Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

      11 September 2026

      Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

      10 September 2026

      Green Building Festival 2026, SIG Mendorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi

      10 September 2026

      Harapan Pak Yes Akan Institut Sabilillah yang Baru Hadir Mewarnai Dunia Pendidikan di Lamongan

      9 September 2026

      Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

      9 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Mengenang Mbah H Noloyudho, Tokoh Pendiri Desa Sumberrejo Gresik
    Budaya

    Mengenang Mbah H Noloyudho, Tokoh Pendiri Desa Sumberrejo Gresik

    RedaksiBy Redaksi11 Juni 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Setiap tahun di Desa Sumberrejo, Kecamatan Manyar, Gresik, rutin dilaksanakan Haul Mbah H Noloyudho.

    Sosok yang membuka kawasan mangrove bernama Penthoel, cikal bakal Desa Sumberrejo. Dengan pada tahun ini, Haul Mbah H Noloyudho dilaksanakan di halaman Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, di mana warga memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian doa bersama, tahlil, dan pengajian, sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah H Noloyudho, Kamis (11/6/2026).

    Kepala Desa Sumberrejo Akhmadi mengatakan, tradisi haul dilaksanakan secara istiqamah sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah H Noloyudho. Diawali khatmil Al Qur’an pada Rabu (10/6/2026), dilanjutkan tahlil dan doa bersama, serta tausiyah agama yang disampaikan KH M Zainul Haq pada Kamis (11/6/2026) pagi WIB, dan Lailatul Hadrah Ishari sebagai penutup rangkaian Haul, Kamis malam WIB.

    Baca Juga :  Upaya Petrokimia Gresik Bantu Dukung Kesejahteraan Nelayan

    “Alhamdulillah, atas doa dan wasilah para sesepuh, mayoritas warga Sumberrejo sudah pernah menunaikan ibadah haji,” ungkap Akhmadi.

    Dia lantas menuturkan, sosok Mbah H Noloyudho berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan dimakamkan di sana.

    “Menurut cerita para sesepuh yang kami terima secara turun-temurun, Mbah H Noloyudho wafat di Makkah, dan dikebumikan di sana,” ucapnya.

    Tidak hanya meninggalkan jejak berupa lahirnya sebuah desa, Mbah H Noloyudho juga diyakini mewariskan nilai-nilai keagamaan yang terus berkembang hingga kini.

    Akhmadi menyebut, beberapa keturunan Mbah H Noloyudho kemudian menjadi tokoh agama yang berkiprah mendirikan pondok pesantren di beberapa daerah, bagian dari keberkahan yang diwariskan oleh Mbah H Noloyudho.

    Baca Juga :  Muscab II Ikatan Keluarga Alumni Unair Cabang Gresik Dibuka Bupati

    Sementara Sekretaris Desa Sumberrejo Mohammad Fachruddin menambahkan, penutupan rangkaian Haul melalui kegiatan Lailatul Hadrah Ishari merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi seni Islami, yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Desa Sumberrejo.

    Berdasarkan catatan sejarah desa, wilayah yang kini menjadi Desa Sumberrejo dahulu dikenal dengan nama Desa Penthoel. Nama tersebut diambil dari tanaman mangrove, yang banyak ditemukan saat kawasan pertama kali dibuka. Dikarenakan bunga tanaman mangrove memiliki bentuk menyerupai pentol, sehingga masyarakat kala itu menyebut wilayah tersebut sebagai Penthoel.

    Saat itu kawasan belum berpenghuni, dengan Mbah H Noloyudho yang diyakini masih memiliki garis keturunan Wali Songo, kemudian membuka wilayah tersebut dan mendirikan sebuah padepokan silat. Lambat laun padepokan silat tersebut menarik minat banyak orang untuk datang dan menetap, sehingga kawasan yang semula sepi berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Mulai Susun RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat

    Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk terus bertambah dan desa semakin berkembang. Pada masa pemerintahan Kepala Desa Ustman, nama Desa Penthoel kemudian diubah menjadi Desa Sumberrejo. Nama ini mengandung harapan agar desa menjadi sumber kesejahteraan, kemakmuran, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat setempat.

    gresik Haul Desa Kabupaten Gresik Kecamatan Manyar Manyar
    Previous ArticleKepala Kantor Kemenhaj dan Perwakilan Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan Para Jemaah Haji
    Next Article Bupati Lamongan Menyerahkan Bantuan Alsintan Untuk Poktan

    Berita Terkait

    Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

    11 September 2026

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    8 September 2026

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    4 September 2026

    Wabup Gresik Minta OPD Segera Menanggapi dan Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat

    1 September 2026

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    28 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

    Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

    Green Building Festival 2026, SIG Mendorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi

    Harapan Pak Yes Akan Institut Sabilillah yang Baru Hadir Mewarnai Dunia Pendidikan di Lamongan

    Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Sebanyak 96 Waduk dan Embung di Lamongan Direhabilitasi

    8 Oktober 2025

    MINATBACA.com – Untuk penguatan sumber daya air, sebanyak 96 waduk dan embung yang ada di…

    Atlet Binaan Petrokimia Gresik Raih Prestasi Membanggakan di PON XXI

    Pemdes Gempolkurung Menganti Gelar Penyuluhan Penurunan Angka Stunting

    Gus Yani Raih Titel Bupati Sahabat Anak Dalam Kak Seto Award 2024

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.