Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pemkab Lamongan Beri Apresiasi dan Jaminan Hari Tua Kepada 23 Kades Purna Tugas

      9 Oktober 2026

      Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

      9 Oktober 2026

      Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

      8 Oktober 2026

      Pak Yes Berangkatkan Delapan Tim yang Mewakili Kabupaten Lamongan di Ajang Kejurda Forbasi 2026

      8 Oktober 2026

      Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

      8 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia
    Pemerintahan

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    RedaksiBy Redaksi11 Juli 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Untuk kali kedua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membantu kepulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

    Kali ini ada sembilan anak yang tiba di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (10/7/2026). Dengan enam di antaranya merupakan anak pekerja migran asal Kabupaten Gresik, sementara tiga lainnya dari daerah lain yang turut difasilitasi dalam proses pemulangan dari Malaysia. Bagi enam anak asal Kabupaten Gresik, kepulangan mereka menjadi langkah awal untuk kembali membangun masa depan di tanah kelahiran.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penyelamatan anak-anak pekerja migran tidak cukup dilakukan dengan membawa mereka pulang. Namun pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka kembali memperoleh seluruh hak dasar, yang selama ini sulit diakses akibat persoalan administrasi kependudukan.

    “Menyelamatkan satu anak, sama saja menyelamatkan satu generasi. Mereka harus memiliki hak identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, serta perlindungan sebagaimana diamanatkan Undang Undang Perlindungan Anak. Ketika identitas mereka tidak ada, maka akses terhadap seluruh hak hidupnya ikut terputus,” ungkap Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Tidak sekedar keselamatan fisik, jelas Gus Yani, namun juga demi menunjang masa depan mereka. Karena itu, Pemkab Gresik memastikan setiap anak yang dipulangkan akan mendapat pendampingan, hingga mereka benar-benar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal bersama keluarga dan masyarakat.

    Baca Juga :  Kunker, Wabup Dorong Optimalisasi Layanan Penyelamatan Damkar Gresik

    “Kami ingin anak-anak ini kembali dengan harapan. Mereka memiliki identitas, bisa sekolah, memperoleh perlindungan, dan tetap memiliki kesempatan menggapai cita-cita. Inilah komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melindungi setiap anak, di mana pun mereka berada,” ujarnya.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja terpadu lintas perangkat daerah. Setibanya di Pendopo Kabupaten Gresik, seluruh anak langsung menjalani perekaman biometrik dan identitas kependudukan, yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Mereka juga menerima dokumen administrasi kependudukan, bingkisan berupa perlengkapan sekolah, serta bantuan paket sembako untuk keluarga.

    Tahapan berikutnya yang tidak kalah penting adalah, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) memberi pendampingan psikososial agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan perlindungan sosial, sementara Dinas Pendidikan (Dispendik) memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan sesuai usia dan kebutuhan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan apabila diperlukan. Seluruh proses tersebut dikoordinasikan bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang sejak awal melakukan pendataan anak pekerja migran asal Gresik di Malaysia.

    Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Sesama Rekan Kerja Guncang Dispendukcapil Gresik

    “Kalau usianya masih memungkinkan, mereka akan masuk sekolah formal. Bila sudah melewati jenjang tertentu, kami siapkan pendidikan melalui Kejar Paket A, B, atau C. Yang penting cita-cita mereka tidak boleh berhenti, hanya karena persoalan administrasi,” kata Gus Yani.

    Skema perlindungan terpadu tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Gresik dengan KBRI Kuala Lumpur, yang ditandatangani pada Bulan Oktober 2025. Melalui kerja sama tersebut, proses pendataan, pemulangan, hingga pemenuhan hak-hak dasar anak pekerja migran dilakukan secara berkelanjutan.

    Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Shoheh mengaku, terharu melihat keseriusan Pemkab Gresik dalam menyambut, sekaligus mengawal masa depan anak-anak pekerja migran. Shoheh yang merupakan putra asli Bawean, memahami betul kondisi yang dialami anak-anak tersebut. Karena dia pernah tumbuh terpisah dari kedua orang tua, yang bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia. Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya mengabdikan diri, mendampingi ribuan anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

    “Saya tidak ingin, mereka mengalami apa yang saya alami dulu. Yang kami harapkan sebenarnya sederhana, anak-anak diterima di Indonesia, memiliki identitas, dan bisa sekolah tanpa dipersulit administrasi. Gresik memberikan harapan itu,” ucap Shoheh.

    Baca Juga :  Tingkatkan Customer Experience, CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital di Gresik

    Menurut Shoheh, langkah yang dilakukan Pemkab Gresik menunjukkan, perlindungan anak pekerja migran tidak hanya berhenti pada sekedar proses pemulangan. Namun berlanjut hingga memastikan anak pekerja migran memperoleh hak sebagai warga negara, dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

    Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur Chandra, juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemkab Gresik. Dia menilai, pendekatan yang dilakukan oleh Pemkab Gresik merupakan praktik baik, yang layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

    “Ini bukan sekadar memulangkan anak. Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan seluruh mata rantai perlindungan berjalan. Dimulai dari hak identitas, kemudian akses pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial lainnya. Praktik baik ini layak direplikasi oleh kabupaten dan kota lain,” kata Chandra.

    Sebelumnya, tiga anak pekerja migran asal Gresik telah berhasil dipulangkan. Dengan bagi Pemkab Gresik, pemulangan hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak memperoleh identitas sebagai warga negara, mendapatkan akses pendidikan yang layak, tumbuh dalam lingkungan yang aman, serta memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik Pekerja Migran Indonesia (PMI) Gresik pemkab gresik
    Previous ArticleIni yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik
    Next Article Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Lamongan Terus Upayakan Peningkatan Kualitas Koperasi

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026

    Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Gresik Ingin Kolaborasi Diperkuat Tanpa Diskriminasi

    6 Oktober 2026

    Berkat Pendampingan Petrokimia Gresik, Batik Bangsawan Kini Menjangkau Pasaran Internasional

    3 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Pemkab Lamongan Beri Apresiasi dan Jaminan Hari Tua Kepada 23 Kades Purna Tugas

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    Pak Yes Berangkatkan Delapan Tim yang Mewakili Kabupaten Lamongan di Ajang Kejurda Forbasi 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Warga Antusias Ikuti Tradisi Ngubek Srumbung yang Diadakan Pemdes Bulangan

    17 Agustus 2026

    MINATBACA.com – Tradisi Ngubek Srumbung alias mengambil ikan gratis, kembali digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Bulangan,…

    Luhut Binsar Pandjaitan Apresiasi Inovasi Semen Hijau SIG

    Bantuan Becak Listrik Presiden Prabowo Diserahkan di Gresik, PLN Bakal Dukung Infrastruktur Kelistrikan

    Melalui Digitalisasi, Pemkab Lamongan Optimistis Bisa Meningkatkan PAD Menuju Rp1 Triliun

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.