MINATBACA.com – Menjaga tradisi, mengenang jasa para leluhur, sekaligus mempererat kebersamaan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, menggelar rangkaian kegiatan haul desa.
Acara sedekah bumi Desa Banyuwangi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026) malam WIB, untuk mengenang tokoh-tokoh pendiri desa di antaranya Mbah Buyut Dasmi, Mbah Buyut Singgih, dan Mbah Buyut Singopati. Rangkaian acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026, dengan berbagai kegiatan religius melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dimulai dari khotmil Al Qur’an, tahlil bersama di makam para tokoh, istighosah di masjid, hingga pengajian umum yang dipusatkan di halaman langgar Al Mubarrok. Sementara puncak acara, dihadirkan Kyai Suyitno Nurdin atau yang dikenal dengan ‘Gus Gendeng’ dari Kediri, yang dimeriahkan lantunan sholawat dari grup Jamus Kalimosodo.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dana, tenaga, dan pikiran dari masyarakat. Ini menjadi salah satu kegiatan terbesar yang bisa kami selenggarakan. Kami juga mohon maaf, jika masih terdapat kekurangan,” ujar Ketua Panitia, Farid Ma’ruf, Minggu (3/5/2026).
Pihaknya berharap, kegiatan pengajian ini mampu membawa dampak positif, khususnya dalam menjaga kerukunan dan persatuan warga desa.
“Harapan kami pengajian majlis ini bisa membawa kerukunan dan menjadikan persatuan. Semoga kerukunan ini bisa berjalan seterusnya, tidak ada gonjang-ganjing,” harapnya.
Sekretaris Desa Banyuwangi M Shobirin, mewakili Kepala Desa Banyuwangi Siti Nur Maslahah menyampaikan, kegiatan haul merupakan bagian dari budaya lokal yang harus terus dilestarikan.
“Ini adalah bentuk tradisi dan budaya kita. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat silaturahmi agar masyarakat tetap guyub dan rukun. Kami juga berterima kasih atas partisipasi seluruh warga,” ungkap Shobirin.
Kyai Suyitno dalam tausiah yang diberikan dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya memperbaiki hati sebagai kunci utama dalam kehidupan. Dia lantas mengingatkan, penampilan luar bukan hal utama jika dibandingkan dengan kebersihan hati.
“Yang penting itu isi hati, bukan hanya tampilan luar. Percuma terlihat baik, jika hatinya tidak. Kita harus belajar menenangkan diri dan menjaga hati,” pesan Kyai Suyitno.

