Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Lamongan Siap Terapkan Langkah Antisipasi Bencana Kemarau Untuk Swasembada Pangan
    Pemerintahan

    Lamongan Siap Terapkan Langkah Antisipasi Bencana Kemarau Untuk Swasembada Pangan

    RedaksiBy Redaksi7 April 20262 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Langkah strategi mulai disusun pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, untuk mengantisipasi bencana musim kemarau 2026.

    Hal tersebut dalam rangka menjaga swasembada pangan, serta memperkuat penanganan dampak hidrometeorologi. Dengan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, turut andil dalam ‘Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur Tahun 2026,’ yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (7/4/2026).

    Forum strategis yang ditujukan untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menghadapi potensi kemarau, yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.

    Dalam rapat tersebut disampaikan, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan 20 sampai 40 persen, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Bulan Agustus hingga September 2026. Kondisi ini, mendorong perlunya langkah antisipatif yang terukur dan terintegrasi sejak dini.

    Baca Juga :  HJL ke-456, Titik Tolak Perencanaan Pembangunan Lamongan 5 Tahun Ke depan

    Sejumlah strategi utama mulai disusun, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur air, serta pemanfaatan pompanisasi dan irigasi perpompaan. Selain itu, percepatan masa tanam dilakukan untuk mengejar sisa air hujan, disertai dengan penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan.

    Tidak hanya itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi fokus, guna mendukung percepatan tanam dan efisiensi produksi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam pengaturan distribusi air irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian.

    Di sisi penanganan bencana, sinergi antar lembaga diperkuat melalui kesiapan operasi modifikasi cuaca, dukungan sarana operasi udara untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penyiapan sistem pompanisasi untuk mengairi lahan terdampak kekeringan.

    Baca Juga :  Pemkab Lamongan Terus Dorong Kampung Kerapu di Desa Labuhan Semakin Produktif dan Modern

    Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Langkah tersebut akan diterapkan di Kabupaten Lamongan, sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.

    “Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” ungkap Pak Yes.

    Melalui penyusunan strategi terintegrasi diharapkan seluruh daerah, termasuk Kabupaten Lamongan, mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perlindungan terhadap masyarakat, dari risiko bencana hidrometeorologi.

    Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hidrometeorologi Kabupaten Lamongan lamongan Pemkab Lamongan
    Previous ArticleBocah Laki-laki di Gresik Jadi Korban Pencabulan Pria Paruh Baya, Polisi Ungkap Modus Pelaku
    Next Article Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Gresik Sebut TKA Gelombang Pertama Berlangsung Lancar

    Berita Terkait

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    15 Oktober 2026

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    15 Oktober 2026

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    15 Oktober 2026

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    14 Oktober 2026

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    14 Oktober 2026

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    14 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

    13 Mei 2026

    MINATBACA.com – Meski terjadi dinamika global, Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia,…

    Upaya Pemdes Sedagaran Mendorong Warganya Menjadi Lebih Produktif

    Maksimalkan Serapan Tenaga Kerja Melalui Pelatihan K3

    Wabup Gresik Resmikan Dapur BGN dan SPPG Kecamatan Kebomas

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.