Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati dan Wabup Lamongan Awali Rangkaian Puncak HJL ke-457 dengan Ziarah ke Makam Leluhur

      25 Mei 2026

      Ketersediaan Sapi di Lamongan Masih Jadi Salah Satu yang Terbesar di Jawa Timur

      24 Mei 2026

      Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

      24 Mei 2026

      Berlangsung 3 Hari, Pameran Pendidikan Lamongan 2026 Resmi Dibuka

      23 Mei 2026

      Masberling Binaan PT Petro Oxo Nusantara Lakukan Penguatan Kader dan Pelatihan Mengolah Sampah

      22 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Kota Industri, Depicab SOKSI Gresik Prihatin Angka Pengangguran Masih Tinggi
    sosial

    Kota Industri, Depicab SOKSI Gresik Prihatin Angka Pengangguran Masih Tinggi

    RedaksiBy Redaksi1 November 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Tingginya angka pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik yang berjuluk kota industri, mendapat perhatian serius dari Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Gresik.

    Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Gresik Ahmad Nurhamim menyampaikan, angka pengangguran terbuka di Gresik yang masih tinggi tidak dapat dianggap sepele. Dengan persoalan membutuhkan penanganan yang tepat, dari pemerintah dan juga pihak-pihak terkait.

    Adapun pada 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Gresik tercatat di angka 6,45 persen atau sekitar 50.368 orang, dengan sebagian besar didominasi oleh lulusan SMA. Padahal di Gresik ada sekitar 2.077 perusahaan yang beroperasi, dalam skala kecil maupun besar. Baik perusahaan tersebut Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), atau Penanaman Modal Asing (PMA).

    “SOKSI Gresik sangat prihatin melihat fakta masih tingginya angka pengangguran terbuka di Gresik, sehingga memunculkan gelombang demo dari masyarakat. SOKSI berharap, adanya akselerasi penanganan pengangguran yang serius dari pemerintah,” ujar Nurhamim di Kantor Depicab SOKSI, Sabtu (1/11/2025).

    Nurhamim menjelaskan, pemerintah sebenarnya sudah diberi ruang lebar oleh regulasi dalam penanganan pengangguran. Di antaranya dengan sudah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2022 tentang penyelenggaraan ketenagakerjaan.

    “Perda ini sebagai guidance pemerintah, untuk menangani tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Gresik,” ucap Nurhamim.

    Sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik tersebut menandaskan, Perda nomor 7 tahun 2022 merupakan Perda inisiatif DPRD. Perda ini dibuat sebagai bentuk keprihatinan wakil rakyat, akan masih tingginya angka pengangguran di Gresik.

    “Makanya dalam Perda itu sangat terang benderang, diatur bahwa warga ber-KTP Gresik punya hak 60 persen mengisi kebutuhan pekerjaan setiap ada lowongan,” tuturnya.

    Namun pada kenyataannya di lapangan alias fakta yang ada, banyak lowongan pekerjaan yang mengisi itu bukan warga asli Gresik (ber-KTP Gresik). Kondisi yang membuat masyarakat resah, sehingga mulai berpikiran pesimis.

    “Banyak laporan yang masuk ke kami, ada indikasi orang dalam (ordal) yang bermain jika ada lowongan pekerjaan. Lowongan itu kebanyakan diisi (orang) dari luar Gresik. Ini yang tengah kami telusuri,” kata Nurhamim.

    Tidak hanya itu, sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik, Nurhamim juga sering menanyakan kepada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Gresik, terkait progres penanganan angka pengangguran di kabupaten berjuluk kota industri ini secara riil. Termasuk, sudah berapa banyak dan siapa saja pengangguran warga Gresik yang sudah mendapatkan pekerjaan, baik melalui agenda job fair maupun program yang lain.

    “Disnaker tidak bisa memberikan data yang akurat. Sekarang berapa warga Gresik yang nganggur, butuh pekerjaan? Kalau ada lowongan baik lewat job fair, siapa saja pelamar yang dapat pekerjaan atau diterima dari sekian kebutuhan pekerjaan? Rumahnya di mana? dari desa mana? Tapi Disnaker tidak menunjukan data riilnya,” ungkap Nur Hamim.

    Selama ini, Nurhamim menambahkan, yang menjadi tantangan Disnaker Gresik adalah, menyiapkan tenaga skill sesuai yang dibutuhkan perusahaan untuk mengisi lowongan pekerjaan.

    “Di SOKSI ada bidang yang menangani ini. Kami siap membantu menyiapkan skill calan-calon pekerja, sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tentunya hal itu bisa jalan, kalau ada intervensi dari pemerintah selaku eksekutor,” ucap Nurhamim.

    Nurhamim berharap, penanganan pengangguran terbuka di Gresik tidak hanya sekadar formalitas. Artinya, program jalan ketika ada desakan dari masyarakat seperti melalui aksi demonstrasi.

    “Setelah reda, tak ada demo, berjalan seperti biasa lagi. Sehingga progres dan capaian penanganan pengangguran, tidak bisa terukur dengan baik,” tutur Nurhamim.

    dinas tenaga kerja gresik gresik
    Previous ArticleRSUD dr Soegiri Jalin MoU Dengan 32 Puskesmas di Lamongan, Pelayanan Kesehatan Jadi Makin Mudah
    Next Article Pastikan Seleksi Perangkat Desa Transparan, Pemdes Gredek Gandeng UMG

    Berita Terkait

    Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

    24 Mei 2026

    Masberling Binaan PT Petro Oxo Nusantara Lakukan Penguatan Kader dan Pelatihan Mengolah Sampah

    22 Mei 2026

    Akhirnya.. Sebanyak 35 Warga Pulopancikan Gresik Tempati Rumah Layak Huni

    22 Mei 2026

    Desa Randuboto Gresik Dilirik Aktivis Korsel untuk Proyek Toko Tanpa Kemasan Plastik

    22 Mei 2026

    TMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean

    21 Mei 2026

    Memperingati Hari Posyandu Nasional, Desa Pranti Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    20 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Bupati dan Wabup Lamongan Awali Rangkaian Puncak HJL ke-457 dengan Ziarah ke Makam Leluhur

    Ketersediaan Sapi di Lamongan Masih Jadi Salah Satu yang Terbesar di Jawa Timur

    Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

    Berlangsung 3 Hari, Pameran Pendidikan Lamongan 2026 Resmi Dibuka

    Masberling Binaan PT Petro Oxo Nusantara Lakukan Penguatan Kader dan Pelatihan Mengolah Sampah

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Wabup Gresik juga Hadiri Rembuk Akur Warga Kecamatan Tambak Saat Kunker di Pulau Bawean

    10 Februari 2026

    MINATBACA.com – Upaya mempererat hubungan dan mendengar aspirasi warga, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif…

    Cabai Rawit dan Beras, Penyumbang Deflasi Bulan Mei 2024 di Gresik

    Penanganan Darurat Dilakukan Tim URC Usai Aspal Rusak Akibat Genangan Air

    Peringati Bulan K3 Nasional, PLN NP Gresik Serius Wujudkan Zero Accident

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.