” tambahnya.

    Daconi menambahkan, dampak positif yang dihasilkan dari strategi ini meliputi peningkatan kualitas lingkungan, penurunan potensi risiko kesehatan dan keselamatan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih nyaman dan kondusif.

    Sementara Bambang merincikan implementasi strategi tersebut, antara lain melalui optimalisasi gipsum, produk samping dari proses produksi untuk diolah lebih lanjut, pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), pemanfaatan Karbon Dioksida (CO2) untuk produksi dry ice dan lainnya.

    “Kami memaksimalkan seluruh potensi produk samping agar tidak terbuang, melainkan diubah menjadi bahan baku atau energi alternatif yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional kami,” jelas Bambang.

    Salah satu inovasi signifikan adalah, pemanfaatan FABA sebagai bahan baku pengisi (filler) pupuk NPK, menggantikan clay (tanah liat). Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan FABA sebagai pengganti clay dalam pupuk NPK, terbukti tetap memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Aplikasi pupuk NPK dengan FABA pada tanaman padi, juga menunjukkan kualitas hasil yang setara dengan pupuk NPK tanpa FABA.

    Bahan baku filler pupuk NPK umumnya adalah white clay, yang didapat melalui proses penambangan. Dengan memanfaatkan FABA yang merupakan limbah padat, Petrokimia Gresik tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan tambang baru, tapi juga meningkatkan efisiensi produksi secara berkelanjutan.

    “FABA memiliki karakteristik dan kandungan yang setara dengan clay. Inovasi ini secara langsung meningkatkan daya saing pupuk NPK yang kami produksi, sehingga manfaatnya juga optimal dirasakan oleh petani sebagai konsumen utama kami,” tutur Bambang.

    COP30 merupakan pertemuan global paling krusial mengenai perubahan iklim. Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi aktif dalam gelaran COP30 di Brazil, yang dihadiri oleh perwakilan berbagai negara dan diperkirakan diramaikan sekitar 50.000 pengunjung.

    ekonomi sirkular gresik Kabupaten Gresik karbon dioksida NPK perubahan iklim Petrokimia Gresik pupuk Pupuk Indonesia
    Previous ArticleMasuk Nominasi, Dua Inovasi Pemkab Lamongan Ditinjau Tim IGA 2025
    Next Article Sertijab Polres Gresik; Wakapolres, Kasatlantas, Hingga Kasatreskrim Berganti Sosok

    Berita Terkait

    TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

    21 Mei 2026

    Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    20 Mei 2026

    Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

    20 Mei 2026

    Pendidikan Anak Usia Dini, Bupati Gresik Berharap Orangtua Bisa Memberi Contoh Baik

    20 Mei 2026

    Penanganan Stunting Menjadi Prioritas, 5 Desa di Kecamatan Bungah Siapkan Langkah Konkret

    19 Mei 2026

    Sebanyak 126 KDKMP di Gresik Siap Beroperasi, Ikut Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak

    17 Mei 2026
    Search
    Terkini

    TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

    Ada 3 Unit Layanan Baru yang Hadir Melengkapi Fasilitas RSUD Ngimbang Lamongan

    Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

    Pendidikan Anak Usia Dini, Bupati Gresik Berharap Orangtua Bisa Memberi Contoh Baik

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    Serahkan Bansos, Wabup Gresik Sebut Nominal Tidak Banyak Namun Bentuk Perhatian

    26 Maret 2024

    GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat, mulai membagikan bantuan sosial…

    Aksi Nyata Pemdes Sukorejo, Warga, BPBD dan DLH Merawat Kali Lamong

    Wabup Gresik Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa Bagi Warga di Bawean

    Meski Industri Bahan Bangunan Alami Perlambatan, SIG Catat Profitabilitas Pada 2025

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.