Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Pemdes Guranganyar Cerme Sosialisasi Cegah Stunting dan Penyakit Menular
    Kesehatan

    Pemdes Guranganyar Cerme Sosialisasi Cegah Stunting dan Penyakit Menular

    RedaksiBy Redaksi20 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Guranganyar, Kecamatan Cerme, Gresik, terus melakukan upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya penerapan pola asuh anak yang benar, untuk menekan angka stunting.

    Selain itu, juga mengenai pola hidup sehat supaya terhindar dari berbagai macam penyakit menular seperti TBC, Hepatitis dan HIV/AIDS. Dengan salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah, mengedukasi warga melalui kegiatan sosialisasi tentang ‘Stunting dan Pernikahan Dini.’ Kegiatan digelar di Balai Desa Guranganyar, Jumat (20/6/2025).

    Sosialisasi stunting dan pernikahan dini yang dilaksanakan, bertujuan memberi edukasi mengenai pencegahan stunting bagi warga Guranganyar, khususnya kaum ibu. Selain itu, sosialisasi juga berfokus pada penguatan parenting, dengan menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendidik anak secara tepat.

    Sejak pagi, tampak puluhan warga, mulai dari bapak-bapak, ibu menyusui, ibu-ibu PKK dan kader kesehatan dari Desa Guranganyar, penuh semangat mendatangi balai desa untuk mengikuti kegiatan. Selain mendapat materi tentang pencegahan stunting dari tenaga kesehatan setempat, warga juga mendapat materi terkait pencegahan terhadap penyakit menular.

    Baca Juga :  Lindungi Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian, Pemkab Gresik Siapkan Payung Hukum

    Kepala Desa (Kades) Guranganyar Sariyadi mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kehadiran Pemdes Guranganyar untuk terus mendorong warga, menerapkan pola hidup sehat dan pola asuh anak yang benar. Selain juga menjadi wadah edukasi bagi kaum wanita, khususnya para ibu menyusui, yang memiliki peran penting dalam pola reproduksi hingga pengasuhan anak.

    “Dengan edukasi ini, saya optimistis angka stunting di Guranganyar akan terus dapat ditekan hingga titik zero stunting,” ucap Sariyadi, Jumat (20/6/2025).

    “Alhamdulilah, saat ini angka stunting di desa kami turun, tinggal empat balita dengan stunting,” terangnya.

    Sariyadi juga mengingatkan kepada para peserta sosialisasi, untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang didapat terkait penanganan kasus stunting kepada sanak saudara dan tetangga, supaya tidak ada lagi anak di Desa Guranganyar terkena stunting

    “Kita fokuskan peranan wanita di desa, terutama menghadapi stunting. Jadi untuk menambah ilmu dan wawasan dari ibu-ibu dan ibu-ibu PKK serta pendamping keluarga, untuk turut serta fokus pada pengurangan stunting,” kata Sariyadi.

    Baca Juga :  Upaya PLN UP3 Gresik Beri Pelayanan Terbaik, Dari Siapkan SPKLU Hingga Berikan Hadiah Mobil Listrik

    Bidan Desa Siti Muzaiyanah, dalam paparan yang disampaikan menyatakan, untuk mencegah stunting, diperlukan adanya pemenuhan gizi yang seimbang dan penerapan pola hidup sehat. Di mana pola asuh hidup sehat, dapat dimulai dari mengajarkan anak- anak tentang menggosok gigi.

    “Kalau giginya sehat, maka dia bisa makan dengan baik. Tapi jangan lupa gizinya yang seimbang,” ungkap Muzaiyanah.

    Tidak hanya sosialisasi stunting dan pernikahan dini, Pemdes Guranganyar juga menggelar sosialisasi tentang penyakit menular seperti TBC, Hepatitis (peradangan pada hati) dan HIV/AIDS.

    Niswatin Choiriyah selaku bidan dari Puskesmas Dadapkuning, dalam pemaparan menyampaikan, penyakit TBC tidak menular melalui perlengkapan pribadi maupun tempat tidur. Dengan penderita HIV/AIDS, lansia (lanjut usia) dan penderita diabetes melitus, memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC.

    “Hal ini karena kondisi-kondisi tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi bakteri TBC,” jelas Niswatin.

    Baca Juga :  Pembangunan Tahap Satu Terus Dikebut, Sebanyak 271 Unit Manyar Riverside Telah Diserahterimakan

    “Kita dapat mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh, melalui makan bergizi, olah raga dan pola hidup sehat,” imbuhnya

    Untuk penderita TBC, Niswatin mewanti- wanti supaya minum obat secara teratur. Selain itu, pasien TBC juga harus menutup mulut pada saat dahak dan batuk, serta tidak membuang dahak sembarangan.

    Usai mengikuti sosialisasi, Djadi (67), warga Gurangkulon mengaku, sangat antusias dan senang dengan adanya pemberian materi terkait penyakit menular, khususnya TBC.

    “Menurut saya sosialisasi ini sangat baik. Soalnya dulu bapak juga kena penyakit TBC. Jadi pengalaman,” kata Djadi.

    Djadi lalu menceritakan, jika dirinya juga sempat berhenti berobat selama dua bulan. Tapi karena dorongan keluarga, akhirnya proses pengobatan penyakit TBC yang diderita olehnya dilanjutkan.

    “Berobat pakai umum selama enam bulan. Sembuh tinggal dikit, tambah empat bulan konsumsi obat lagi. Sekarang sudah enak, biasanya jalan tiga meter udah ngos-ngosan,” tuturnya.

    cerme gresik
    Previous ArticlePenghargaan Pelayanan Prima Diraih Polres Gresik Dalam Musrenbang Polri
    Next Article Cerita Muhamad Harryanto Bersama Football Traveller Saat Mendukung Timnas Indonesia di Jepang

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Melihat Tradisi Culture and Tradition Eid Adha 2025, Arak-arakan Hewan Kurban

    6 Juni 2025

    MINATBACA.com – Ada satu tradisi yang menjadi tontonan menarik H-1 jelang pelaksanaan Hari Raya Idul…

    Upaya Pemkab Gresik Menjadikan Matematika Sebagai Pelajaran Menyenangkan Bagi Siswa

    TP PKK dan Baznas Lamongan Salurkan Bansos Ramadhan Kepada LKSA

    Direksi Petrokimia Gresik Silaturrahmi ke Kejati Jawa Timur, Ada Apa?

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.