Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Berkat Infrastruktur Sumber Daya Air, Pemkab Lamongan Berhasil Mitigasi Kekeringan Pada MT II
    Pemerintahan

    Berkat Infrastruktur Sumber Daya Air, Pemkab Lamongan Berhasil Mitigasi Kekeringan Pada MT II

    RedaksiBy Redaksi1 September 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Mitigasi kekeringan pada Musim Tanam (MT) II 2026 berhasil dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, berkat dukungan dan pengelolaan infrastuktur sumber daya air.

    Atas capaian tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam menjaga ketersediaan air dalam menghadapi ancaman kekeringan pada MT II, pada saat menghadiri tasyakuran dan awarding di Gedung Graha Tirta Jaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, Selasa (1/9/2026).

    Sebab Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, upaya yang dilakukan tidak akan berhasil menghadapi ancaman kekeringan pada MT II, tanpa didukung oleh pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur pengairan secara berkelanjutan, guna memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian.

    “Alhamdulillah, kekeringan di Lamongan pada MT II bisa kita atasi dengan baik. Ini tentu berkat kerja bersama, dan dukungan infrastruktur pengairan yang terus kita bangun,” tutur Pak Yes.

    Ketersediaan infrastruktur sumber daya air, menurut Pak Yes, turut andil menjadi bagian penting dalam mempertahankan swasembada pangan yang ada di Kabupaten Lamongan. Terlebih, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, dengan lebih dari 30 persen PDRB Lamongan ditunjang oleh sektor pertanian.

    Baca Juga :  Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Lamongan Telah Melayani 344.217 Warga

    Pemkab Lamongan, dikatakan oleh Pak Yes, akan terus memperkuat mitigasi kekeringan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur sumber daya air. Di antaranya pembangunan embung, revitalisasi waduk, hingga pengembangan biopori sebagai bagian dari upaya konservasi air.

    Pak Yes juga meminta target kerja harus dipertajam lagi, lantaran penanganan kekeringan di wilayah Kecamatan Tikung dan Sarirejo masih bersifat penyelesaian sementara. Sehingga pengelolaan air secara berkelanjutan akan terus diperkuat, supaya kebutuhan masyarakat dan pertanian dapat terlayani secara optimal.

    Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas SDABK Lamongan, ketersediaan air baku hingga Bulan Agustus 2026 mencapai 504.101,48 meter kubik. Juga ada sebanyak 44 waduk dan rawa yang ada di Lamongan, yang memiliki total volume tampungan mencapai 116.381.954 meter kubik. Dari jumlah tersebut, volume yang telah terpakai mencapai sekitar 80,4 juta meter kubik (70 persen), sementara volume yang masih tersedia sebesar 35,9 juta meter kubik (30 persen).

    Baca Juga :  Kepala BPJPH Pastikan Jagung Hasil PRG di Lamongan Berstatus Halal

    Ketersediaan yang mendukung kebutuhan air untuk berbagai sektor, terutama pertanian. Areal tanaman yang menjadi sasaran pengelolaan air meliputi seluas 19.059 hektare tanaman padi, yang terdiri dari 16.02 hektare pada MT II dan 3.038 hektare pada MT III. Ada pula polowijo dengan luasan 5.314 hektare, serta tambak dengan luasan 185 hektare.

    Khusus kebutuhan air baku di wilayah Bengawan Jero, suplai diperoleh dari long storage Bengawan Solo. Berdasarkan kondisi ketersediaan air, kebutuhan irigasi pada seluruh Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Lamongan ditujukan untuk mendukung tanaman padi, polowijo, dan tambak, yang secara umum masih relatif mencukupi.

    Kepala Dinas SDABK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menambahkan, pengelolaan sumber daya air menjadi bagian strategis dalam mendukung target pembangunan daerah, khususnya penguatan ketahanan pangan. Namun terdapat dua tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air yakni, bagaimana mengelola air ketika musim penghujan sedang berlangsung, sekaligus dapat memastikan ketersediaan air pada saat musim kemarau.

    Baca Juga :  Megpreneur 2026, Cara Pemkab Lamongan Buka Peluang Usaha Wirausaha Muda

    Strategi mitigasi kekeringan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta, dan PU SDA Provinsi. Juga pemeliharaan sluis di sepanjang Bengawan Solo, normalisasi sungai untuk mendukung long storage air baku irigasi, subsidi silang lintas daerah irigasi, serta pengelolaan air bersama juru pengamat dan P3A, supaya distribusi air dapat tepat sasaran.

    Pada kesempatan yang sama, UPTD PSDA Karanggeneng memperkenalkan inovasi SMART yakni, sistem yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengelolaan air dan juga infrastruktur. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur pengaduan untuk melaporkan kerusakan maupun bencana, menyampaikan usulan rehabilitasi sungai dan waduk, hingga mengakses pelayanan perizinan baru maupun perpanjangan.

    Ada pula pemberian penghargaan, yang dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan inovasi jajaran Dinas SDABK Lamongan. Total ada sebanyak 13 piagam penghargaan insinyur yang diberikan kepada Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, hingga staf. Sementara penghargaan Best Innovation, diberikan untuk UPTD PSDA Karanggeneng atas inovasi SMART yang diciptakan.

    Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Kabupaten Lamongan lamongan OPD Pemkab Lamongan Pemkab Lamongan
    Previous ArticleWabup Gresik Minta OPD Segera Menanggapi dan Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat
    Next Article Semester I Tahun 2026, Kinerja SIG Tumbuh Solid

    Berita Terkait

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    15 Oktober 2026

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    15 Oktober 2026

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    15 Oktober 2026

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    14 Oktober 2026

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    14 Oktober 2026

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    14 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Mengisi Kekosongan Jabatan, Bupati Lamongan Melantik Lima Pejabat

    1 Agustus 2025

    MINATBACA.com – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama, untuk mengisi kekosongan…

    Media Gathering Bareng Wartawan, KPU Gresik Sosialisasi Pengadaan Logistik

    Tahun 2026, Kabupaten Lamongan Dapat Target SHAT 20.000 Bidang dan 3.310 Hektare PBT

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.